https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   17 August 2021 - 10:10 wib

Mau Wudhu Tapi Tak Ada Air

Ketika azan telah berkumandang, anak-anak berlarian menuju musala untuk ikut salat berjamaah sekaligus mengaji.

Mereka tampak riang menyambut adzan yang diperdengarkan dari toa musala dan berebut antre untuk berwudhu.

Namun raut muka anak-anak yang sebelumnya ceria, berubah menjadi sedih ketika hendak mengambil air wudhu. Semua anak tampak mengerenyutkan dahi setelah mengetahui tempat wudhu mushalla mereka tidak ada air.

Seperti itulah kondisi yang kerap terlihat di Mushalla Nurul Huda, di Dusun Mbamban, Dusun Gunung Rambut, Desa Pitu, Kecamatan Pitu.

Mushalla itu letaknya cukup terpelosok di tengah hutan jati perbatasan Ngawi-Blora, Jawa Tengah dan berada di lereng Gunung Rambut.

Aksesnya pun cukup sulit dialalui kendaraan karena hanya ada jalan setapak. Dengan jumlah 1.298 jiwa dan 1.100 jiwa tercatat sebagai umat Muslim yang taat beribadah.

Meski kesulitan mendapatkan air bersih untuk mengambil wudhu namun tak mematahkan semangat warga untuk salat berjamaah di musala.

Ambil Air di Sendang

Setiap harinya anak-anak harus mengambil air di sendang yang letaknya sekitar 1-2 kilometer dari dusun tempat mereka tinggal. Sendang adalah sebuah kolam besar yang letaknya di pegunungan yang airnya berasal dari mata air.

Dengan menggunakan jerigen atau ember, mereka mengisi air dan membawanya ke musala untuk kebutuhan wudhu masyarakat setiap hari.

Selain digunakan untuk salat berjamaah, mushala yang dibangun sejak tahun 90-an itu juga aktif menggelar pengajian rutin ibu-ibu dan tempat pendidikan anak.

Setiap anak banyak yang memimpikan agar musala di dusunnya memiliki sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Terlebih lagi jika sudah masuk musim kemarau, kebutuhan air semakin sulit didapat.

"Musim kemarau masyarakat kami sangat mengalami kekurangan air bersih buat minum, mandi dan mencuci pakaian. Kami berharap ada donatur atau orang baik yang bersedia membantu kami," ujar Sarwoko, salah seorang tokoh agama di Dusun Mbamban.

Harapan masyarakat adalah terwujudnya mimpi mereka memiliki sumur bor sehingga tidak lagi harus mengambil air bersih di sendang yang jaraknya jauh dari tempat mereka tinggal.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda "Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu), salah satunya: (menggali sumur)".

Karena itu masyarakat sangat berharap kemurahan hati dari siapapun untuk mewujudkan mimpi anak-anak Dusun Mbamban, sehingga keriangan anak-anak menyambut adzan berkumandang di musala tidak terputus lantaran tidak ada air untuk berwudhu.

Mari bersama kita sisihkan rezeki guna membantu warga Dusun Mbamban mengatasi kekurangan air bersih dengan membangun sumur bor air di laman bersedekah.com. Jangan remehkan sedikitnya sedekah yang kamu anggap receh itu, suatu saat akan berubah jadi calon rumahmu di Jannah, kalau kamu sedekahkan untuk pembangunan sumur di daerah pedalaman. Aamiin.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Warga Pamulang Keluhkan Tagihan PAM

Sejumlah warga yang tinggal di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan mengeluhkan soal tagihan air P
berita-headline

IXU

Apakah Wudhu Bisa Menghilangkan Virus?

PertanyaanApakah Wudhu Bisa Menghilangkan Virus?JawabanMenurut dr. M