Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Elit Politik Harus Belajar dari M. Natsir dalam Menjaga Integrasi Nasional

Salim Segaf dan Jazuli Juwaini dalam acara Peringatan Mosi Integral Muhammad Natsir
Salim Segaf dan Jazuli Juwaini dalam acara Peringatan Mosi Integral Muhammad Natsir

Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri menyebut elit politik harus belajar dari Muhammad Natsir bagaimana mencari titik temu kebangsaan di tengah tantangan dan ancaman disintegrasi nasional.

Muhammad Natsir adalah tokoh pemersatu bangsa yang mengembalikan wilayah-wilayah Indonesia Serikat bentukan Belanda ke pangkuan NKRI.

“Ada empat pelajaran penting dari sosok Muhammad Natsir. Pertama, Natsir punya jiwa dan pikiran besar untuk Indonesia, visioner, dan melampaui problematika bangsanya. Bangsa ini bangsa besar. Butuh konsepsi besar untuk menjaga keutuhannya,” ujar Salim dalam acara Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan Edisi Spesial Peringatan Mosi Integral Muhammad Natsir 3 April 1950 dengan Tema “Spirit Transformasi dan Kolaborasi Dalam Menjaga Integrasi Nasional”, Senin (4/4/2022).

Baca juga
Cuitan Ferdinand Hutahaean Buat Publik Marah Besar

Kedua, kejelian Muhammad Natsir dalam menemukan dan membangun titik temu kebangsaan. Beliau adalah seorang tokoh politik yang cerdas, santun dan elegan, pandai berkomunikasi dan jago lobi dalam urusan-urusan kebangsaan sehingga mampu menyatukan NKRI dengan Mosi Integralnya.

“Natsir yang Tokoh Partai Islam Masyumi menegaskan tidak ada dikotomi bahkan tidak ada jarak antara agama dan nasionalisme. Baginya menjadi nasionalis berarti harus agamis. Sebaliknya, menjadi agamis berarti harus nasionalis. Tidak ada perdebatan,” tegas Menteri Sosial RI 2009-2014.

Ketiga, Muhammad Natsir mempraktekkan politik adiluhung atau high politic, bukan politik pragmatis apalagi oportunis. Siapapun kita terutama pejabat publik dari partai dan golongan manapun, tampilkan politik yang menjunjung tinggi etika dan moralitas yang berlandaskan Pancasila dan Konstitusi UUD 1945. Sifat-sifat ambisius dan oportunistik dalam berpolitik yang akan merusak demokrasi dan menghancurkan kohesi sosial dan integrasi nasional kita.

Baca juga
Kolaborasi Daerah-Pusat Kunci Atasi Persoalan Pendidikan di Papua

Keempat, menurut mantan Dubes RI di Arab Saudi ini, relevan dengan tema, Muhammad Natsir adalah tokoh yang mencontohkan semangat transformasi dan kolaborasi dalam membangun bangsa.

“Kita butuh pemimpin yang negarawan, yang taat konstitusi dan Pancasila, yang aktif membangun kohesi sosial, aktif melakukan transformasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa, memiliki rasa empati dan kepedulian serta terus menggalang solidaritas sosial nasional,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan bahwa peringatan mosi integral M. Natsir digelar setiap tahun oleh Fraksi PKS DPR untuk menghormati jasa M. Natsir sebagai pahlawan NKRI dan menyambung mata rantai sejarah agar tidak terputus sehingga generasi bangsa memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga integrasi Nasional.

Baca juga
Jaksa juga Tuntut Hukuman Kebiri untuk Herry Wirawan

Tampil sebagai narasumber Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto, Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra, Ketua Umum DDII Adian Husaini, dan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Tinggalkan Komentar