Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Emiten IATA Pastikan Ekuitas Kembali Positif setelah Rights Issue Juli 2022

Jumat, 03 Jun 2022 - 15:33 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
IATA Pastikan Ekuitas Kembali Positif setelah Rights Issue Juli 2022 - inilah.com
Foto: Inilahcom/Didik Setiawan

Emiten tambang batu bara PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) memastikan, ekuitas perseroan akan menjadi kembali positif bulan depan. Kepastian ini setelah perseroan menyelesaikan proses rights issue. Proses ini adalah penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada Juli 2022.

“Asumsi nilai HMETD perseroan adalah sebesar US$200 juta. Karena itu, ekuitas perseroan akan menjadi lebih besar. Angkanya surplus dan positif lebih dari US$100 juta,” kata Natassha Yunita Head of Investor Relations PT MNC Energy Investments Tbk dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/6/2022).

Pernyataan Natasya itu terkait dengan pemberitaan mengenai emiten milik taipan Grup MNC Hary Tanoesoedibjo ini yang ternyata masuk ke dalam daftar saham yang dipantau oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam pengumuman BEI yang rilis pada 30 Mei 2022, IATA tercatat menjadi saham yang mendapat notasi khusus dari otoritas bursa. Notasi ini berlaku efektif mulai 31 Mei 2022.

Baca juga
KCMI Ungkap Cadangan Emiten IATA Naik Sebanyak 20,58 Juta Metrik Ton

Jika mengacu pada Peraturan Nomor II-S tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus, IATA masuk kategori poin nomor 5. Artinya, perseroan memiliki ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhir.

Natassha kembali menjelaskan, ekuitas negatif perseroan bersifat sementara. Ini sebagai efek konsolidasi Laporan Keuangan PT Bhakti Coal Resources (BCR) ke dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.

“Sesuai dengan PSAK 38 yang mengatur Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali, perseroan harus membukukan selisih nilai transaksi dengan nilai buku sebagai pengurang ekuitas perseroan,” ujarnya.

Menurut dia, transaksi akuisisi BCR itu menimbulkan liabilitas sementara sebesar US$140 juta dalam laporan keuangan perseroan. Hal ini lantaran penerbitan Promissory Notes (PN) yang perseroan gunakan untuk pembayaran transaksi akuisisi.

Baca juga
Dirut BJB Pede Rights Issue Terserap sesuai Target

Promissory notes merupakan surat utang langsung dari debitur atau borrower ke kreditur atau investor.

“PN ini akan dibayarkan lunas dari hasil HMETD Perseroan di bulan mendatang (Juli 2022) sehingga mengeliminasi liabilitas sebesar US$140 juta di Laporan Keuangan Konsolidasian,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar