https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   10 October 2021 - 12:27 wib

Memilukan, Kisah Keluarga Lena Tinggal di Gubuk Bekas Kandang Ayam

Kisah keluarga ibu Lena (39) di Gang Kelompok Tani, Desa Mega Timur, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat menjadi perhatian karena ia sekeluarga terpaksa tinggal di gubuk tua, beralaskan tanah dan berdindingkan seng bekas kandang ayam. Empat anaknya tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya.

"Kehidupan keluarga ibu Lena memang sangat memprihatinkan sehingga perlu mendapat perhatian, terutama untuk tempat tinggalnya yang sangat tidak layak," kata Puji salah seorang guru SMPN Pontianak, di Mega Timur dikutip dari Antara, Minggu (10/10).

Ia berharap, kepada pemerintah agar memberikan bantuan berupa perehaban rumah tidak  layak huni.

"Semoga dengan diberitakan oleh teman-teman media, maka pemerintah menjadi mengetahui kalau ternyata ada warganya yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan bantuan," ujarnya.

Sementara itu, Lena menyatakan, suaminya hanya bekerja sebagai buruh lepas (serabutan) dengan penghasilan yang tidak tetap.

Lena dan empat anaknya, yang tertua kelas delapan SMP yang terpaksa putus sekolah karena tidak memiliki biaya, dan yang paling kecil berusia satu tahun empat bulan, tinggal di rumah gubuk berukuran tiga kali tiga meter tersebut.

"Kami tinggal di sini baru dua bulan, dan tanah yang kami dirikan gubuk ini juga punya warga yang prihatin dengan kondisi kami, karena kalau mau ngontrak rumah kami tidak mampu," ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya mencari sayur pakis yang diambilnya di hutan sekitar rumahnya dengan penghasilan sebesar Rp10 ribu/hari, sementara suaminya bekerja sebagai buruh lepas.

"Karena tidak memiliki biaya dua anaknya terpaksa putus sekolah, satu sekolah di tingkat sekolah dasar dan yang tertua tingkat SMP," ungkapnya

Dalam kesempatan itu, dia berharap pemerintah memperhatikan mereka, sementara itu keempat anaknya bisa melanjutkan sekolah sehingga bisa merubah nasib keluarganya agar lebih baik lagi.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Empati

Makan Soto Cukup Bayar dengan Doa

Kondisi keprihatinan terhadap warga yang terdampak pandemi membuat sebuah salon kecantikan di kot
berita-headline

Empati

Peduli Kesehatan 100 Anak, Sinergi WOM-BAZNAS Gelar Khitanan Massal

Sebagai bentuk tanggung jawab social perusahaan khususnya dalam bidang Kesehatan, PT Wahana Ottom
berita-headline

Empati

Cerita Nenek Mirha Hidup Mandiri di Bilik Reyot yang Mau Ambruk

Nenek Mirha sudah berusia 75 tahun. Beliau kini tinggal sendiri, dan menempati bilik rumahnya yan
berita-headline

Empati

70% Harta Pejabat Naik, Nenek Ini Justru Ikhlas Relakan Hartanya

Ketika 70% pejabat kita hartanya naik, ada sosok luar biasa dengan kebaikan hatinya melakukan per
berita-headline

Kanal

Harapan untuk Naufan

Saya tidak mengenal siapa Naufan Fadhil. Belum pernah bertemu. Tetapi Naufan mondok di pesantren