El Savador, Bitcoin dan Ancaman

El Savador, Bitcoin dan Ancaman - inilah.com
Menjadikan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Sah Negara Membuat El Savador Terus Dirundung Masalah

Sejak Bitcoin diresmikan menjadi alat pembayaran sah negara, El Savador jadi makin rumit. Peristiwa bersejarah terjadi pada 7 September, El Savador menjadi negara pertama di dunia yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Tetapi, masalah terus saja bermunculan di negara yang berpenduduk 6,454 juta tersebut. Beberapa jam setelah diresmikan saja, masalah sudah muncul. Presiden El Salvador Nayib Bukele mengeluhkan aplikasi Bitcoin yang didukung pemerintahnya tidak tersedia di berbagai platform internet.

Bukele menggunakan akun Twitter-nya untuk menekan toko online agar menyediakan aplikasi, atau dompet digital, yang dikenal sebagai Chivo. Masalah selesai? tentu tidak.

Pada sebuah jejak pendapat yang belum lama dilakukan Universidad Centroamericana José Simeón Cañas, sebuah perguruan tinggi Jesuit di El Salvador, hasil survei menyebutkan 67,9 persen masyarakat tidak setuju dengan adanya keputusan membuat tender legal Bitcoin. Mayoritas dari mereka mengutarakan akan ketidaktahuannya cara menggunakan cryptocurrency.

Mereka juga mengkritik kebijakan ini dengan mengenakan kaos ke parlemen untuk mengekspresikan penentangan atas Undang-undang Bitcoin yang baru. Tapi Bukele tetap bergeming.

Optimisme Presiden
Bukele sebelumnya menyatakan, penggunaan Bitcoin sebagai mata uang legal bakal memacu investasi negaranya. Hal ini juga diyakini bakal membantu warga El Savador hingga 70 persen, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki akses layanan finansial tradisional.

Baca juga  Hati Hancur Ketika Keluarga Terjerat Pinjol

“Kita harus mematahkan paradigma di masa lalu,” kata Presiden Bukele, 6 September 2021.

Bukele menjelaskan, penggunaan aset kripto akan menjadi cara efektif untuk mentransfer hingga miliaran dolar dalam pengiriman uang yang dikirim kembali oleh orang El Salvador yang tinggal di luar negeri ke negaranya setiap tahun.

Data Bank Dunia menunjukkan pengiriman uang ke negara itu mencapai hampir US$6 miliar. Angka itu mewakili sekitar seperlima dari produk domestik bruto (PDB) pada 2019, yang merupakan salah satu rasio tertinggi di dunia.

Saat ini pemerintah El Salvador telah memiliki 550 Bitcoin, yang setara dengan US$ 26 juta.

Pemerintah El Salvador bakal menggunakan e-wallet Chivo, yang telah diisi dengan bitcoin senilai 30 dollar AS bagi setiap orang yang telah mengunduh e-wallet tersebut. Pemerintah El Salvador juga telah membangun infrastruktur untuk mendukung Undang-Undang Bitcoin yang baru, termasuk menciptakan dana bitcoin senilai 150 juta dollar AS untuk memfasilitasi pertukaran antara bitcoin dan dollar AS di negara tersebut.

Sederet Masalah Muncul, Lingkungan Sampai Korupsi
Kembali ke masalah, Adopsi Bitcoin berlangsung disertai unjukrasa warga yang menolak, gangguan teknologi serta penurunan dalam pasar cryptocurrency. Lebih dari 1.000 orang, Selasa (8/9/2021), menggelar protes di San Salvador terhadap adopsi Bitcoin, membakar ban dan menyalakan kembang api di depan Mahkamah Agung.

Baca juga  Kenal Lebih Dekat Top 4 MasterChef Indonesia Season

Tepat dalam peringatan dua abad kemerdekaannya dari kekuasaan Spanyol, warga El Salvador membakar ATM Bitcoin di ibu kota San Salvador. Demonstran di alun-alun ibu kota mengangkat plakat yang mengecam kediktatoran dan poster bertuliskan “Hormati Konstitusi” dan “Tidak untuk Bitcoin.”

Bukele mengutuk aksi itu dalam cuitan hari Rabu dan menyerukan mereka untuk menghentikan perusakan properti.”Mereka mengatakan vandalisme dilakukan oleh penyusup, tapi ada vandalisme di SEMUA protes mereka,” cuitnya, melampirkan video wanita bertopeng menendang dinding kaca pengaman.

Ada juga isu lingkungan yang menyertai penerapan Bitcoin di El Savador. Mengekstrak mata uang digital, termasuk Bitcoin, dari dunia maya membutuhkan energi dalam jumlah besar. Emisi CO2 global industri Bitcoin telah meningkat menjadi 60 juta ton sama dengan gas buang dari sekitar 9 juta mobil, kata Bank of America pada bulan Maret.

Bukele berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan mengatakan pada bulan Juni bahwa dia telah menginstruksikan panas bumi milik negara perusahaan listrik LaGeo untuk mengembangkan rencana menawarkan fasilitas penambangan bitcoin menggunakan energi terbarukan dari gunung berapi negara itu.

Lembaga Pemeringkat Kredit Standard and Poor (S&P) Global menyatakan adopsi Bitcoin di El Salvador sebagai alat pembayaran yang sah memiliki implikasi negatif langsung. Adopsi Bitcoin El Salvador disinyalir menjadi penyebab terbesar rusaknya peringkat kredit negara itu.

Baca juga  Zivanna Letisha Beri Solusi Mendidik Anak di Masa Pandemi

Laporan Reuters pada (16/9/2021), ekonomi El Salvador berada dalam risiko keuangan yang signifikan. Bahkan, industri pinjaman negara terancam akibat kebijakan Bitcoin. S&P Global membeberkan langkah adopsi Bitcoin bakal berdampak pada tipisnya peluang El Salvador untuk mendapatkan perjanjian pinjaman dari Dana Moeneter Internasional IMF.

Padahal dana berjumlah cukup besar yakni USD 1 miliar.

Masyarakat miskin di negeri itu harus berjuang untuk mengakses teknologi yang diperlukan untuk membuat Bitcoin bekerja. Hampir separuh populasi El Salvador tidak memiliki akses internet dan banyak lagi yang hanya memiliki konektivitas yang tidak stabil.

Terakhir, muncul kekhawatiran adopsi Bitcoin akan memicu transaksi terlarang. Dalam hampir dua tahun menjabat, Bukele telah menguasai hampir semua tuas kekuasaan. Tetapi meskipun dia telah berjanji untuk membersihkan korupsi, AS baru-baru ini memasukkan beberapa sekutu dekatnya ke dalam daftar hitam korupsi.

Pekan lalu, hakim tinggi yang ditunjuk oleh anggota parlemen Bukele memutuskan bahwa dia dapat menjalani masa jabatan kedua, melepaskan diri dari aturan konstitusional yang melarang memegang jabatan untuk dua periode berturut-turut.

Analis khawatir adopsi Bitcoin, yang catatan transaksinya didistribusikan di internet, di luar jangkauan yurisdiksi nasional, dapat mendorong pencucian uang.

Tinggalkan Komentar