https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 October 2021 - 10:18 wib

Guru Honorer 'Nyambi' Tukang Bangunan dan Ojek Curhat ke Nadiem

Empati
berita-headline

Foto Istimewa

Sukardi Malik menceritakan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, mengenai perjalanannya selama 25 tahun mengabdi sebagai guru honorer SMP Negeri 1 Praya Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mengabdi puluhan tahun tanpa kepastian status kerja, gaji yang diterima sebagai guru honorer masih jauh dari kata layak. Dia terpaksa mencari pekerjaan sampingan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Mulai dari pembuat anyaman bambu, tukang bangunan, hingga ojek.

Walau pekerjaan sampingan sangat menguras tenaga, namun rasa capek tak mampu mengendorkan semangat Sukardi untuk terus mengajar dan memberikan pengetahuan bagi para muridnya. Baginya menjadi seorang guru merupakan panggilan jiwa. 

"Saya pernah bekerja di Kalimantan, jadi mandor di kebun. Penghasilannya banyak, tapi batin saya kurang sreg. Rasanya kurang berkah. Beda saat menjadi guru," cerita Sukardi kepada Nadiem Makarim yang menginap di rumahhnya, dikutip dari keterangan Humas Kemendikbudristek, Kamis (7/10/2021).

Usia Sukardi saat ini sudah 50 tahun, tetapi bisa masuk sebagai salah satu satu peserta seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Diharapkan kebijakan ini, memberi kesempatan bagi seluruh guru honorer dari berbagai kategori, salah satunya yang lanjut usia. 

"Kalau bisa tolong ada kebijakan khusus buat guru-guru yang usianya tidak muda," pinta Sukardi kepada Nadiem. 

Kepada Sukardi, Nadiem Makarim berujar, menampung masukan tersebut dan akan memperjuangkan yang terbaik. Dia mengimbau para guru honorer yang mengikuti Seleksi ASN PPPK tetap tenang dan tidak terhasut informasi tidak jelas. Pemerintah sedang berupaya untuk kesejahteraan para guru honorer.

"Sebentar lagi kami akan umumkan kebijakan afirmasi tambahan bagi guru-guru yang sudah senior dan memang layak. Tahun ini pertama kalinya pemerintah membuka kesempatan bagi guru honorer untuk mengikuti seleksi ASN PPPK dalam jumlah yang besar yaitu sampai 500 ribu formasi,” pungkasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Kanal Indonesiana, Solusi Kemendikbud Memajukan Budaya Lokal

Gotong royong pemajuan kebudayaan dilakukan lewat platform Indonesiana yang didukung 
berita-headline

Viral

Soal PTM, Nadiem Curhat Selalu Salah

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menga
berita-headline

Viral

Hari Kesaktian Pancasila Nadiem Singgung Ketimpangan Geografis-Sosiologis

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila mesti dijadikan kesempatan bagi negara guna merancang kesetar
berita-headline

Viral

173.329 Guru Honorer Lulus PPPK Tahap I, Nadiem: Terbesar dan Bersejarah

Sebanyak 173.329 guru honorer lulus menjadi aparatur sipil negara berstatus pegawai pemerintah de
berita-headline

Inersia

Cerita Nadiem Makarim Nginap di Rumah Guru

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim membagikan p