https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   07 October 2021 - 12:26 wib

Setengah Tubuh Hangus Terbakar, Tukang Las Masih Semangat Berangkatkan Orang Tua Naik Haji

Semangat seorang pria bernama Ari bekerja untuk mengumpulkan uang guna membiayai sang ayah Amrin dan Ibu Barnelis naik haji masih bergelora, meski saat ini setengah dari anggota tubuhnya hangus terbakar dan tak ada pilihan lain kecuali tergolek lemah di atas kasur ruang ICU rumah sakit.

Awalnya Ari menjalani kehidupannya bersama kedua orang tua dengan penuh kebahagiaan.

Ari bekerja sebagai tukang las serabutan baik di bengkel maupun pabrik, sementara Ibu dan Bapaknya menjalankan usaha warung sembako kecil-kecilan di rumah. 

Upah Ari bekerja selalu dibawa pulang setiap hari sebesar Rp60 ribu. Sebagian untuk orang tua setengahnya lagi ditabung untuk biaya naik haji ayah dan ibunya.  

Berjalannya waktu cobaan berat pun datang. Amrin dan istri yang tengah menjaga warung sembako tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan seorang yang tergopoh-gopoh. Diberi tahu bahwa putra mereka mengalami kecelakaan kerja dan tengah dibawa ke UGD Rumah Sakit.


Dengan penuh kecemasan Amrin dan sang istri langsung bergegas ke rumah sakit. Saat tiba keduanya seakan tak menyangka, Ari yang sangat berbakti kepada orang tua dan rajin beribadah itu sedang tak sadarkan diri dengan kondisi tubuh hangus berlumuran darah.

Insiden memilukan itu berawal dari Ari terpeleset saat memasang kanopi, lalu gerak refleks tangannya menarik kabel listrik agar tak jatuh ke bawah, tetapi kehendak tanpa disadari terlebih dahulu itu justru membuatnya tersengat aliran listrik tegangan tinggi sehingga  65 persen tubunya mengalami luka bakar cukup serius. 

Luka bakar itu kemudian menimbulkan infeksi yang berpotensi menyebar ke dalam darah. Kecil kemungkinan untuk hidup lebih lama. Salah satunya cara menyelamatkan Ari adalah dokter meski melakukan operasi sebanyak delapan kali. 

Bahkan hancur hati Amrin dan istrinya Barnelis ketika mengetahui dokter terpaksa mengamputasi kaki Ari karena sudah membusuk. Kerusakan kulit akibat luka bakar pun membuat Ari terus menjerit kesakitan. 


Hari-hari Amrin ditemani gelisah sehingga mengalami kecemasan berlebihan. Pria yang sudah uzur ini tambah syok karena kaget di perhadapkan lagi dengan beban biaya operasi Ari yang mencapai Rp200 juta. 

Benar-benar merasa terpuruk. Jangankan Rp1 juta, dalam sehari menghasilkan uang sebanyak Rp100 saja tak mampu. Pasalnya keuntungan dari jualan sembako hanya Rp50 ribu dalam sehari. 

Meski diterpa persoalan itu, tak terbesit sekalipun dalam pikiran Amrin bahwa Allah sedang bersikap tidak adil dengan memberi masalah yang berat lewat apa yang dialami putranya. Dia percaya Tuhan punya rencana yang indah di balik semua persoalan ini. 

Tak dipungkiri walau beban yang ditanggung Amrin dan istri cukup berat, tetapi bisa menjadi ringan jika ada perpanjangan tangan para orang baik yang bersedia  membantu meringankan biaya operasi Ari. 

Orang baik mari kita bantu Bapak Amrin dan Ibu Barnelis berjuang menyembuhkan putranya. Mereka rindu hari-hari masa tuanya bisa bercengkrama bersama Ari seperti dulu lagi.

Bagi kawan-kawan yang ingin membantu begini caranya:

1. Buka laman Kitabisa.com (klik pada tulisan Kitabisa.com)

2. Klik "Donasi Sekarang"

3. Masukkan nominal donasi

4. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Kartu Kredit)

5. Teman-teman akan mendapat laporan via email

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan