https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   16 September 2021 - 10:04 wib

Warga Pedalaman Terpaksa Salat Bergantian di Gubuk

Suara reyot kayu terdengar di sebuah gubuk kecil di pedalaman Bengkulu saat lantainya terinjak-injak para warga yang hendak salat berjamaah.

Lampu petromak tergantung di tengah-tengah gubuk sebagai alat penerangan. Dindingnya pun hanya bermodalkan seng dan itupun tidak menutupi semua sisi gubuk.

Berlokasi jauh dari pusat kota, tepatnya di Desa Talang Empat, Bengkulu Tengah para warga pedalaman ini harus salat berjamaan secara bergantian. Pasalnya, tempat ibadah yang mereka gunakan hanya mampu menampung 10 orang.

Gubuk tani yang berbahan dasar kayu itu memiliki luas sekitar 2x3 meter dan beberapa sudut kayu pun sudah mulai lapuk. Meskipun begitu, tak mematahkan semangat warga untuk menggelar salat berjamaah serta pengajian anak-anak.

"Jika shaf penuh, kaki terasa gemetar karena sebagian kayu sudah mulai lapuk," kata Sutrisno (58) warga setempat yang bekerja sebagai petani.

Menurutnya warga yang tinggal di wilayah itu sebanyak 50 kepala kelarga (KK), sementara lokasi masjid dinilai cukup jauh sekitar 1,5 kilometer. Jika warga ingin salat berjamaah di masjid tentunya akan tertinggal.

Karena itu warga memanfaatkan gubuk yang semula sebagai tempat istirahat para petani menjadi sebuah musala dan tempat pengajian Al Quran anak-anak. "Sudah lima tahun, warga harus bergantian untuk sholat karena gubuk ini hanya mampu menampung 10 orang," jelasnya.

Sementara itu Ustaz Baidowi yang biasa mengajar mengaji untuk anak-anak serta mengaku anak-anak di desa tersebut banyak yang masih sangat awam mengenai ilmu agama, namun dirinya mengapresiasi semangat anak-anak yang ingin belajar mengenal ajaran Islam.

Untuk mendukung semangat anak-anak belajar Al Quran, warga pun mewakafkan tanah seluas 10x10 yang berada di samping gubuk untuk dijadikan masjid. Sehinga bisa menggantikan gubuk tani yang sudah tidak layak.

"Agar anak anak tidak lagi merasa kedinginan saat hujan dan kepanasan saat terik dan merasa khawatir karena gubuk ini mulai lapuk," harapnya.

Demi memberikan kenyamanan warga Talang Empat saat beribadah, Inilah.com mengajak semua untuk menyisihkan rezekinya di laman bersedekah.com. Sehingga warga tidak lagi merasa gemetar saat salat berjamaah lantaran lantai kayunya sudah lapuk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barang Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga." (HR. Ibnu Majah No. 738.)

Mari bersama, kita beramal jariyah untuk menghadirkan sebuah masjid untuk membantu mengokohkan aqidah dan semangat beribadah untuk warga dan anak anak agar mereka tidak kendur semangatnya di tengah keterbatasan yang dimiliki.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Eks Tentara Australia Jadi Petani Gandum

Mantan tentara Australia yang dahulu mengabdikan dirinya untuk membela negara, kini bergabung den
berita-headline

Viral

Pengajuan Bantuan Masjid-Musala Tak Perlu Proposal

Menteri Agama menegaskan tidak akan ada kesulitan dalam mengajukan bantuan untuk masjid dan musal
berita-headline

Hangout

Inilah 7 Masjid Unik untuk Berwisata Religi

Mengenal tujuh masjid unik di Indonesia menjadi salah satu modal untuk merencanakan wisata religi
berita-headline

Viral

Kemenag Siapkan Rp6,9 Miliar untuk Masjid-Musala Terdampak Covid-19

Kementerian Agama akan memberikan bantuan kepada masjid dan musala yang terdampak Covid-19 sebesa
berita-headline

Viral

Buntut Pengrusakan Masjid Ahmadiyah, 16 Orang Jadi Tersangka

Kepolisian kembali menetapkan tersangka perusakan tempat ibadah Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, K