Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Empat Transformasi BUMN yang Disasar Erick Thohir

Senin, 13 Sep 2021 - 17:34 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Empat Transformasi BUMN yang Disasar Erick Thohir - inilah.com
Menteri BUMN Erick Thohir bersama pelaku UMKM. instagram.com/erickthohir

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, empat poin utama transformasi BUMN tidak hanya bersifat restrukturisasi jumlah BUMN dari 108 menjadi 41 BUMN. Transformasi yang disasar Erick adalah BUMN harus betul-betul memberikan manfaat nyata bagi negara dan rakyat.

“Pertama kita memastikan bahwa BUMN ini secara korporasi dan apalagi ini perusahaan milik negara bisa memberikan kontribusi yang konsisten dan besar kepada negara,” kata Erick Thohir di Jakarta, Senin (13/9/2021).

Kedua, sambung Erick, BUMN harus memastikan dapat berkompetisi di pasar yang sangat terbuka. Erick meminta pasca Covid-19, BUMN harus memiliki model bisnis yang sangat kuat.

“Karena itu saya sampaikan bagaimana misalnya Pelindo kita gabungkan, supaya bisnis peti kemas BUMN menjadi besar dan dapat menempati peringkat 8 terbesar di dunia. Ataupun pada saat ini BUMN ultra mikro dan UMKM kita sinergikan, supaya kita memiliki kekuatan, bagaimana keseimbangan ekonomi bagi UMKM benar-benar terjadi, bukan lip services,” papar Erick.

Baca juga
Dorong Pos Indonesia dan O-Ranger Jadi Market Leader Kurir Logistik, Erick Thohir: Kedepankan Akhlak

Ketiga, Erick mengharapkan dampak transformasi BUMN kepada masyarakat harus tampak secara nyata. Khusus bagi sektor ultra mikro, Erick ingin akses pendanaan dimudahkan kepada orang-orang yang terpercaya.

“Kita juga bisa menekan bunga dari Holding BUMN Ultra Mikro lebih kompetitif lagi,” ujarnya.

Transformasi keempat, internal BUMN harus menjamin keberlanjutan transformasi BUMN dijalankan dari pimpinan sebelumnya oleh pimpinan berikutnya.

“Problemnya kadang-kadang tidak¬†sustainable, ide hari ini namun SOP-nya tidak dijalankan, maka ke depannya tidak akan berjalan. Ini yang makanya saya tekankan bagaimana transformasi SDM BUMN juga penting, jadi tidak hanya transformasi bisnisnya,” kata Erick.¬†

Baca juga
Terjebak Utang Ratusan Triliun, Garuda dan BUMN Karya Diprediksi Bangkrut Cepat

“Jadi ini empat poin yang kita harapkan terjadi untuk hal-hal yang tadi saya sampaikan sebelumnya,” imbuhnya.

Selama satu dekade terakhir, BUMN telah berkontribusi memberikan pemasukan senilai Rp 3.295 triliun kepada negara, berupa pajak dan deviden. Pada masa pandemi ini, BUMN dituntut tidak boleh kalah.

“Namun pertanyaannya tentu dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini, kontribusi BUMN kepada negara tidak boleh turun. BUMN harus paling tidak sama atau meningkat dibandingkan sebelumnya, karena negara pemasukannya berkurang. Salah satunya dengan apa? Memastikan rantai pasok dan ekosistem untuk menjadikan efisiensi sehingga BUMN lebih tetap tambah sehat,” harap Erick Thohir.

Tinggalkan Komentar