Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Faktor Lingkaran Orang Kepercayaan Kapolri Diduga Hambat Pengusutan Kasus Brigadir J

Rabu, 27 Jul 2022 - 08:40 WIB
0723 041457 E927 Inilah.com  - inilah.com
Brigadir J alias Nopryansyah Yoshua Hutabarat (kanan) semasa hidup saat berpose bersama Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Foto: Istimewa

Pengusutan kasus kematian Brigadir J alias Nopryansyah Yoshua Hutabarat di rumah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dinilai berjalan lamban. Padahal, banyak pihak memandang polisi seharusnya tidak sulit menyingkap tabir kematian Brigadir J yang sarat akan kejanggalan tersebut.

Menurut mantan Kepala Bidang Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora, salah satu alasan  belum terungkapnya kasus ini menyangkut faktor lingkaran orang kepercayaan Kapolri. Faktor ini kemudian dipandang menjadi penghambat pengusutan kasus kematian Brigadir J.

“Orang-orang yang dekat dengan Kapolri. Artinya apa, Ferdy Sambo dipercaya oleh Kapolri. Sehingga sulit kita tidak berpikir (tentang dugaan keterikatan) dan akibatnya  penyidikannya jadi kayak gini, tidak transparan, lamban gitu ya,” kata Nelson kepada Inilah.com, Selasa (26/7/2022)

Nelson berpendapat, terdapat kemungkinan Ferdy Sambo akan meminta perlindungan dari Kapolri. Kemungkinan ini turut berpeluang menyebabkan pengusutan kasus tewasnya Brigadir J menjadi lamban.

Baca juga
Kembali Dipanggil Polisi Terkait DNA Pro, Ivan Gunawan Enggan Berkomentar

Menurut Nelson, polisi sepatutnya sudah bisa menangkap pelaku penembakan. Sebab, penanganan kasus ini sudah hampir berjalan tiga pekan. Dengan begitu, spekulasi masyarakat menyangkut kematian Brigadir J di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo tidak semakin meluas.

“Masa mengungkap kasus ini saja tiga minggu, lama sekali. Siapa yang sudah ditahan, bukti-buktinya apa saja? Mengapa lama sekali nunggu gitu,” sesal Nelson.

Ia mengakui, ada institusi lain di luar Polri yang turut mengambil peran guna mengungkap misteri kematian Brigadir J. Sebagai contoh, ujar Nelson, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Namun, dia melihat, kewenangan Komnas HAM terbatas, yakni hanya tahap penyelidikan saja

Baca juga
Transparansi Polri Usut Kasus Brigadir J Hanya Klaim, Saksi yang Diperiksa Tak Diketahui

“Komnas HAM itu  cuma bisa melakukan penyelidikan. Apakah suatu peristiwa itu pelanggaran HAM atau bukan,” terang Nelson.

Di sisi lain,  ujar Nelson menambahkan, pengusutan oleh Polri saat ini seluruhnya dilakukan oleh personel kepolisian. Nelson pun meragukan, pengusutan ini bakal objektif.

“Bagaimana kemudian kasus ini bisa efektif gitu ya, bisa menelisik perkara ini seobjektif mungkin, sedangkan yang melakukan adalah polisi semua,” kata Nelson.

Sementara, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah saat dikonfirmasi enggan berkomentar mengenai dugaan orang lingkaran Kapolri menjadi faktor yang menyebabkan lambannya pengusutan kasus kematian Brigadir J.

“Mohon maaf tidak ada yang bisa kami sampaikan terkait hal tersebut,” kata Nurul.

Baca juga
Lima Anggota Polri Siap Bersaksi di Sidang Etik Ferdy Sambo

Menurut keterangan polisi, Brigadir J tewas dalam baku tembak setelah melecehkan dan menodongkan senjata ke istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, Jumat sore (8/7/2022). Brigpol J meregang nyawa oleh peluru yang keluar dari pistol Bhayangkara Dua (Bharada) E, ajudan Irjen Ferdy Sambo. Saat kejadian, Irjen Pol Ferdy Sambo disebut sedang tidak ada di rumah.

Tinggalkan Komentar