Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Fakta Racun Arsenik Penyebab Kematian Satu Keluarga di Magelang

Rabu, 30 Nov 2022 - 22:09 WIB
Arsenik
ilustrasi arsenik- istock

Racun Arsenik merupakan racun yang dikenal sebagai raja segala racun. Alasannya, dalam sejarah dunia, racun ini digunakan oleh orang kerajaan ataupun rakyat jelata. Arsenik tidak memiliki bau dan tidak berwarna.

Seperti seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib yang tewas dengan cara diracun menggunakan arsenik saat berada di dalam pesawat dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda pada September 2004 lalu.

Berbicara tentang pembunuhan dengan menggunakan racun, saat ini polisi juga tengah mengusut kasus tewasnya satu keluarga di Magelang. Mereka terdiri dari ayah, ibu dan anak perempuan yang ditemukan tewas di dalam rumah di desa Mertoyudan, Magelang Jawa Tengah, Senin (28/11/2022).

Diduga, para korban tewas setelah diracun oleh Dhio Daffa Syadilla (22), anak kedua keluarga tersebut dengan cara mencampurkan racun ke kopi dan teh yang selanjutnya diberikan kepada kedua orang tua dan kakaknya. Hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus pembunuhan tersebut.

Baca juga
Kematian Bruce Lee Kemungkinan Hiponatremia, Bisa Terjadi pada Kita?

Diketahui, arsenik merupakan senyawa kimia yang biasanya digunakan dalam industri pertambangan (batubara), industri pestisida, hingga racun tikus.

Selain mematikan, arsenik juga sulit terdeteksi lantaran tidak berbau, berwarna, dan tidak memiliki rasa ketika tertelan, menjadikan racun arsenik sangat berbahaya.

Berikut fakta arsenik yang mematikan, mengutip dari beberapa sumber.

1. Berasal dari Kerak Bumi

Arsenik adalah senyawa kimia yang berasal dari kerak bumi secara alami. Air, udara dan tanah juga terdapat zat arsenik. Selain itu, mengutip dari alodokter racun arsenik juga digunakan untuk keperluan pertambangan, termasuk tambang batu bara dan peleburan tembaga.

Zat beracun ini juga terdapat dalam sektor industri seperti pengolahan kaca, tekstil, cat, pengawet kayu hingga amunisi. Sementara itu dalam sektor pertanian, juga menggunakan senyawa ini  sebagai bahan campuran untuk membuat pupuk dan pestisida.

Baca juga
Dua Hari sebelum Pembunuhan Brigadir J, Sambo dan Putri Candrawathi Suapi Para Ajudan

2. Dampak bagi Kesehatan

Racun arsenik yang masuk dalam tubuh akan menimbulakan dampak yang berbeda, tergantung dari dosis dan waktu paparannya. Namun, jika paparan arsenik yang masuk kedalam tubuh sangat kecil maka tidak berdampak serius pada kesehatan tetapi dalam jumlah sedang atau besar akan menimbulkan keracunan. Berikut gejalanya.

– Gangguan pencernaan, seperti nyeri perut, mual, muntah dan diare
– Kram otot
– Gangguan pada otak, seperti sakit kepala, kejang, delirium dan koma
– Sesak napas
– Detak jantung tidak teratur
– Kesemutan di jari tangan dan kaki
– Kulit merah dan bengkak
– Urin berwarna gelap atau kehitaman
– Dehidrasi

Selain itu, jika dalam jangka panjang mengalami keracunan arsenik, gejalanya seperti berikut:
– Kulit menjadi kemerahan atau lebih gelap
– Munculnya benjolan di kulit yang menyerupai kutil
– Pembengkakan pada kulit
– Munculnya garis-garis putih pada kuku jadi
– Kerusakan jantung, hati, ginjal dan saraf

Baca juga
Inilah Para Tokoh Dunia yang Berpulang pada 2022

3. Mengakibatkan Kematian

Pada ibu hamil, arsenik dapat menyebabkan bayi yang sedang mengandung meninggal atau lahir dalam keadaan cacat. Selain itu sejumlah studi mengungkapkan orang yang lama terpapar racun arsenik dalam dosis sedang berisiko mengalami komplikasi seperti penyakit gula, penyakit jantung hingga aknker.

Tak hanya itu, orang yang sudah terpapar arsenik dalam jangka panjang dan tidak segera mendapatkan pertolongan, keracunan arsenik dapat menyebabkan kematian.

Tinggalkan Komentar