Selasa, 29 November 2022
05 Jumadil Awwal 1444

Elon Musk Lakukan Diet Puasa, Bagaimana Caranya?

Senin, 05 Sep 2022 - 04:19 WIB
Musk Diet
(foto: The Guardian)

Memiliki berat badan ideal menjadi idaman setiap pria atau wanita. Karena itu setiap orang berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkannya. Tak terkecuali orang terkaya dunia Elon Musk. Bos Tesla ini ternyata rajin melakukan puasa untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Baru-baru ini Musk membeberkan pengalaman dietnya di jejaring sosial Twitter. Ia mengaku mendapatkan saran dari teman baiknya untuk melakukan puasa secara rutin. Setelah melakukan apa yang disarankan temannya tersebut, Musk merasa lebih sehat.

Sebelumnya Musk terlihat dalam sebuah foto tengah bertelanjang dada dengan perut buncit saat berada di atas kapal pesiar miliknya. Gambarnya kemudian muncul dalam bentuk meme. Ia juga sempat mengolok-olok dirinya sendiri di Twitter melihat banyak reaksi dan komentar dari warganet tentang penampilan fisiknya.

Selain dari warganet, Musk juga mendapat kritik dari seorang insinyur Afrika Selatan, Errol Musk. Pria yang merupakan ayah Elon Musk ini menyebutkan putranya punyai pola makan yang buruk dan memberikan saran agar putranya meminum pil diet untuk mengatasi permasalahan berat badannya.

Mengutip NYPost, pria berusia 50 tahun ini bertekad untuk menurunkan berat badan setelah banyaknya pihak yang mencela tubuhnya. Ia juga menyebutkan bahwa puasa adalah cara yang baik untuk membantu program penurunan berat badan.

Pendiri Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) itu kepada pengikutnya, menyebutkan telah kehilangan berat badan lebih dari 20 pon atau setara dengan 10 kg, setelah melakukan diet dengan berpuasa atau intermittent fasting.

Tak hanya melakuan diet, Musk juga mengubah kebiasaan buruknya di pagi hari. Jika dulu ia biasanya langsung mengecek ponsel saat bangun tidur dan menghabiskan waktu dengan melihat notifikasi, kini dia lebih memilih untuk berolahraga. “Saya beralih dari melihat ponsel saya ketika saya bangun untuk berolahraga setidaknya 20 menit kemudian melihat ponsel saya,” katanya.

Baca juga
Sejumlah 1.195.740 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

Puasa atau melakukan intermittent fasting merupakan salah satu metode diet yang banyak dipilih utuk mendapatkan berat badan ideal. Beberapa artis dunia banyak yang memilih cara ini untuk menjaga berat badannya. Di antaranya Cameron Diaz yang sudah kepala 4, Jennifer Aniston, Kourtney Kardashian, Halle Berry, Scarlett Johansson, Reese Witherspoon hingga Vanessa Hudgens.

Apa itu Intermittent Fasting?

Banyak diet berfokus pada apa yang harus dimakan, tetapi intermittent fasting adalah tentang kapan Anda makan. Dengan puasa intermiten, Anda hanya makan pada waktu tertentu. Melakukan puasa selama beberapa jam setiap hari atau makan hanya satu kali dalam beberapa hari dalam seminggu, dapat membantu tubuh membakar lemak.

Ahli saraf JohnsHopkins, Mark Mattson mengutip hopkinsmedicine.org telah mempelajari puasa intermiten selama 25 tahun. Dia mengatakan bahwa tubuh telah berevolusi untuk dapat hidup tanpa makanan selama berjam-jam, atau bahkan beberapa hari atau lebih lama.

Pada zaman prasejarah, sebelum manusia belajar bertani, mereka adalah pemburu dan pengumpul yang berevolusi untuk bertahan hidup dan berkembang, untuk waktu yang lama tanpa makan. Mereka membutuhkan banyak waktu dan energi untuk berburu binatang buruan dan mengumpulkan makanan.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Ada beberapa cara berbeda untuk melakukan puasa intermiten, tetapi semuanya didasarkan pada pemilihan waktu makan yang teratur dan berpuasa. Misalnya, Anda mungkin mencoba makan hanya selama periode delapan jam setiap hari dan berpuasa untuk sisanya. Atau Anda mungkin memilih untuk makan hanya satu kali sehari dua hari seminggu. Ada banyak jadwal puasa intermiten yang berbeda.

Mattson mengatakan bahwa setelah berjam-jam tanpa makanan, tubuh menghabiskan simpanan gula dan mulai membakar lemak. Dia menyebut ini sebagai peralihan metabolisme. “Puasa intermiten kontras dengan pola makan normal bagi kebanyakan orang yang makan sepanjang jam bangun mereka,” kata Mattson.

Baca juga
Gerak Cepat Anies Tangani Pandemi COVID-19

Jika seseorang makan tiga kali sehari, ditambah camilan, dan tidak berolahraga, maka setiap kali mereka makan, tubuh memang menggunakan kalori itu tapi tidak membakar simpanan lemak. Puasa intermiten bekerja dengan memperpanjang periode ketika tubuh telah membakar kalori yang dikonsumsi selama makan terakhir dan mulai membakar lemak.

Manfaat Puasa Intermiten

Penelitian menunjukkan bahwa periode puasa intermiten lebih dari membakar lemak. Mattson menjelaskan, “Ketika perubahan terjadi dengan peralihan metabolisme ini, itu mempengaruhi tubuh dan otak.”

Salah satu studi Mattson yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan data tentang berbagai manfaat kesehatan yang terkait dengan praktik tersebut. Ini termasuk umur yang lebih panjang, tubuh yang lebih ramping dan pikiran yang lebih tajam.

“Banyak hal terjadi selama puasa intermiten yang dapat melindungi organ tubuh dari penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, gangguan neurodegeneratif terkait usia, bahkan penyakit radang usus dan banyak kanker,” katanya.

Ada beberapa penelitian tentang manfaat puasa intermiten yang telah diungkapkan sejauh ini. Di antaranya studi menemukan bahwa puasa intermiten meningkatkan memori kerja pada hewan dan memori verbal pada manusia dewasa.

Puasa intermiten meningkatkan tekanan darah dan detak jantung istirahat serta pengukuran terkait jantung lainnya. Sementara bagi pria muda yang berpuasa selama 16 jam menunjukkan kehilangan lemak sekaligus mempertahankan massa otot.

Dalam enam penelitian singkat, manusia dewasa yang obesitas kehilangan berat badan melalui puasa intermiten. Studi pada hewan juga menunjukkan, puasa intermiten mengurangi kerusakan jaringan.

Metode Intermittent Fasting

Metode puasa intermiten yang umum yakni dengan melakukan puasa selama 16 jam setiap hari atau puasa selama 24 jam sebanyak dua kali seminggu. Ada tiga metode berbeda untuk melakukan puasa intermiten, akan tetapi semuanya tetap melibatkan pembagian hari atau minggu menjadi waktu makan dan puasa. Nantinya selama periode puasa, Anda akan makan sangat sedikit atau tidak sama sekali.

Baca juga
Waspada Demam Berdarah Saat Masuk Musim Hujan dan Pancaroba

Ada yang disebut dengan metode 16/8. Dengan metode ini Anda akan melewatkan waktu sarapan dan membatasi waktu makan harian menjadi 8 jam. Misalnya, makan dari jam 1 sampai 9 malam, kemudian berpuasa selama 16 jam sisanya.

Metode lainnya adalah eat-stop-eat (selang-seling). Dengan metode ini Anda diminta untuk berpuasa selama 24 jam, sekali atau dua kali seminggu. Misalnya, puasa sejak makan malam di hari Rabu sampai makan malam di keesokan harinya, yakni hari Kamis.

Yang lainnya adalah Diet 5:2. Dengan metode ini, Anda hanya mengonsumsi 500–600 kalori pada dua hari tapi tidak berturut-turut dalam seminggu. Tetaplah makan secara normal selama 5 hari lainnya.

Selama Anda tidak makan, air dan minuman tanpa kalori seperti kopi hitam dan teh masih diperbolehkan. Namun, perlu diingat bahwa alasan utama keberhasilan cara diet ini adalah membantu makan lebih sedikit kalori secara keseluruhan. Tapi, jika makan berlebihan dan dalam jumlah besar selama periode makan, maka berat badan bisa jadi tidak akan turun sama sekali. Kuncinya adalah kedisiplinan.

Tinggalkan Komentar