Jumat, 01 Juli 2022
02 Dzul Hijjah 1443

Embargo Rusia oleh Uni Eropa Dongkrak Harga Minyak ICP Mei US$7,10 per Barel

Senin, 06 Jun 2022 - 11:24 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Embargo Uni Eropa Dongkrak Harga Minyak ICP Mei US$7,10 per Barel - inilah.com
Foto: iStockphoto.com

Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau ICP pada Mei 2022 sebesar 109,61 dolar AS per barel. Posisi ini naik 7,10 dolar AS per barel ketimbang harga bulan sebelumnya yang hanya 102,51 dolar AS per barel. Demikian pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berdasarkan ringkasan, Tim Harga Minyak Mentah Indonesia mengungkapkan kenaikan harga itu. Salah satunya akibat embargo minyak mentah Uni Eropa ke Rusia di saat terbatasnya pasokan. Pada saat yang sama, peningkatan permintaan BBM dan bahan bakar jet sedang terjadi. Ini menjelang puncak summer driving season di Amerika Serikat dan Eropa.

Demikian mengutip bunyi keterangan Tim Harga Minyak Mentah Indonesia di Jakarta, Senin (6/6/2022). “Kesepakatan Uni Eropa atas embargo minyak mentah meningkatkan kekhawatiran pasar. Ini yang mengakibatkan semakin terganggunya pasokan minyak mentah global.”

Selain itu, keterbatasan pasokan minyak mentah global terpicu oleh produksi OPEC+ lebih rendah. Angkanya lebih rendah 1,5 juta barel minyak per hari (BOPD) ketimbang kuota produksi.

Baca juga
Respons Pasukan Rusia, Amerika Serikat Kerahkan Ribuan Tentara ke Polandia dan Rumania

Berdasarkan Laporan OPEC bulan Mei 2022, terdapat peningkatan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia pada tahun 2022. Angkanya sebesar 3,4 juta BOPD sebagai hasil dari membaiknya aktivitas ekonomi, mobilitas, dan industri secara global.

Revisi permintaan akan minyak mentah OPEC mengalami peningkatan sebesar 100 ribu BOPD. Angkanya menjadi sebesar 29 juta BOPD atau lebih tinggi 800 ribu BOPD ketimbang tahun 2021.

Badan Energi Internasional dalam laporan bulan Mei 2022 memperkirakan permintaan minyak dunia untuk tahun ini akan meningkat. Angka rata-ratanya mencapai 1,8 juta BOPD menjadi 99,4 juta BOPD.

Kilang-kilang pengolahan di AS meningkatkan produksi hingga 93,2 persen. Posisi tersebut tertinggi sejak Desember 2019 untuk memenuhi tingginya permintaan seiring peningkatan ekspor produk olahan minyak.

Faktor lainnya adalah laporan stok mingguan Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat untuk bulan Mei 2022. Dalam laporan ini terjadi penurunan stok gasoline sebesar 8,9 juta barel menjadi 219,7 juta barel. Angka ini merupakan terendah sejak Desember 2021 ketimbang bulan April 2022.

Baca juga
Rusia Umumkan 24 Negara yang Tidak Bersahabat, Ada Amerika hingga Singapura

Ketegangan Geopolitik Timer Tengah Turut Pengaruhi Harga Minyak ICP

Harga minyak juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah seiring Iran menyita dua kapal tanker Yunani sebagai balasan atas penyitaan minyak mentah Iran oleh Amerika Serikat di perairan Yunani, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak mentah via Selat Hormuz yang dilalui oleh sepertiga minyak mentah perdagangan dunia.

Kemudian, nilai tukar Dollar AS yang menurun seiring meredanya kekhawatiran akan resesi global dan investor menurunkan ekspektasi atas kenaikan suku bunga AS yang agresif.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh rencana pembukaan kembali secara bertahap pusat komersial China, Shanghai, setelah penerapan lockdown yang ketat selama dua bulan dan permintaan petrokimia yang kuat di China dan India, juga peningkatan mobilitas regional yang lebih kuat khususnya di Korea Selatan, Indonesia, dan India.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada bulan Mei 2022 ketimbang bulan April 2022:

  • Dated Brent naik sebesar 9,23 dolar AS per barel dari 104,39 dolar AS per barel menjadi 113,62 dolar AS per barel.
  • WTI (Nymex) naik sebesar 7,62 dolar AS per barel dari 101,64 dolar AS per barel menjadi 109,26 dolar AS per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar dolar AS 6,04 per barel dari 105,92 dolar AS per barel menjadi 111,96 dolar AS per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar dolar AS 8,23 per barel dari 105,64 dolar AS per barel menjadi 113,87 dolar AS per barel.
Baca juga
Facebook Larang Media Rusia Monetisasi Konten

 

Tinggalkan Komentar