Erick Thohir: Transformasi BUMN Bikin Laba Bersih Naik 356%

Erick Thohir: Transformasi BUMN Bikin Laba Bersih Naik 356% - inilah.com

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut bahwa transformasi BUMN yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini menghasilkan peningkatan kinerja yang membuat laba bersih seluruh perseroan milik negara melonjak 356 persen pada semester I 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kita punya net income tahun kemarin semester I itu Rp6 triliun, kumulatif satu tahun Rp13 triliun, tahun ini semester I sudah Rp26 triliun. Karena apa, karena transformasi, efisiensi,” kata Erick pada Ulang Tahun ke-57 Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan peringatan Hari Pangan Sedunia di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Oleh karena itu, Erick menegaskan pihaknya fokus melakukan transformasi BUMN di sektor pangan pada akhir tahun 2021 hingga tahun depan.

Baca juga  Misteri Listiarini Terjawab, Wanita yang Mundur dari Direksi Pupuk Pilih Berpolitik

Dia menyebut sektor pangan akan dijadikan sebagai penggerak ekonomi Indonesia ke depan melalui transformasi holding BUMN pangan.

Menteri BUMN mengatakan bahwa dirinya tidak segan-segan untuk merombak jajaran direksi dan komisaris di BUMN pangan apabila kinerjanya dinilai tidak memuaskan.

Namun, Erick menegaskan perombakan yang terjadi bukan dikarenakan faktor suka tidak suka secara personal, melainkan dinilai dari kinerja dan komitmen perorangan dalam mengembangkan perusahaan.

“Saya akan sangat serius memantau pangan satu tahun ke depan. Dan mohon maaf, yang tidak ikut transformasi pastinya akan saya bongkar, akan saya ganti. Dan ini sudah terjadi di banyak BUMN, jadi nggak kaleng-kaleng ngomongnya, saya pastikan saya ganti. Tapi bukan karena suka dan tidak suka,” ujarnya.

Baca juga  Selain Garuda dan BUMN Karya, Perusahaan Pelat Merah Ini dalam Ancaman

Erick membuktikan dari 20 jajaran direksi BUMN yang diundang untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo kemarin (18/10/2021), 40 persennya merupakan direksi yang dipilih oleh menteri sebelumnya dan tidak diganti karena kinerjanya yang baik.

“Dari 20 BUMN, 30 sampai 40 persen leadership yang dipilih oleh menteri sebelumnya. Tidak saya ubah. Karena kita manage sesuatu bukan karena suka dan tidak suka, tapi hasilnya yang saya lihat,” kata Erick.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Erick mengatakan dirinya telah menjalankan transformasi BUMN dengan perampingan perusahaan yang dinilai terlalu banyak jumlahnya dan memfokuskan bidang usaha yang sebelumnya tidak efisien.

Baca juga  La Nyalla: Jadikan Sepakbola Inspirasi untuk Mencapai Tujuan Amandemen Konstitusi

Erick berfokus pada transformasi human capital dengan mengganti jajaran direksi yang berkinerja buruk dengan yang lebih baik, agar sejumlah perusahaan BUMN bisa menghasilkan keuntungan bagi negara.

“Di mana BUMN ini terlalu besar sehingga sulit diawasi. Lalu juga terlalu banyak bisnisnya, sehingga tidak ada fokusnya. Dan juga human capital-nya tidak mungkin kita bertransformasi secara bisnis model ataupun jenis usaha tanpa ada transformasi human capital,” katanya.

Tinggalkan Komentar