Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Erina Jalani Prosesi Siraman dengan Air yang Berasal dari 7 Sumber

Jumat, 09 Des 2022 - 17:45 WIB
siraman Erina
Erina Gudono didampingi kakak dan ibunda dalam acara pengajian menuju pernikahan (8/12/2022) (Dokumentasi: instagram @erinagudono).

Hari ini, Jumat (9/12/2022) putra bungsu Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep menjalani rangkaian prosesi siraman sebelum menjalani pernikahan dengan wanita pilihannya, Erina Gudono. Tradisi siraman merupakan bentuk pembersihan diri bagi calon pengantin sebelum menikah.

Air siraman ini berasal dati tujuh sumber mata air. Tujuh sumber mata air itu di antaranya, air dari Masjid Panepen Kraton Yogyakarta, Dalem Puro Paku Alam, Puro Mangkunegaran, Kediaman Presiden Jokowi, Kediaman ibu Gudono, Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta, dan air zamzam dari Tanah Suci Mekah.

Air ini juga dicampur dengan bunga setaman, dan air kelapa muda hijau yang merupakan lambang cinta yang tulus.

Di kediaman Erina di Sleman, prosesi siraman tersebut dilakukan oleh 10 perempuan. Urutan siraman dimulai dari ibu Erina, GKR Hemas (istri Sultan Hamengkubuwono X), GKBRAy Atika Purnomowati (istri Paku Alam X), Siti Faridah Pratikno (istri Mensesneg Pratikno), Sutati Muhaimin, Zulaikha Surenggane, dan Nyai Hj Fatimatuz Zahro.

Pada prosesi siraman ini, harapannya kedua mempelai dapat memiliki beberapa sifat-sifat yang baik, yaitu selalu mendapatkan pertolongan dari Allah, selalu mendapat nasihat yang baik, mendapat pertolongan, keikhlasan atau ketulusan, lelabuhan yang baik, dan memiliki keturunan yang baik.

Baca juga
Kaesang Mau Terjun ke Politik, Demokrat Tak Terkejut Sudah Memprediksi

“Tujuh, dari kata pituduh, pitutur, pitulungan, pitulus, pitukon, lan piturun. Dicampur dengan bunga setaman. Harapan agar kedua mempelai selalu dengan sifat-sifat kautaman,” kata penata acara saat memandu prosesi siraman, Jumat (9/12/2022).

Setelah prosesi siraman, kemudian dilaksanakan muloni atau mengalirkan air klenting. Lalu dilanjutkan dengan mecah pamor atau memecah kendi berisikan air siraman. Pecah air kendi ini berarti calon mempelai telah pecah pamornya.

Setelah itu dilanjutkan dengan prosesi potong rikma atau memotong rambut Erina. Selanjutnya, ibu dan kakak laki-laki Erina, Allen Adam Rinaldy Gudono sebagai wali, berjalan membimbing Erina ke kamar pengantin.

Kemudian prosesi dilanjutkan dengan potong tumpeng, tanem rikma atau menanam rambut Erina dan Kaesang yang telah dipotong. Terakhir adalah prosesi dulangan, lalu melepas ayam srana.

Baca juga
Sinyal Jokowi untuk Ganjar, PDIP Tunggu Instruksi Megawati

Sebelum prosesi siraman, kedua mempelai telah melakukan serangkaian prosesi pernikahan adat Jawa.  Rangkaian tersebut ialah :

Sungkeman

Sebelumnya, Erina menjalani prosesi sungkeman. Erina meminta restu kepada ibunda, dan dua kakaknya, Allen Adam Rinaldy Gudono dan Nadya Sofia Gudono. Selain itu Erina juga sungkem dengan istri Sultan Hamengkubowono X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, dan istri Paku Alam X, Kanjeng Gusti Bendara Raden Ayu (KGBRAy) Atika Purnomowati.

Langkahan

Erina Gundono juga menjalani prosesi langkahan. Sebab, Erina Gundono melangkahi dua kakaknya yang belum menikah. Tradisi Jawa ini merupakan bagian khusus ketika adik ‘melangkahi’ kakanya dengan menikah terlebih dahulu. Selain itu, prosesi ini juga memiliki makna penghormatan kepada sang kaka dan diperbolehkan meminta apa saja sebagai syarat pelangkah yang akan disediakan calon pengantin.

Pemasangan Bleketepe Tuwuhan

Bleketepe merupakan anyaman dari daun pohon kelapa. Bele memiliki arti tempat sedangkan Katapi berasal dari kata tapi yang memiliki arti memisahkan kotoran kemudian dibuang. Dengan begitu Bleketepe memiliki arti orang tua pengantin yang mengajak pasangan pengantin untuk menyucikan diri. Pemasangan bleketepe ini sebagai tanda keluarga akan menggelar hajatan. Selain itu, Bleketepe juga memiliki simbul sebuah pengharapan.

Baca juga
Airmas Group Jadi Wadah Pengadaan Barang dan Jasa Sesuai TKDN

Setelah melakukan serangkaian adat ini, malam nanti akan dilaksanakan Midodareni. Tradisi ini memiliki makna sebagai malam ‘pangarip-arip’ yaitu malam terkahir masa lajang bagi kedua mempelai. Kemudian pada besok, Sabtu 10 Desember 2022, Kaesang dan Erina akan melaksanakan akad nikah. Selanjutnya, pada Minggu 11 Desember 2022, keduanya akan menggelar Ngunduh Mantu yang bertempat di Loji Gandrung yang berlokasi di kawasan Laweyan, Solo .

Tinggalkan Komentar