Facebook Sebut Habib Rizieq Masuk Daftar Hitam Teroris

Facebook Sebut Habib Rizieq Masuk Daftar Hitam Teroris - inilah.com
(ist)

Facebook menanggapi beredarnya daftar hitam berisi orang dan
organisasi berbahaya di dunia, termasuk di Indonesia. Facebook
mengatakan daftar tersebut merupakan sebuah aturan yang mereka lakukan
untuk melarang adanya teroris, kelompok kebencian, atau organisasi
kriminal dalam platform mereka.

“Kami memiliki aturan yang
melarang teroris, kelompok kebencian, atau organisasi kriminal
menggunakan platform kami dan menghapus konten yang memuji, mewakili,
atau mendukung mereka kapan pun kami menemukannya,” ujar Juru Bicara
Facebook Indonesia saat dihubungi INILAHCOM, Jumat (15/10).

Dalam
proses penghapusan konten, Facebook mengatakan mengandalkan teknologi
dan sistem pelaporan yang digunakan menggunakan alat khusus.

“Untuk
menegakkan aturan ini, kami memiliki tim yang terdiri dari lebih dari
350 spesialis yang berfokus untuk menghapus organisasi ini dari platform
kami dan mencari ancaman yang muncul. Sementara kami melarang ribuan
organisasi, termasuk lebih dari 250 kelompok supremasi kulit putih, di
bawah aturan ini, kami juga memperbarui daftar ini saat yang baru
muncul,” ujarnya.

Baca juga  Bertemu di KTT G20, Jokowi Tunggu Kedatangan Erdogan ke Indonesia

Diketahui dalam daftar itu ada sejumlah
organisasi dan nama tokoh di Tanah Air. Salah satu di antaranya adalah
Habib Rizieq Shihab, pentolan organisasi terlarang Front Pembela Islam
(FPI).

Dalam dokumen setebal 100 halaman yang diungkap The
Intercept, Facebook memiliki daftar hitam berisi sekitar 4000 organisasi
dan orang yang dinilai berbahaya.

Di antara daftar itu ada
beberapa organisasi di Indonesia seperti FPI dan Forum Umat Islam.
Sementara itu sejumlah eks pentolan FPI juga masuk di dalamnya, seperti
Rizieq Shihab dan Novel Bakmumin.

Adapun dokumen tersebut, yang
disusun ulang The Intercept berdasarkan daftar asli milik Facebook,
berisi nama orang atau organisasi, kategori, kawasan tempat
orang/organisasi itu beroperasi, tipe organisasi, afiliasi, dan pihak
yang menetapkan orang/organisasi tersebut dalam kategori berbahaya.

Baca juga  Facebook Siapkan Fitur Langganan Grup dan Monetisasi

Menurut
The Intercept daftar hitam Facebook ini digunakan untuk menyensor
konten dan akun yang berafiliasi dengan organisasi atau orang yang masuk
dalam daftar tersebut. Facebook sendiri tidak pernah transparan soal
daftar itu dan bagaimana daftar hitam tersebut disusun.

Di
Indonesia publik sudah mafhum bahwa jika mengunggah kata seperti FPI dan
Habib Rizieq Shihab di Facebook maka konten tersebut akan dihapus atau
disensor.

Dihubungi terpisah juru bicara Persaudaraan Alumni 212
(PA 212) Novel Bamukmin  mengatakan kejadian pemblokiran konten Rizieq
oleh Facebook dan Instagram bukan yang pertama kali.

Bahkan Novel mengklaim konten berbau Front Pembela Islam dan 212 juga masuk daftar blokir Facebook maupun Instagram.

Baca juga  Bangkrut, Tak Ada Lagi Klub Chievo Verona di Serie-A

Instagram Beri Tanggapan Penghapusan Foto Rizieq ShihabUnggahan foto poster dengan wajah Rizieq Shibab yang dihapus Instagram.

“Kejadian
ini bukan baru kali ini, semua yg berbau FPI, 212 langsung diblokir
dari Facebook dan Instagram. Termasuk saya sudah tidak bisa menggunakan
Facebook atas nama dan foto saya dan ini kami dari FPI,” ungkap Novel.

Tinggalkan Komentar