https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   10 September 2021 - 14:20 wib

Cerita Penuh Keringat, Relawan Pemakaman Jenazah Covid19

Empati
berita-headline

Cerita Penuh Keringat Para Relawan Pemakaman Jenazah Covid19 (Instagram/@bantenaktual)

Selain tenaga medis, pengobranan relawan pemakaman jenazah Covid19 patut mendapat penghargaan.

Saat pandemi mencapai puncaknya, petugas pemakaman jenazah Covid19 super sibuk. Ambulans bolak-balik ke lokasi pemakaman khusus Covid19 disambut para petugas pemakaman dengan sigap.

Bahkan dalam beberapa tangkapan foto, ambulans sampai mengantri di lokasi pemakaman menunggu giliran jenazah yang dibawa, dikuburkan.

Para petugas pemakaman silih berganti mengurus jenazah Covid19 yang diantar terus menerus tak putus-putus.

Sehari-hari mereka bertugas menyiapkan lubang makam bagi korban Covid19 dengan protokol kesehatan yang ketat. Dalam sehari mereka bisa menggali puluhan lubang, tergantung dari jumlah kematian hari itu.


Sulit rasanya membayangkan peluh keringat para petugas pemakaman jenazah Covid19. Dengan balutan baju Hazmat, pembersih tangan, sarung tangan sampai plastik steril, mereka mulai mengangkat jenazah dari mobil ambulans.

Mereka menggotong jenazah menuju lubang pemakaman yang sudah disiapkan. Tak peduli lagi cuaca saat itu terik atau hujan, tugas memakamkan jenazah Covid19 harus tetap dilakukan.

Bekerja dari pagi hingga malam hari, membuat istirahat jadi momen mewah bagi para petugas pemakaman. Untuk bisa sekedar duduk dan menghela nafas panjang saja sudah nikmat bagi mereka.

Banyak tangkapan foto perjuangan para petugas pemakaman yang kelelahan sampai ketiduran. Tidak perlu kasur dan kipas angin, asal tidak kepanasan dan bisa meluruskan kaki, cukup untuk jadi tempat tidur para petugas pemakaman Covid19.

Saat selesai bekerja dan kembali ke rumah, para petugas pemakaman Covid19 kerap diliputi kekhawatiran. Apakah nanti keluarganya terinfeksi. Mengingat kerja mereka yang erat bersentuhan dengan jenazah positif Covid19.

Bahkan beberapa cerita, petugas harus rela meninggalkan rumah selama berbulan-bulan. Selain tingginya permintaan pemakaman, takut menulari keluarga juga jadi alasan.

Selain berharap pada imbalan uang yang didapat dari hasil menguburkan jenazah Covid19, para petugas ini juga berdoa agar badai Covid19 segera selesai.

Kini, perlahan tren penyebaran Covid19 di tanah air menunjukkan penurunan. Angka kematian juga selaras sejalan menurun.

Mungkin tak ada lagi antrian ambulans di lokasi pemakaman. Tak ada lagi relawan petugas pemakaman jenazah Covid19 di lokasi pemakaman. Namun cerita dan jasa para relawan pemakaman jenazah Covid19 tetap patut diingat dan diapresiasi.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Pemprov Sudah Perbaiki Makam Ambles di Rorotan

Sebanyak 10 petak makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara yang ambles atau ta
berita-headline

Hangout

Aditya , Konsisten Beri 500 Nasi Kotak ke Pengais Rejeki Jalanan

Rizky Aditya Saputra, melepas karir dari dunia jurnalistik membuatnya beralih ke bisnis. Pria kel
berita-headline

Viral

Habib Ali Kwitang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi, atau dikenal dengan nama Habib Ali Kwitang diusulkan menjadi
berita-headline

Hangout

Cahyo, Pahlawan Pandemi Penggagas Fotografer Jalanan Bangkit dari Keterpurukan

Beradaptasi atau mati! Kalimat yang sering diungkapkan Cahyo Agung Nugroho untuk bangkit dan