Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Festival Bau Nyale 2022 jadi Momentum Kebangkitan dan Kepulihan

Festival Bau Nyale 2022
Kemenparekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap perhelatan Festival Bau Nyale 2022 dengan tema Spirit of Mandalika dapat menjadi momentum kebangkitan dan kepulihan ekonomi masyarakat NTB.

Festival Bau Nyale yang termasuk ke dalam rangkaian acara Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf/Baparekaf merupakan tradisi turun temurun dari masyarakat dari Suku Sasak.

Antusiasme masyarakat sangat besar dan menyambut dengan meriah, lantaran festival tahunan ini sempat ditiadakan semenjak pandemi COVID-19 melanda.

“Setelah absen beberapa saat event daerah, kini mulai digeliatkan. Dan mudah-mudahan event ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi kita. Festival Bau Nyale 2022 dengan tema Spirit of Mandalika ini kita harapkan juga sebagai momentum persiapan kita menghadapi MotoGP sebagai pra-event,” kata Sandiaga, seperti yang inilah.com kutip dari siaran pers, Senin, (21/02/2022).

Kisah festival Bau Nyale

Festival Bau Nyale ini memiliki legenda yang sangat menarik. Dikisahkan ada seorang putri dari seorang raja ternama di Lombok yang bernama Mandalika. Putri Mandalika ini memiliki paras yang cantik dan perilaku yang terpuji, tak ayal jika banyak raja muda yang terpikat dengan kecantikan dan keanggunannya.

Baca juga
Rayakan Tahun Kedua, Mangkokku Komitmen Lestarikan Kuliner Indonesia

Akan tetapi, Putri Mandalika tidak ingin ada pertumpahan darah dan ingin menjaga kerukunan masyarakat, maka dari itu ia tidak memilih siapapun dan menenggelamkan diri di tengah samudera. Setelah kepergian sang Putri, muncul cacing warna-warni dengan jumlah yang cukup banyak di pantai tempat Putri Mandalika hilang, cacing itu kemudian disebut nyale. Sementara bau berasal dari bahasa Sasak yang berarti menangkap.

Semenjak saat itu, cacing warna-warni tersebut dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika yang ingin memberikan kegembiraan kepada masyarakat. Sehingga, peristiwa tersebut dijadikan sebagai tradisi turun-temurun berupa kebiasaan masyarakat untuk menangkap cacing-cacing laut di pantai. Untuk pemilihan tanggal Festival Bau Nyale para warga harus bermusyawarah dengan tokoh-tokoh adat setempat.

Baca juga
Capai Vaksinasi Tertinggi, Kepulauan Seribu Layak Buka Kembali Sektor Pariwisata

“Festival ini merupakan tradisi turun-temurun dari masyarakat Sasak Lombok yang harus kita lestarikan dan ini juga tradisi untuk menangkap cacing nyale, cacing laut warna warni yang muncul sekali setahun di pantai selatan Lombok,” kata Menparekraf.

“Ini betul-betul adalah Spirit of Mandalika dan memotivasi kita semua untuk bangkit, berkolaborasi, membuka kembali geliat ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan dengan tentunya memberikan keberkahan bagi masyarakat setempat,” lanjutnya.

Dikatakan Menparekraf Sandiaga, pihaknya akan terus mendorong event-event nasional agar dapat menarik lebih banyak wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara untuk berkunjung. Sehingga, gelaran event ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ini adalah bentuk dari keberpihakan kita agar kebangkitan ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat Lombok Tengah dan NTB. Serta memberikan sinyal agar pemerintah berkolaborasi dengan pelaku UMKM, tadi kita juga lihat produk ekrafnya ditampilkan dan kekuatan cerita dari Putri Mandalika ini juga bisa memberikan makna agar pemerintah hadir berpihak kepada masyarakat setempat,” ucap Sandiaga.

Baca juga
Jajal Sirkuit Mandalika, Jokowi: Kalau untuk Pembalap Mungkin Enggak Masalah, Tapi Saya?

“Dan harapannya Pesona Festival Bau Nyale terus menjadi kebanggaan kita dan tampil maksimal dari tahun ke tahun,” lanjutnya.

Tidak lupa, Menparekraf Sandiaga  juga terus mengimbau kepada masyarakat khususnya pelaku UMKM, agar aktif dalam mengambil peluang dari event-event internasional yang akan diselenggarakan di Mandalika.

“Tahun ini Mandalika juga akan menjadi tuan rumah dari beberapa side event G20. G20 adalah kumpulan negara-negara yang memiliki ekonomi terbesar di dunia. Oleh karena itu, Mandalika harus mengambil peran menyampaikan beberapa poin penting tentang kebangkitan dan keberpihakan kepada masyarakat,” kata Sandiaga.

Tinggalkan Komentar