4 Hal yang Perlu Dilakukan Pemerintah Atasi Sebaran Omicron

Pemerintah atasi sebaran Omicron
istimewa

Pakar kesehatan, Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan ada empat hal yang perlu dilakukan pemerintah atasi sebaran Omicron. Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan temuan pasien pertama varian Omicron di Indonesia. Agar tidak  terjadi lonjakan kasus, ada empat hal yang perlu dilakukan pemerintah atasi sebaran Omicron itu.

Empat hal yang perlu dilakukan pemerintah sekarang ini antara lain:

1. Meningkatkan tes

Meningkatkan tes baik PCR dan juga sekuens genomik, secara sistematis dan luas.

“Kemudian telusur pada sebagian besar kontak dari seorang kasus, tidak cukup ditetapkan hanya delapan misalnya,” kata Tjandra Yoga kepada Inilah.com, ditulis di Jakarta, Jumat, (17/12/2021).

Baca juga  Rupiah Loyo Jelang Rilis Neraca Perdagangan Desember 2021

2. Terus meningkatkan vaksinasi

Cakupan vaksinasi COVID-19 di Indonesia belum maksimal. Karena itu, dibutuhkan peningkatan jumlah vaksinasi terutama untuk sasaran kelompok lansia.

“Hari ini masih sekitar separuh penduduk kita belum mendapat vaksinasi memadai (2 kali), dan bahkan masih sekitar dua pertiga lansia kita yang belum terlindungi dengan vaksin memadai,” tambah mantan direktur WHO Asia Tenggara itu.

3. Melakukan pembatasan sosial

Pembatasan sosial tersebut sesuai dengan perkembangan epidemiologi yang ada, dan untuk ini ada dua hal penting yaitu data yang tersedia harus akurat.

“Kemudian, kalau ada peningkatan kasus maka jangan sampai terlambat untuk melakukan pengetatan pembatasan sosial,” tambah mantan Kepala Balitbangkes Kemenkes RI.

Baca juga  Perjalanan Domestik Selamatkan Industri Pariwisata 2021

4. Keputusan yang diambil berdasarkan bukti ilmiah

“Semua keputusan tentu diambil berdasar bukti ilmiah. Dalam hal ini perlu diingat bahwa mungkin saja ada berbagai pendapat pakar terhadap suatu masalah, dan untuk itu perlu penapisan yang cermat,” paparnya.

Pemerintah atasi sebaran Omicron masuk Indonesia, virus sangat cepat bermutasi

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penyebaran Omicron sangat cepat. Hal tersebut terlihat dari perkembangan kasus yang ada di Inggris belakangan ini.

“Sekarang penyebaran omicron saat ini terbukti sangat cepat. di Inggris yang tadinya hanya 10-an sehari, naik 100-an, sekarang sudah 70 ribu perhari. lebih tinggi dari puncak di Indonesia pada Juli 2021,” paparnya.

Baca juga  Akhiri Perjalanan di Kompetisi Eropa, Liverpool Adalah Mimpi Buruk AC Milan

Varian COVID-19 Omicron bermutasi 70 kali lebih cepat dari versi asli corona dan varian Delta dalam 24 jam. Awalnya, varian Omicron terdeteksi pada akhir November di Afrika Selatan (Afsel).

Hingga kini, sudah lebih dari 72 negara terinfeksi varian COVID-19 terbaru itu. Omicron menimbulkan gejala ringan. Meski begitu, Inggris baru saja melaporkan kematian pertama akibat Omicron baru-baru ini.

Tinggalkan Komentar