Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Emas Makin Berkilau di Tengah Pelemahan Dolar AS Respons The Fed

Jumat, 17 Jun 2022 - 08:04 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Emas Makin Berkilau di Tengah Pelemahan Dolar AS Respons The Fed - inilah.com
Foto: iStockphoto.com

Harga emas menguat tajam pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (17/6/2022) pagi WIB. Itu terjadi lantaran dolar AS yang lebih lemah karena investor mencerna keputusan Federal Reserve AS yang memberikan kenaikan suku bunga yang sangat besar sehari sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak 30,3 dolar AS atau 1,67 persen, menjadi ditutup di 1.849,9 dolar AS per ounce, memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut.

Emas berjangka terangkat 6,1 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.819,60 dolar AS pada Rabu (15/6), setelah merosot 18,3 dolar AS atau satu persen menjadi 1.813,50 dolar AS pada Selasa (14/6), dan anjlok 43,7 dolar AS atau 2,33 persen menjadi 1.831,80 dolar AS pada Senin (13/6).

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Jumat, 21 Januari 2022

Penurunan tajam dalam indeks saham Amerika di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi setelah kenaikan suku bunga terbesar Federal Reserve sejak 1994 juga mendukung emas.

Kenaikan Suku Bunga The Fed

Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Rabu untuk menjinakkan inflasi setelah indeks harga konsumen AS naik 8,6 persen YoY di bulan Mei, terbesar sejak 1994.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada Rabu (15/6/2022) bahwa bank sentral akan memberikan kenaikan besar lainnya pada Juli, tetapi “Kenaikan 75 basis poin hari ini adalah yang luar biasa besar dan saya tidak mengharapkan pergerakan sebesar ini menjadi hal biasa.”

Baca juga
Wall Street Cemaskan Kenaikan Suku Bunga Agresif, Dow Jones Tersungkur 526,47 Poin

Keputusan The Fed mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Amerika yang berjangka waktu lebih lama lebih rendah dan mendorong dolar dari tertinggi dua dekade, yang membawa emas lebih tinggi.

Pembelian lindung nilai inflasi, potensi permintaan safe-haven versus tekanan dari rezim suku bunga yang lebih tinggi menjaga harga emas seimbang, Michael McCarthy dari Tiger Brokers mengatakan seperti dikutip oleh Reuters.

Data ekonomi yang dirilis Kamis (16/6) lebih lanjut mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS turun 3.000 menjadi 229.000 dalam pekan yang berakhir 11 Juni. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 215.000.

Departemen Perdagangan Amerika melaporkan bahwa jumlah pembangunan rumah baru dan perizinan untuk mendirikan bangunan (housing starts) anjlok 14,4 persen menjadi 1,55 juta pada Mei, merupakan level terendah sejak April 2020.

Baca juga
Rupiah Loyo karena Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 46,5 sen AS atau 2,17 persen, menjadi ditutup pada 21,885 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 26,5 dolar AS atau 2,87 persen, menjadi ditutup pada 951,10 dolar per ounce.

Tinggalkan Komentar