Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Ekspor Tumbuh 47,76 Persen, Kemenkeu Klaim Struktur Ekonomi Membaik

Rabu, 18 Mei 2022 - 09:40 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Ekspor Tumbuh 47,76%, Kemenkeu Klaim Struktur Ekonomi Membaik - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengklaim struktur ekonomi Indonesia membaik. Ekspor pada April 2022 yang tercatat 27,32 miliar dolar AS atau tumbuh sebesar 47,76 persen (yoy) merupakan bukti nyata adanya perbaikan itu.

“Ini bukti nyata perbaikan struktur ekonomi yang fundamental. Pemerintah akan terus berupaya agar perbaikan ini berkesinambungan,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Febrio mengatakan potensi penguatan nilai ekspor ini masih akan terus tinggi seiring tren positif dari harga komoditas di pasar global yang diperkirakan masih berlanjut.

Hal tersebut juga terus diimbangi dengan baik oleh pertumbuhan ekspor nonmigas yang konsisten kuat yakni 47,7 persen (yoy) sedangkan ekspor migas tumbuh 48,92 persen (yoy).

Baca juga
Pengusaha Rusia Ingin Ekspor Minyak Nilam 3 Ton dari ARC USK

Meski demikian, Febrio menegaskan pihaknya akan terus memantau potensi dampak konflik Rusia dan Ukraina yang salah satunya melalui transmisi volume dan harga komoditas global.

Di sisi lain, kenaikan harga komoditas global membawa dampak positif tersendiri bagi ekspor Indonesia khususnya terkait energi, mineral dan logam sehingga mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menjelaskan likuiditas yang meningkat dari aktivitas ekspor akan berdampak positif bagi kegiatan konsumsi dan investasi domestik sehingga akan mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi.

“Menguatnya ekspor diharapkan terus menopang surplus neraca perdagangan sehingga memberikan dampak positif bagi aktivitas sektor riil,” kata Febrio.

Baca juga
Setop Ekspor Bauksit Pada 2022, Pakar UGM: Jokowi Sukses Gerus Mental Inlander

Surplus neraca perdagangan pada April 2022 tercatat 7,56 miliar dolar AS yang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu surplus 4,54 miliar dolar AS.

Surplus neraca perdagangan yang tinggi ini akan berdampak positif bagi PDB Indonesia pada kuartal II-2022.

Surplus neraca perdagangan juga menopang stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tekanan risiko global sehingga menjadi bantalan stabilitas ekonomi Indonesia.

Tinggalkan Komentar