Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

F1: Max Verstappen Berpeluang Kunci Gelar Juara di GP Arab Saudi

Kamis, 02 Des 2021 - 05:56 WIB
Max Verstappen inilah.com
Max Verstappen (foto: Redbull.com)

Max Verstappen punya peluang untuk mengunci gelar juara dunia Formula 1 akhir pekan ini saat ajang balap jet darat itu menuju ke Arab Saudi untuk pertama kalinya.

Keunggulan delapan poin memisahkan Verstappen dan juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton di klasemen setelah 20 balapan berjalan dan dua balapan tersisa musim ini.

Sirkuit Jeddah Corniche memiliki sejumlah skenario apabila sang pembalap Red Bull asal Belanda itu ingin segera merebut gelar juara dunia.

Sebagai pemuncak klasemen Verstappen diuntungkan meski Hamilton dan Mercedes mempunyai paket mobil yang lebih kuat di dua balapan sebelumnya.

Verstappen akan perlu mencetak 18 poin lebih banyak dari Hamilton di Jeddah untuk mengunci titel, karena dengan itu dia bakal melebarkan jarak dari sang pembalap Inggris menjadi 26 poin menuju balapan penutup musim di Abu Dhabi.

Apabila Verstappen finis peringkat tiga atau lebih rendah di Jeddah, perebutan gelar juara dunia akan ditentukan di Yas Marina satu pekan berselang.

Jika Verstappen finis posisi dua besar, maka posisi finis Hamilton akan menentukan.

Baca juga
F1: Max Verstappen Juarai GP Azerbaijan, Perkokoh Posisi Pemuncak Klasemen

Kemenangan dengan lap tercepat bagi Verstappen berarti Hamilton harus finis lima besar supaya menjaga asa perebutan gelar tetap terbuka, sedangkan kemenangan tanpa satu poin lap tercepat bagi sang pembalap Red Bull maka Hamilton butuh finis posisi enam besar.

Apabila Verstappen finis runner-up dengan lap tercepat, Hamilton setidaknya harus mencetak dua poin, atau posisi sembilan besar, dan apabila Verstappen finis kedua tanpa lap tercepat, maka ia akan menjadi juara dunia jika Hamilton gagal mencetak poin.

“Saya tahu akan sulit menuju akhir, tapi saya rasa itu bagus, itu membuatnya tetap menarik,” kata Verstappen.

Verstappen Hamilton

Di samping rivalitas kedua pmebalap, persaingan sengit antara Mercedes dan Red Bull dalam perebutan gelar juara konstruktor juga semakin memanas.

Setelah Qatar, Red Bull mendekati Mercedes yang kini terpaut lima poin. Agar Mercedes merebut titel konstruktor pekan ini maka mereka harus mengantongi keunggulan 40 poin dari Red Bull, yang berarti kedua pebalap setidaknya harus finis pertama dan ketiga, atau lebih baik.

Baca juga
Indonesia Masters 2022 Makan Korban, Juara Dunia Keok di Babak Pertama

“Mobil kami tampil baik akhir-akhir ini dan mungkin performa terbaiknya sepanjang musim ini, dengan para pebalap percaya diri untuk mendorong batasnya,” kata bos tim Mercedes Toto Wolff di laman resmi tim.

“Itu membuat semangat menuju balapan-balapan terakhir dan memberi kami momentum untuk melangkah ke depan.”

Sementara itu, Valtteri Bottas berpeluang merebut peringkat tiga klasemen apabila ia meraih 13 poin lebih banyak dari Sergio Perez di Jeddah.

Saat Red Bull dan Mercedes memiliki pertarungan mereka sendiri, Ferrari sementara itu semakin dekat untuk mengamankan peringkat tiga konstruktor dengan bekal keunggulan 39,5 poin dari McLaren.

Tim asal Italia itu perlu meraup lima poin lebih banyak dari McLaren akhir pekan ini untuk mengamankan posisinya.

Sirkuit baru di Formula 1

Berlokasi 12 kilometer di utara kota pelabuhan dan pesisir Laut Merah, Sirkuit Jeddah Corniche merupakan trek yang sama sekali baru yang akan dihadapi seluruh tim akhir pekan ini.

Baca juga
Pebalap Muda China Ini Tak Mau Cuma Jadi Pelengkap di Formula 1

Tidak seperti Sirkuit Losail di Qatar, sirkuit Jeddah itu dibangun khusus untuk menggelar F1.

Trek tersebut akan menjadi sirkuit jalan raya tercepat yang ada di kalender F1, serta terpanjang kedua setelah Spa-Francorchamps.

Dengan 27 tikungan, Sirkuit Corniche juga akan menjadi trek yang memiliki tikungan terbanyak di kalender tahun ini.

Mobil dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 248 km/jam dan kecepatan puncak mencapai 320 km/jam di balapan malam sirkuit jalan raya Kota Jeddah tersebut.

“Jeddah merupakan tantangan yang sama sekali baru, trek yang sama sekali baru untuk dipahami… mengumpulkan informasi sebanyak mungkin di sesi-sesi awal akan sangat vital,” kata Wolff.

Tinggalkan Komentar