Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

Erick Thohir Sebut Generasi Muda Terbuka untuk Gunakan Kompor Listrik

Rabu, 21 Sep 2022 - 16:14 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Erick Thohir Sebut Generasi Muda Terbuka untuk Gunakan Kompor Listrik
Menteri BUMN, Erick Thohir/ist

Menteri BUMN Erick Thohir yakin generasi muda akan lebih terbuka terhadap pemanfaatan kompor listrik karena adanya perubahan gaya hidup menuju ecolifestyle.

“Saya yakin generasi muda akan lebih terbuka terhadap kompor listrik karena lebih mudah digunakan,” ujar Erick dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Dia melihat saat ini terjadi perubahan tren gaya hidup generasi muda dari berbagai lini

“Saat ini terdapat tren gaya hidup di mana generasi muda hidup sendiri atau berdua dengan pasangannya di apartemen,” katanya.

Kementerian BUMN dan PLN telah mendorong program kompor listrik di apartemen dan rumah yang dibangun oleh perusahaan-perusahaan BUMN.

Baca juga
Kenangan Erick Thohir di Stasiun Tebet

“Apakah masyarakat lebih luas menginginkan kompor listrik? Hal itu sah-sah saja karena bagian daripada ecolifestyle,” kata Erick.

Terkait dengan kompor gas LPG, Erick mengatakan bahwa pemerintah tidak mungkin langsung menghapuskannya. Hal ini karena masih ada masyarakat yang berada di bawah seperti pedagang asongan yang harus bergantung pada bahan bakar gas.

Infrastruktur serta ekosistem gas LPG saat ini seperti agen gas LPG dan sebagainya yang sudah terbangun sejak lama juga tidak boleh langsung dimatikan, karena merupakan bagian daripada ekonomi Indonesia.

Maka dari itu, ujar Erick, terdapat upaya untuk melakukan konversi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) melalui proses gasifikasi.

Baca juga
Menteri Erick Bentuk Sub Holding PLN untuk Dukung Transisi Energi di Indonesia

“Transisi ini yang perlu kita jaga di mana terdapat keseimbangan antara gas LPG, DME dan kompor listrik,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa
dari per kilogram gas LPG yang dikonversi ke kompor listrik, terdapat penghematan biaya sekitar Rp8.000 per kilogram gas LPG.

“Tentu saja dengan adanya potensi penghematan ini diharapkan dapat mengubah dari yang tadinya menggunakan energi impor menjadi energi domestik,” katanya.

Selain itu program kompor listrik juga diharapkan dapat mengubah energi yang mahal menjadi energi yang murah sehingga terjangkau semua kalangan.

Untuk itulah, PLN mendukung program kompor listrik dengan mempertimbangkan suatu keseimbangan yang merupakan masukan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tinggalkan Komentar