Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Erick Thohir hingga DPR Khawatir dengan Teknologi Metaverse, Ada Apa?

Jumat, 17 Des 2021 - 10:23 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Film Ready Player One Metaverse - inilah.com
Film Ready Player One Metaverse

Era tren hadirnya teknologi Metaverse belakangan menjadi perbincangan, Metaverse disebut memberikan berbagai terobosan inovatif, namun juga membawa sejumlah kekhawatiran tersendiri  pada sektor data pribadi.

Menteri BUMN Erick Thohir baru ini mengungkapkan jika ia ketakutan bicara mengenai metaverse, di mana ada dunia baru tercipta.

Filosofinya, lanjut Erick, juga terkait desentralisasi keuangan di mana kripto menjadi sistem pembayaran.

“Saya liat ini blockchain AI ini lebih serem lagi, saya 3 hari yang lalu diskusi sampai jam 1 pagi sama salah satu mas menteri sama salah satu bekas menteri mengenai metaverse di mana ada dunia baru tercipta, filosofinya juga desentralisasi keuangan, yang payment-nya bitcoin criptocurrency, sistemnya NFT. Nanti kalau saya jelasin 2 hari,” katanya dalam acara Kick Off Indonesia Global Talent Internship (IGTI) 2021, baru ini.

Baca juga
Menteri Erick Cuci Gudang Petinggi BUMN di Akhir Tahun

Sementara itu untuk menanggulangi risiko penyalahgunaan data pribadi akibat teknologi Metaverse Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun tengah menyiapkan ancang-ancang mengantisipasi risiko dari perkembangan metaverse tersebut.

Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan mengatakan semua data pribadi, baik elektronik ataupun non-elektronik, serta agregasinya, akan menjadi subjek dalam RUU Perlindungan Data Pribadi.

“Tinggal nanti diatur apakah metaverse data virtual ini diperbolehkan melakukan targeting kepada audience tertentu atau tidak,” kata Farhan dikutip dari Antara.

Kontroversi metaverse juga sempat dilontarkan mantan CEO Google, Eric Schmidt.

Melalui sebuah wawancara, Eric mengatakan tak menutup kemungkinan teknologi Metaverse akan berkembang di mana-mana tetapi belum tentu jadi baik bagi masyarakat.

Baca juga
Brian Edgar jadi Tersangka Baru Binomo, Tugasnya Rekrut Affiliator

“Dunia akan beralih jadi lebih digital ketimbang fisik. Dan itu belum tentu akan jadi hal yang baik bagi manusia,” ujar Eric.

Ia pun menyebut teknologi AI yang digunakan Meta untuk menjalankan sebagian besar platform-nya dapat menciptakan hubungan tidak sehat dan parasosial.

Tren dan konsep Metaverse sebenarnya sudah muncul sejak lama. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, Metaverse terus mendapatkan popularitas dan menarik perhatian perusahaan teknologi terkemuka.

Sebagai informasi, Metaverse diciptakan untuk menjadi internet masa depan. Orang-orang bisa berkumpul di ruang virtual menggunakan perangkat virtual reality dan augmented reality sehingga terasa seperti bertemu secara langsung.

Tinggalkan Komentar