Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Elon Musk ‘Hidupkan’ Lagi Donald Trump di Twitter

Minggu, 20 Nov 2022 - 12:18 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Elon Musk 'Hidupkan' Lagi Donald Trump di Twitter
Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump - (Foto: ist)

Elon Musk akhirnya mengaktifkan kembali akun Twitter milik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pengumuman tersebut disampaikan Elon Musk di Twitter pada Sabtu (20/11/2022) setelah dia menggelar jajak pendapat mengenai pengaktifan lagi akun Trump. Sebelumnya, akun Trump dinonaktifkan oleh Twitter setelah insiden penyerbuan Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.

Hasil akhir dari polling tersebut adalah 51,8% responden memilih “Yes”, dan 48,2% memilih “No”. Secara total, ada 15.085.458 suara yang ikut dalam polling tersebut.

“Orang-orang sudah berbicara. Trump akan diizinkan kembali. Vox Populi, Vox Dei,” kata Musk dalam cuitannya, Minggu (20/11/2022).

Baca juga
Dogecoin: Penjelasan dan Tips Sebelum Membelinya

Meski sudah kembali aktif, belum diketahui apakah Trump akan kembali men-cuit. Sebab sejak dirinya ditendang dari Twitter pada 8 Januari 2021, miliader itu mengandalkan platform “media sosial” besutannya sendiri, Truth Social.

Trump sendiri ditendang dari Twitter karena perannya dalam menghasut serangan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 menyusul pengumuman hasil pilpres AS 2020. Saat itu Twitter mengatakan cuitan Trump melanggar aturannya terkait “mengagungkan kekerasan”.

Setelah mengungkap niatnya untuk membeli Twitter, Musk memang pernah beberapa kali mengatakan akan mengembalikan akun Trump. Menurutnya penangguhan permanen akun Trump merupakan kesalahan dan ia akan membatalkan penangguhan tersebut.

Baca juga
Dipecat Chelsea, Tuchel Curhat di Twitter

Pada Sabtu, dalam pidatonya di Las Vegas, AS, Trump mengatakan bahwa dia mengetahui jajak pendapat Elon Musk. Akan tetapi, dia melihat ada banyak masalah di Twitter.

“Saya dengar kami mendapat suara besar untuk kembali ke Twitter. Saya tidak melihatnya karena saya tidak melihat alasan untuk itu,” kata Trump seperti dikutip Bloomberg. “Mungkin berhasil, mungkin tidak berhasil,” tambah Trump, tampaknya merujuk pada pergolakan internal Twitter baru-baru ini.

Tinggalkan Komentar