Fashion Muslim Indonesia Diprediksi Makin Meroket di 2022

Fashion Muslim Indonesia
Dokumentasi INILAH.COM/Mia Umi Kartikawati

Ali Charisma menjelaskan mimpi besar dari fashion Muslim di Indonesia. Dia mengungkapkan bahwa fashion Muslim Indonesia  masih terus meroket bahkan di tahun 2022.

“Masyarakat Indonesia itu hampir 300 juta dan mayoritas Muslim. Gaya busana muslim sangat beragam. Dari yang masih pemula sampai yang baju syar’i. Di sisi lain ada target pasar yang kita penuhi. Makanya ada banyak ajang gelaran fashion di Indonesia,” kata Ali Charima, National Chairman Indonesia Fashion Chamber, ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, ditulis, Jumat, (17/12/2021).

Masih menurut Ali, Indonesia memiliki ragam desainer khandal yang memiliki ciri khas. Dia juga menjelaskan desainer seluruh Indonesia punya koleksi unik yang layak untuk dijual.

Baca juga  Lahir, Tidak Semua Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan Perlihatkan Gejala

“Kita bergandengan dengan Kementerian dan lainnya untuk memajukan fashion Indonesia. Semuanya kita boosting, dan akhirnya lewat fashion bisa terus mengembangkan usaha-usaha lainnya terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” tambahnya.

Fashion Muslim Indonesia Brand Mukena Zianisa bangkit di kala pandemi

Seperti yang diketahui bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak pandemi COVID-19. Akibatnya banyaknya tenaga kerja dari UMKM yang terpaksa dirumahkan. Meski demikian, masih ada peluang bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan berkembang di tengah kondisi new normal ini.

Brand Manager Zianisa Dyah Amalia mengatakan, pihaknya terus menggali segala potensi untuk berjuang dikondisi sulit ini.

Baca juga  Pasien Terinfeksi COVID-19 di Aceh Tersisa 49 Orang

“Kami berupaya untuk tidak mengurangangi jumlah tenaga kerja. Bahkan terpacu untuk bisa mempertahankan usaha lokal ini,” ungkap Dyah.

Fashion Muslim Indonesia
istimewa

Menurut Dyah, pelaku UMKM harus beradaptasi dengan kondisi saat ini. Jika sebelumnya penjualan terfokus kepada offline, kini harus bisa beralih dan bisa berdaptasi dengan penjualan secara online.

“Seiring meningkatnya digitalisasi, e-commerce menjadi peluang yang paling menjanjikan saat ini,” ujar Dyah.

Dyah mengakui, memaksimalkan layanan yang ditawarkan platform e-commerce bukanlah hal yang mudah. Upaya kerjasama mendidik UMKM dalam menggunakan layanan digital masih menjadi tantangan, dengan membangun kerjasama antara UMKM dengan para Relation Manager e-commerce menjadi hal yang paling dibutuhkan.

Baca juga  Salip Vietnam, Pengguna Nama Domain .id Terbanyak di ASEAN

Terbukti dengan adanya Mukena Zianisa menjalin relasi dengan beberapa platform e-commerce membuat SDM yang ada dalam Mukena Zianisa mendapatkan beberapa pelatihan dari pihak e-commerce tersebut.

Pengaplikasian pelatihan yang diterima dari para pihak e-commerce tersebut adalah wujud dari upaya Mukena Zianisa untuk mengembangkan kemampuan SDM serta memajukan bisnis lokal tersebut.

Alhasil, Mukena Zianisa berhasil mengembangkan SDM yang memiliki skill serta mental yang tangguh dikala pandemi dengan memberikannya pelatihan-pelatihan. Baik pelatihan dari sisi leadership hingga pelatihan dari ilmu pemasaran secara digital. Pelatihan yang diberikan berupa pelatihan secara online yang diikuti oleh setiap karyawan yang mumpuni dibidangnya.

Tinggalkan Komentar