Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Era Gubernur Anies, Inflasi Jakarta Terendah dari 6 Provinsi di Pulau Jawa

Jumat, 24 Jun 2022 - 20:10 WIB
Era Gubernur Anies, Inflasi Jakarta Terendah dari 6 Provinsi di Pulau Jawa
Gubernur DKI Anies Baswedan saat melepas ekspor beras asal Indramayu ke Arab Saudi.

Di bawah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kenaikan harga barang khususnya pangan bisa teratasi. Sepanjang Mei 2022, angka inflasinya terendah dari enam provinsi yang ada di Pulau Jawa.

Rendahnya inflasi di Jakarta, berarti harga-harga barang khususnya pangan, cenderung stabil. Kalau pun naik, masih dalam ruang yang wajar. Jelas ini bukan perkara mudah. Lantaran Jakarta bukan penghasil bahan pangan.

Untuk mencukupi kebutuhan perut 11,25 juta jiwa, berdasarkan data Juni 2021 dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Jakarta terpaksa ‘impor’ bahan pangan dari daerah lain. Artinya ada faktor distribusi logistik yang membuat harga di Jakarta lebih tinggi. Tapi semuanya bisa tertanggulangi lewat tangan Gubernur Anies.

Baca juga
Anies: JIS Bukti Indonesia Mampu Membangun Karya Internasional

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, dikutip Kamis (24/6/2022), membeberkan sukses ibu kota dalam menekan angka inflasi cukup berhasil. Hingga Mei 2022, Jakarta mampu menjaga inflasi dalam sasaran target yaitu 2,27 persen (yoy).

Sedangkan untuk inflasi spasial per Mei 2022, Jakarta berada di posisi kedua terendah dari 34 provinsi se-Indonesia. Artinya inflasi Jakarta masih berada dalam rentang target inflasi nasional dan upaya menjaga daya beli warganya, bisa dipertahankan.

Dari sisi nasional, masih kata Sri, Jakarta punya kontribusi besar dalam menjaga inflasi nasional. Dari perhitungan Bank Indonesia (2020) yang menggunakan Survei Biaya Hidup 2018, bobot inflasi Jakarta terhadap nasional, sebesar 27,33 persen.

Baca juga
Usai Subuhan di Jogokariyan Bareng Anies, Jemaah: Calon Presiden

“Pengendalian inflasi di Jakarta menjadi sebuah tantangan, sebab sebagai kota dengan karakteristik konsumen, sekitar 98 persen kebutuhan pangan dipasok dari luar Jakarta, artinya kerja sama antar daerah untuk memastikan ketersediaan stok dan pasokan sangat penting,” kata Sri.

Tahun ini, lanjutnya, inflasi Jakarta cenderung lebih tinggi ketimbang 2021. Seiring membaiknya permintaan yang didorong aktivitas ekonomi yang bertumbuh. Data Badan Pusat Staistik (BPS), tingkat inflasi daerah-daerah di Pulau Jawa pada Mei 2022, sebagian besar berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional, dan berada dalam tren meningkat.

Prestasi DKI Jakarta sebagai provinsi dengan inflasi terendah di Pulau Jawa, merupakan buah dari berbagai upaya kolaboratif yang dilakukan TPID Provinsi DKI Jakarta, serta koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dan pusat, melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), serta TPID daerah lain.

Baca juga
Capres NasDem Bukan dari Internal, Waketum: Jangan Pikir Partai untuk Kader

“Koordinasi ini akan terus kami lanjutkan agar inflasi DKI Jakarta tetap terkendali dan mendukung tercapainya sasaran inflasi nasional sebesar 3 persen ± 1 persen,” kata Sri yang juga Wakil Ketua I TPID Provinsi DKI Jakarta.

 

 

Tinggalkan Komentar