Erick Thohir Ungkap Potensi Pelita Air yang Digadang-gadang Gantikan Garuda Indonesia

Erick Thohir Ungkap Potensi Pelita Air yang Digadang-gadang Gantikan Garuda Indonesia - inilah.com
ist

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka-bukaan terkait rencana pengembangan maskapai Pelia Air. Pelita Air digadang-gadang akan menggantikan posisi Garuda Indonesia yang terancam bangkrut.

“Pelita Air bisa dikembangkan, asal jangan ikut gaya-gayaan ke luar negeri,” kata Erick, Senin (25/10/2021).

Erick menyebut, salah satu penyebab Garuda Indonesia terjerat hutang hingga Rp70 triliun akibat menggarap pasar Internasional. Erick menilai Garuda Indonesia telah terjerumus ke bisnis yang tidak sehat.

“Karena penerbangan ke luar negeri itu bisa mengakibatkan tidak sehat dalam beroperasi,” ujar Erick.

Kementerian BUMN terus mengawal proses restrukturisasi di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Bos Mahaka Grup itu mengatakan, salah satu penyebab hutang Garuda menggunung yaitu akibat kesepakatan harga pesawat dari perusahaan lessor atau menyediakan armada pesawat dengan skema sewa.

Baca juga  Indonesia Punya Kesempatan Lolos Secara Kompetitif ke Piala Dunia FIBA 2023

Pelita Air Service (PAS) disebut-sebut sebagai pengganti layanan penerbangan berjadwal menggantikan Garuda Indonesia.

Pelita Air merupakan anak usaha dari PT Pertamina (Persero). Saat ini, PAS hanya melayani penerbangan charter.

Sebagai salah satu perusahaan operator pesawat charter terbesar di Indonesia, Pelita Air juga telah memiliki bandara sendiri, yakni Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Dikutip dari laman resmi perusahaan, Senin (25/10/2021), Pelita Air Service berdiri sejak tahun 1963 dan tahun 1970 berdiri secara resmi ketika Indonesia booming minyak. Meraup keuntungan besar dari lonjakan produksi dan kenaikan harga minyak dunia, Pertamina mendirikan banyak anak perusahaan, salah satunya Pelita Air Service. PAS dibentuk untuk menggantikan divisi udara Pertamina, Pertamina Air Service.

Tinggalkan Komentar