https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 August 2021 - 10:32 wib

Darul Arqam dan Alumni Selalu Ada untuk Naufan

Meski mengalami kesulitan untuk berjalan, namun keinginan remaja 16 tahun itu tidak patah semangat untuk terus mendalami ilmu agama.

Dia adalah Naufan Fadhil, santri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammdiyah Garut, Jawa Barat yang sejak tujuh bulan lalu menderita penyakit Osteosarkoma atau kanker tulang.

Sejak lulus dari sekolah dasar, Anak dari pasangan M. Nasir dan Tejaningsih ini sudah memutuskan untuk menjadi santri dengan alasan ingin lebih memperkaya ilmu agama dan membahagiakan orangtuanya yang tinggal di Garut Selatan.

Tidak ada keluhan apapun selama dirinya menjalani kehidupannya sebagai santri mulai dari tingkat Tsanawiyah. Saat memasuki jenjang SMA atau Aliyah, barulah kaki kanannya kerap merasakan sakit dan nyeri. Bahkan lama-kelamaan kakinya mulai membengkak sampai ia kesulitan untuk berjalan.

Kini santri yang masih duduk di bangku kelas 2 Aliyah itu kemana-mana harus menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan, karena kaki kanannya terus mengalami pembengkakan.

"Kakinya nggak bisa rapet, kalau salat susah," kata Tejaningsih (52), ibunya, saat menceritakan kondisi anaknya kepada Inilah.com.

Dirinya terus berharap untuk kesembuhan Naufan supaya bisa kembali menuntut ilmu dan beraktivitas seperti sebelumnya. "Saya percaya setiap penyakit ada obatnya," ungkapnya.

Saat ini Naufan masih menjalani perawatan di sebuah klinik di wilayah Sukabumi, sedangkan orang tuanya tinggal di Garut Selatan. Karena sang ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.



Alumni Darul Arqam Bergerak
Sejak awal, santri Darul Arqam bersama alumni ikut membantu kesembuhan Naufan, mulai dari mencari rumah sakit ataupun pengobatan alternatif serta melakukan penggalangan dana dari rekan-rekan santri dan para alumni.

Hal tersebut diutarakan oleh Koordinator Ikatan Abituren Darul Arqam (Ikadam) Care, Wildan Kamal atau biasa disapa Umed.

Saat ditanyakan mengenai kondisi Naufan, Umed menjelaskan saat ini Naufan masih menjalani pengobatan di klinik tulang sejak empat hari lalu. Naufan terkendala biaya pengobatan yang angkanya mencapai Rp50 juta.

Melalui video singkat, Naufan menceritakan perihal penyakit yang diderita selama tujuh bulan terakhir dan berharap adanya dukungan atau bantuan dari para donatur untuk kesembuhannya.

Karena itulah Ikadam Care berupaya terus membantu penyembuhan Naufan dengan melakukan penggalangan dana dari para alumni dan para santri sekaligus memberikan semangat untuk kesehatan Naufan.

"Ikadam ikut menyebarkan (informasi) penggalangan dana," katanya.

Umed berharap kepada semua alumni Darul Arqam hatinya tergerak untuk ikut membantu kesembuhan Naufan dengan menyisihkan rezekinya demi meringankan beban biaya pengobatan Naufan

Program 'Bantu Naufan Sembuh dari Osteosarkoma' ini langsung digagas oleh CEO Inilah.com Fahd Pahdepie dengan harapan bisa mengumpulkan uang Rp50 juta dalam satu pekan untuk kesembuhan Naufan.

"Video itu muncul di HP saya, masuk melalui grup alumni. Saya merasakan energi besar dari kesungguhan Naufan. Saya pikir, mimpi-mimpinya tak boleh mati. Kita semua harus membantunya. Kita bergerak bersama bantu Naufan, Bismillah," harapnya.

Donasi yang digalang sejak Kamis (26/8/2021) kemarin, sudah terkumpul mencapai Rp13 juta dari target sebesar Rp50 juta. Mari bantu kesembuhan Naufan melalui kitabisa.com demi cita-citanya memperdalam ilmu agama.

Memberi tidak akan menjadikan anda kekurangan tapi justru sebaliknya, memberi akan membawa perasaan bahagia.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Empati

Bisa Jadi, Sedekahmu yang Melipatgandakan Rezekimu

Jangan pernah tunda sedekahmu. Karena mungkin sedekahmu jadi pembuka pintu rezekimu. Mung
berita-headline

Empati

Ada Pesan dari Sultan: Dengar Naufan Sembuh, Kami Ikut Sembuh

Lengkap sudah kampanye penggalangan dana untuk membantu kesembuhan
berita-headline

Kanal

Harapan untuk Naufan

Saya tidak mengenal siapa Naufan Fadhil. Belum pernah bertemu. Tetapi Naufan mondok di pesantren
berita-headline

Empati

Naufan: Saya Tidak Bisa Beri Apapun Kecuali Balik Mendoakan

Setelah berjalan selama dua pekan, akhirnya donasi untuk Naufan Fadhil (16), santri Pondok Pesant
berita-headline

Empati

Lazismu Siap Diberi Amanah-Sampaikan Amanah

Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) masih terus membuka donasi bagi siapapun