Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Elon Musk Datang, Dua Petinggi Twitter Hengkang

Petinggi Twitter - inilah.com
Istockphoto

Twitter mengkonfirmasi pada hari kamis (12/05/2022) bahwa dua petinggi dari eksekutif senior telah meninggalkan perusahaan dan telah menghentikan sebagian besar perekrutan, karena Elon Musk siap menjadi pemilik baru platform mikroblog daring itu.

Mengutip Reuters jumat (13/05/2022), Chief Executive Officer Twitter Parag Agrawal mengatakan selain dua petinggi itu keluar Twitter juga akan menghentikan sebagian besar perekrutan dan meninjau ulang semua lowongan pekerjaan yang ada.

Keputusan itu diambil salah satunya karena Twitter tidak dapat mencapai target pertumbuhan pengguna dan pendapatan yang telah ditetapkan pada tahun 2020.

“Kami harus terus berhati-hati dengan tim, perekrutan, dan biaya kami,” tulis Agrawal dalam memo tersebut.

Baca juga
Daihatsu Tawarkan Punya Mobil Impian dengan Mudah di GIIAS 2021

Diketahui, perusahaan menargetkan 7,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp109,6 triliun dalam pendapatan tahunan dan 315 juta pengguna harian pada akhir 2023. Akan tetapi, target tersebut ditarik kembali dalam laporan pendapatan baru-baru ini.

Pemimpin divisi konsumen Kayvon Beykpour dan pengawas pendapatan Bruce Falck mengatakan bahwa hengkangnya mereka dari perusahaan bukan keputusan mereka sendiri.

“Parag meminta saya untuk pergi setelah memberi tahu saya bahwa dia ingin membawa tim ke arah yang berbeda,” cuit Beykpour dalam akun Twitternya, kemudian menambahkan bahwa saat ini dia sedang cuti melahirkan.

“Saya akan mengklarifikasi bahwa saya juga dipecat,” kata Falck, yang tak lama kemudian menghapus cuitannya itu.

Baca juga
Twitter Beri 3 Tips Ampuh Agar Kampanye Ramadhan Berjalan Sukses

Agrawal mengatakan, Jay Sullivan yang memimpin unit konsumen selama Beykpour cuti akan menjadi kepala divisi tetap. Dia juga akan mengawasi tim pendapatan sampai pemimpin baru ditunjuk.

Seperti diketahui, kesepakatan Musk senilai $44 miliar untuk membeli Twitter diumumkan bulan lalu tetapi masih membutuhkan dukungan dari pemegang saham dan regulator.

Pengambilalihan itu diperkirakan akan selesai pada tahun 2022, dengan Musk – yang menjalankan upaya eksplorasi ruang angkasa SpaceX dan pembuat mobil listrik Tesla – sebagai bosnya setidaknya untuk sementara waktu.

Tinggalkan Komentar