Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Era Ganjar, Tiket Borobudur Lompat dari Rp50 Ribu jadi Rp750 Ribu

Senin, 06 Jun 2022 - 09:34 WIB
Era Ganjar, Tiket Borobudur Lompat dari Rp50 Ribu Jadi Rp750 Ribu
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Sumber:Era.id)

Bagi yang punya rencana plesiran ke Candi Brobudur, siapkan duit yang rada banyakan. Pasalnya, harga tiket masuk melompat dari Rp50.000 menjadi Rp750.000.

Kenaikan harga tiket Candi Borobudur yang berdiri megah di Magelang, Jawa Tengah ini, terjadi di era pemerintahan Gubernur Ganjar Pranowo, kader PDIP yang konon khabarnya bakalan nekat tetap nyapres di Pemilu 2024.

Terkait kenaikan harga tiket masuk Borobudur ini, Gubernur Ganjar mendesak pengelola untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Dia meminta Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur segera mengedukasi masyarakat terkait dengan rencana tiket Rp750.000 per orang untuk wisatawan lokal. Sedangkan untuk wisatawan manca negara (wisman) dikenakan US$100 per orang.

Langkah sosialisasi ini penting untuk menghindari kesalahpahaman. “Untuk naik ke candi kemarin disampaikan agar ada pengelolaan dengan pengendalian melalui tarif, kira-kira begitu,” kata Ganjar di Semarang, Jateng, Minggu (5/6/2022).

Baca juga
Sambut Hari Valentine, CGV Tawarkan Harga Tiket Spesial

Menurut Ganjar, kebijakan tersebut tidak diputuskan begitu saja, namun melalui berbagai aspek yang menjadi pertimbangan. “Salah satunya adalah konservasi Candi Borobudur, yang belakangan mengalami penurunan. Adapun sampai hari ini, wisatawan belum dibolehkan naik ke Candi Borobudur,” ujarnya.

Orang nomor satu di Jateng itu menyebutkan kebijakan tersebut belum diterapkan karena persiapan teknis dan regulasi masih dibahas oleh pihak PT TWC dan Balai Konservasi Borobudur (BKB).

“Sampai dengan hari ini TWC masih akan komunikasi menyiapkan SOP-nya soal regulasinya dengan badan pengelola (BKB), jadi masyarakat tidak perlu terganggu,” katanya.

Di sisi lain, kebijakan baru juga dibahas yakni menurunkan harga tiket masuk kawasan Candi Borobudur yakni untuk pelajar menjadi Rp5.000 dari sebelumnya Rp25.000.

“Sehingga, pada saat nanti mereka butuh edukasi, mereka butuh dalam konteks ilmu pengetahuan, itulah kebijakan yang diambil khusus untuk pelajar,” ujarnya.

Baca juga
Foto: Potret Anggiat Pasaribu Peluk Ibunda Arteria Dahlan di Fraksi PDI Perjuangan Gedung DPR

Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono menjelaskan bahwa tiket seharga Rp750.000 per orang bagi turis lokal hanya untuk menaiki Candi Borobudur, sementara harga tiket masuk kawasan candi masih tetap Rp50 ribu per orang untuk wisatawan Nusantara.

“Sementara itu, itu kan tiket untuk naik ke candi. Tiket regulernya masih tetap sama untuk wisnus Rp50.000, untuk wisman US$25. Hanya tiket untuk ini berlaku cuma sampai pelataran candi saja,” kata Edy.

Ia mengatakan, keputusan harga tiket menaiki bangunan candi sebesar Rp750.000 untuk wisatawan lokal, dan US$100 untuk wisatawan mancanegara ditetapkan melalui rapat koordinasi dengan pemerintah pusat.

Dia menjelaskan, alasan ditetapkannya harga tiket tersebut dikarenakan adanya sistem kuota per hari bagi yang diperbolehkan naik ke atas Candi Borobudur. Pemerintah menetapkan kuota yang diperbolehkan naik ke atas candi hanya 1.200 orang per hari.

Baca juga
Putra KaBIN Budi Gunawan Pimpin Ormas Sayap PDIP

Penetapan kuota tersebut bertujuan untuk melindungi bangunan Candi Borobudur atau konservasi demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya Nusantara.

Edy mengungkapkan, bahwa bangunan Candi Borobudur mulai mengalami penurunan dan pengikisan yang diduga diakibatkan oleh adanya beban berlebih akibat kunjungan wisatawan. [ikh]

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar