10 Film Terbaik yang Diperankan Brad Pitt, dari Thriller hingga Drama Olahraga!

Brad Pitt (Foto: ew)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Brad Pitt, lahir 18 Desember 1963, adalah aktor dan produser asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu bintang film paling berpengaruh selama beberapa dekade terakhir.
Ia berhasil bertransformasi dari heartthrob menjadi aktor serius yang dihormati. Melalui Plan B Entertainment, ia juga memproduksi film-film peraih penghargaan, seperti 12 Years a Slave dan Moonlight.
Brad Pitt meraih Oscar Aktor Pendukung Terbaik lewat Once Upon a Time in Hollywood (2019) serta Oscar sebagai produser untuk 12 Years a Slave.
Bagi Anda yang mencari tontonan berkualitas, deretan film terbaik Brad Pitt dengan rating tinggi bisa menjadi pilihan menarik.
Film-film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan akting kuat, karakter ikonik, dan cerita yang berkesan dari berbagai genre.
Rekomendasi Film Brad Pitt yang Dapatkan Rating Tinggi
1. Meet Joe Black (1998)
- Genre: Drama, Fantasi, Romantis
- Rating (IMDb): 7.2/10
- Pemain: Brad Pitt, Anthony Hopkins, Claire Forlani, Jake Weber
- Situs atau platform streaming: Amazon Prime, Google Play Movies, Apple TV
- Tonton trailer: Meet Joe Black (1998)
Meet Joe Black (1998) adalah film drama fantasi romantis yang menghadirkan premis unik tentang Malaikat Maut yang turun ke dunia manusia.
Sosok tersebut diperankan oleh Brad Pitt, yang mengambil wujud manusia dengan tujuan memahami kehidupan sebelum akhirnya menjalankan tugasnya.
Dalam prosesnya, ia justru jatuh cinta kepada Susan Parrish (Claire Forlani), putri dari pria yang akan ia jemput, yaitu William “Bill” Parrish (Anthony Hopkins), seorang miliarder berpengaruh.
Disutradarai oleh Martin Brest, film ini merupakan remake dari film klasik tahun 1934 berjudul Death Takes a Holiday.
Ceritanya berfokus pada hubungan antara Bill dan “Joe Black” (identitas manusia dari Malaikat Maut), di mana Bill diminta menjadi pemandu bagi sang kematian di dunia manusia sebagai imbalan perpanjangan waktu hidupnya.
Selama menjalani pengalaman tersebut, Joe mulai memahami emosi, cinta, dan kompleksitas kehidupan manusia, sesuatu yang tidak pernah ia alami sebelumnya.
Peran Brad Pitt di film ini terbilang unik karena ia harus menampilkan dua sisi sekaligus, kepolosan seperti anak kecil yang baru mengenal dunia, dan aura ancaman sebagai representasi kematian itu sendiri.
Meski sempat menuai kritik, terutama terkait aksennya yang dianggap aneh dan akting yang dinilai terlalu datar oleh sebagian kritikus, performanya tetap berhasil menonjolkan transformasi karakter yang mendalam.
Dengan usianya yang sekitar 34 tahun saat syuting, Pitt mampu menghadirkan sosok yang tenang, misterius, sekaligus emosional, menjadikan peran ini salah satu yang cukup ikonik di era 90-an.
Review IMDb oleh fredschepers:
Setelah 40 tahun menonton ribuan film, film ini masih menjadi nomor satu dalam daftar 100 film terbaik saya, di mana semuanya menempati posisi pertama yang sama. Brad Pitt, Sir Anthony Hopkins (juga seorang komposer klasik yang brilian btw), dan cantiknya Claire Forlani menunjukkan kualitas terbaik mereka. Hal yang sama juga berlaku untuk semua pemain lain dalam kisah epik tentang bagaimana kehidupan akan terus berjalan. Persepsi... tapi dari sudut pandang saya, ini adalah akting terbaik mereka sepanjang masa. Saya sudah menontonnya setidaknya sekali setiap 2 tahun. Jika ini adalah pertama kalinya Anda menonton, nikmatilah. Jika Anda masih muda dan merasa akan menjadi pecinta film, hati-hati! Anda akan terus tertarik pada film ini selama bertahun-tahun ke depan. Nikmati pengalaman ini. Dan biarkan film ini benar-benar menghanyutkan Anda juga ☺
2. Fight Club (1999)
- Genre: Thriller Psikologis, Satir
- Rating (IMDb): 8.8/10
- Pemain: Edward Norton, Brad Pitt, Helena Bonham Carter, Meat Loaf, Jared Leto
- Situs atau platform streaming: Disney+ Hotstar, Netflix, Apple TV, Google Play Movies
- Tonton trailer: Fight Club (1999)
Fight Club (1999) merupakan film cult classic yang disutradarai oleh David Fincher dan diadaptasi dari novel karya Chuck Palahniuk.
Film ini terkenal karena alurnya yang gelap, penuh twist, serta kritik tajam terhadap konsumerisme dan krisis maskulinitas modern.
Cerita berpusat pada seorang narator tanpa nama (Edward Norton) yang mengalami insomnia kronis dan merasa terjebak dalam kehidupan kantoran yang monoton.
Hidupnya berubah drastis setelah bertemu dengan Tyler Durden (Brad Pitt), sosok karismatik sekaligus anarkis yang memiliki pandangan hidup ekstrem.
Bersama-sama, mereka mendirikan “Fight Club”, sebuah klub rahasia tempat para pria melampiaskan stres melalui perkelahian fisik tanpa aturan.
Namun, klub ini berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dan berbahaya, yaitu sebuah gerakan bawah tanah bernama Project Mayhem yang bertujuan menghancurkan sistem korporat.
Konflik semakin kompleks dengan kehadiran Marla Singer (Helena Bonham Carter), yang terlibat dalam hubungan emosional yang rumit dengan kedua karakter tersebut.
Film ini mengeksplorasi tema identitas, penyakit mental, pemberontakan, dan sisi gelap manusia.
Peran Brad Pitt sebagai Tyler Durden dianggap sebagai salah satu penampilan terbaik dan paling ikonik dalam kariernya.
Ia berhasil menghidupkan karakter yang liar, manipulatif, namun sangat karismatik. Dedikasinya juga terlihat dari transformasi fisik yang intens, bahkan hingga rela merusak bagian depan giginya demi keaslian karakter.
Tyler Durden menjadi simbol kebebasan liar dan keinginan terpendam sang narator, menjadikannya karakter yang sangat membekas di benak penonton.
Review IMDb oleh sebastiandelgah:
Film ini adalah salah satu yang terbaik sepanjang masa. Film ini diadaptasi dari buku karya Chuck Palahniuk. Film ini memiliki tema yang sangat menarik seperti pengebirian (emasculation), kekerasan, kekacauan, kehancuran sosial, isolasi, ancaman kematian, dan konsumerisme. Penyutradaraannya sangat luar biasa. Sinematografi, ritme, dan penyuntingannya sempurna. Twist dan nuansa dari buku juga berhasil ditangkap dengan sangat baik. Mereka juga melakukan pekerjaan yang bagus dengan teknik inter-cut. Brad Pitt dan Edward Norton adalah pilihan yang sempurna untuk memimpin film ini. Saat menonton film ini, Anda akan benar-benar terpaku di kursi Anda, saking bagusnya film ini.
3. Moneyball (2011)
- Genre: Drama, Biografi, Olahraga
- Rating (IMDb): 7.6/10
- Pemain: Brad Pitt, Jonah Hill, Philip Seymour Hoffman, Chris Pratt, Robin Wright
- Situs atau platform streaming: Netflix, Apple TV, Google Play Movies
- Tonton trailer: Moneyball (2011)
Moneyball (2011) adalah film drama biografi olahraga yang diangkat dari kisah nyata dan disutradarai oleh Bennett Miller, dengan naskah yang ditulis oleh Aaron Sorkin dan Steven Zaillian.
Alih-alih berfokus pada aksi pertandingan, film ini menyoroti revolusi strategi dalam dunia bisbol.
Ceritanya mengikuti Billy Beane (Brad Pitt), general manager tim Oakland Athletics, yang harus membangun tim kompetitif dengan anggaran terbatas.
Setelah kehilangan pemain bintang dan kalah bersaing dengan tim-tim kaya, ia mengambil pendekatan revolusioner berbasis statistik (sabermetrics), dibantu oleh Peter Brand (Jonah Hill).
Film ini menyoroti keberanian untuk melawan sistem yang sudah mapan, serta bagaimana data dan analisis dapat mengubah cara pandang dalam olahraga.
Beane merekrut pemain yang dianggap remeh atau “rusak”, tetapi memiliki potensi berdasarkan statistik.
Penampilan Brad Pitt di film ini sangat dipuji karena berhasil menampilkan sosok pemimpin yang cerdas, skeptis, penuh tekanan, namun tetap karismatik.
Ia membawa kedalaman emosional pada karakter yang sebagian besar berinteraksi melalui dialog dan negosiasi.
Perannya bahkan membuahkan nominasi Aktor Terbaik di Academy Awards, menegaskan kualitas aktingnya dalam film ini.
Review IMDb oleh gary_w_oakes:
Film ini inspiratif, mendidik, dan menyenangkan. Para pemainnya luar biasa, naskahnya kuat dan penuh emosi dengan sedikit sentuhan komedi. Jika Anda paham tentang bisbol, ini wajib ditonton. Jika Anda tidak paham bisbol, ini juga tetap wajib ditonton. Film yang luar biasa.
4. The Curious Case of Benjamin Button (2008)
- Genre: Drama, Fantasi, Romantis
- Rating (IMDb): 7.8/10
- Pemain: Brad Pitt, Cate Blanchett, Taraji P. Henson, Tilda Swinton, Julia Ormond, Jared Harris
- Situs atau platform streaming: Apple TV
- Tonton trailer: The Curious Case of Benjamin Button (2008)
Film ini disutradarai oleh David Fincher dan diadaptasi dari cerita pendek karya F. Scott Fitzgerald.
Kisahnya berpusat pada Benjamin Button (Brad Pitt), seorang pria yang lahir dengan kondisi unik, ia memulai hidup sebagai orang tua berusia 80 tahun dan justru menjadi semakin muda seiring waktu.
Dibuang oleh ayahnya dan dibesarkan di panti jompo oleh Queenie (Taraji P. Henson), Benjamin menjalani kehidupan yang tidak biasa.
Ia mengalami berbagai petualangan di seluruh dunia dan menjalin hubungan cinta yang mendalam dengan Daisy (Cate Blanchett), meskipun usia mereka berjalan dalam arah yang berlawanan.
Penampilan Brad Pitt dalam film ini dianggap sangat brilian dan emosional. Ia harus memerankan karakter dalam berbagai fase usia, dari lansia rapuh hingga pria muda yang bugar, dengan bantuan tata rias dan efek visual yang canggih.
Aktingnya yang tenang, lembut, dan penuh rasa ingin tahu berhasil mencerminkan kepolosan seorang anak dalam tubuh yang terus berubah.
Chemistry yang kuat dengan Cate Blanchett juga menjadi salah satu daya tarik utama, menciptakan kisah cinta yang menyentuh dan tak terlupakan.
Perannya bahkan membawa Brad Pitt sukses meraih nominasi Aktor Terbaik di Academy Awards.
Review IMDb oleh railey-07485:
Saya selalu terharu saat menonton film ini. Film ini selalu memberikan pelajaran moral yang berbeda setiap kali selesai ditonton. Saya tidak tahu mengapa film ini semakin bagus seiring bertambahnya usia Anda—hingga akhirnya saya menyadari bahwa film ini memiliki cara untuk menunjukkan jalan yang benar saat Anda tersesat; memotivasi saat Anda terpuruk; menemani saat Anda sendirian; mengingatkan Anda untuk menghargai apa yang dimiliki dan tidak menganggap remeh hidup; menyemangati saat Anda merasa sedih; memberi harapan saat semuanya terasa hilang. Jika saya diberi kesempatan untuk menulis kamus sendiri, film ini adalah definisi dari kesempurnaan. Film ini pantas mendapat rating setidaknya 9.0 dan cukup jarang bagi saya untuk menulis ulasan—apalagi mengungkapkan perasaan di depan publik, bahkan saya belum pernah melakukannya sampai sekarang. Film ini benar-benar telah mendapatkan tempat di hati saya. Saya akan selalu menghargainya dan akan menontonnya bersama anak-anak saya dan generasi setelahnya. Saya harap kalian juga begitu.
5. Inglourious Basterds (2009)
- Genre: Drama, Perang, Satir
- Rating (IMDb): 8.4/10
- Pemain: Brad Pitt, Christoph Waltz, Mélanie Laurent, Michael Fassbender, Diane Kruger, Eli Roth
- Situs atau platform streaming: Netflix, Amazon Prime, Apple TV
- Tonton trailer: Inglourious Basterds (2009)
Disutradarai oleh Quentin Tarantino, Inglourious Basterds menghadirkan cerita alternatif Perang Dunia II yang penuh gaya khas Tarantino, brutal, satir, dan penuh dialog tajam.
Film ini mengikuti sekelompok tentara Yahudi-Amerika yang dikenal sebagai “The Basterds”, dipimpin oleh Letnan Aldo Raine (Brad Pitt), yang memiliki misi membunuh para pemimpin Nazi.
Cerita ini berjalan paralel dengan kisah balas dendam Shosanna Dreyfus (Mélanie Laurent), seorang wanita Yahudi yang keluarganya dibantai oleh perwira SS Hans Landa (Christoph Waltz).
Kedua alur ini akhirnya bertemu dalam rencana besar untuk menghancurkan rezim Nazi.
Brad Pitt tampil sebagai Aldo Raine dengan gaya khas, aksen Selatan Amerika yang tebal, humor gelap, dan sikap santai namun intimidatif.
Karakternya digambarkan sebagai pemimpin yang brutal namun karismatik. Meski secara keseluruhan perhatian banyak tertuju pada Christoph Waltz, yang bahkan memenangkan Oscar, penampilan Pitt tetap menjadi elemen penting dalam kesuksesan film ini.
Salah satu momen paling ikonik dari peran Brad Pitt adalah adegan ketika ia mencoba berbicara bahasa Italia dengan aksen yang dipaksakan (“Gorlami”), yang menunjukkan sisi komikal dari karakter yang sebenarnya sangat berbahaya.
Review IMDb oleh ruelshepperd:
Selain film Kill Bill, saya belum pernah menonton film Quentin Tarantino lainnya. Saya dengar film ini bagus, jadi saya menontonnya. Dan memang luar biasa. Sejak adegan pembuka, Anda langsung terpukau oleh penampilan menegangkan Christoph Waltz. Ia mendapatkan banyak pujian, dan memang pantas. Hans Landa mungkin adalah salah satu penjahat film terbaik sepanjang masa. Ada banyak momen ikonik, dan Tarantino menunjukkan bagaimana percakapan biasa bisa tiba-tiba menjadi sangat menegangkan hanya dengan dialog. Semua aktor tampil maksimal, dan Brad Pitt juga memberikan penampilan yang berkesan. Film ini layak ditonton hanya untuk adegan pembuka, tetapi juga memiliki rangkaian adegan berkualitas tinggi dengan dialog yang luar biasa. Film ini menyeimbangkan komedi dan momen gelap dengan sangat baik, mengingatkan bahwa ini tetap film Perang Dunia II. Secara keseluruhan, ini film Tarantino favorit saya dari tiga yang pernah saya tonton, dan mungkin akan tetap begitu untuk waktu yang lama. Layak ditonton hanya untuk Christoph Waltz.
6. Once Upon a Time in Hollywood (2019)
- Genre: Drama, Komedi
- Rating (IMDb): 7.6/10
- Pemain: Leonardo DiCaprio, Brad Pitt, Margot Robbie, Emile Hirsch, Margaret Qualley, Timothy Olyphant, Austin Butler
- Situs atau platform streaming: Google Play Movies
- Tonton trailer: Once Upon a Time in Hollywood (2019)
Once Upon a Time in Hollywood (2019) adalah film drama komedi karya Quentin Tarantino yang mengambil latar Los Angeles tahun 1969, tepat di masa transisi industri film Hollywood.
Film ini terasa seperti dongeng modern yang menjadi penghormatan terhadap era keemasan Hollywood yang mulai memudar, di tengah perubahan besar industri serta bayang-bayang tragedi nyata pembunuhan keluarga Manson.
Cerita berpusat pada dua tokoh utama dengan hubungan yang sangat kuat.
Rick Dalton (Leonardo DiCaprio) adalah seorang aktor televisi yang pernah berjaya lewat serial western Bounty Law, tetapi kini kariernya mulai meredup dan ia kesulitan mempertahankan eksistensinya.
Di sisi lain ada Cliff Booth (Brad Pitt), sahabat setia sekaligus stunt-double Rick yang juga berperan sebagai sopir dan penopang emosionalnya.
Cliff digambarkan sebagai sosok santai, tangguh, dan loyal, yang menjadi kontras dari kecemasan Rick terhadap kariernya.
Kisah mereka berjalan berdampingan dengan cerita nyata aktris Sharon Tate (Margot Robbie), yang menjadi tetangga Rick.
Film ini tidak hanya menampilkan kehidupan industri hiburan, tetapi juga membangun atmosfer nostalgia sekaligus ketegangan yang perlahan meningkat.
Peran Brad Pitt sebagai Cliff Booth menjadi salah satu sorotan utama film ini. Ia memerankan karakter “cool guy” yang santai namun mematikan dengan sangat meyakinkan.
Chemistry antara Pitt dan DiCaprio terasa sangat natural dan menjadi inti emosional cerita.
Pitt juga tampil dinamis dalam berbagai adegan, mulai dari yang menghibur hingga menegangkan, termasuk interaksinya dengan anjingnya, Brandy, serta adegan klimaks yang sangat memorable.
Atas penampilannya ini, Brad Pitt memenangkan Oscar untuk Aktor Pendukung Terbaik di Academy Awards ke-92, memperkuat statusnya sebagai salah satu aktor papan atas Hollywood.
Review IMDb oleh ceceliagiroux:
Saya sangat menyukai akting dan ceritanya. Brad Pitt menunjukkan kedewasaan dalam memerankan “orang tua”, dan Leonardo DiCaprio sangat tepat sebagai bintang yang egois, tidak percaya diri, dan mulai meredup. Ending-nya khas Tarantino dengan twist yang benar-benar mengejutkan saya. Saya akan menonton film ini lagi. Suka sekali!
7. Snatch (2000)
- Genre: Komedi, Kriminal
- Rating (IMDb): 8.2/10
- Pemain: Jason Statham, Brad Pitt, Benicio del Toro, Stephen Graham, Alan Ford, Vinnie Jones
- Situs atau platform streaming: Apple TV, Google Play Movies
- Tonton trailer: Snatch (2000)
Snatch (2000) adalah film komedi kriminal Inggris yang ditulis dan disutradarai oleh Guy Ritchie, dikenal dengan alur cepat, dialog tajam, gaya penyuntingan khas, dan humor gelap yang kuat.
Film ini mengambil latar dunia kriminal London dan menyajikan dua alur cerita yang saling berhubungan.
Alur pertama berkaitan dengan pencurian berlian bernilai tinggi. Frankie “Four Fingers” (Benicio del Toro) mencuri berlian 86 karat dan berusaha membawanya ke New York, tetapi justru terjebak dalam berbagai masalah di London.
Alur kedua mengikuti Turkish (Jason Statham), seorang promotor tinju kecil, dan rekannya Tommy, yang terseret ke dalam dunia pertarungan ilegal yang dikendalikan oleh gangster kejam Brick Top (Alan Ford).
Kedua alur ini akhirnya saling bertabrakan dalam kekacauan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari petinju, gangster, gipsi Irlandia (Pikey), hingga mafia Rusia, yang semuanya memperebutkan berlian tersebut.
Brad Pitt tampil mencuri perhatian sebagai Mickey O’Neil, seorang petinju gipsi Irlandia. Perannya sering dianggap sebagai salah satu yang paling ikonik dalam kariernya.
Ia menggunakan aksen yang sangat cepat dan sulit dipahami, yang justru menjadi sumber komedi utama film ini.
Selain itu, Pitt juga berhasil keluar dari citra “leading man” glamor dan tampil sebagai karakter yang liar, kotor, dan sangat tangguh di ring tinju, bahkan dikenal sebagai “One-Punch Mickey”.
Karakternya membawa kombinasi unik antara humor dan ancaman fisik, membuatnya sangat menonjol di antara jajaran pemain berbakat lainnya.
Review IMDb oleh willeniams:
Film lanjutan Guy Ritchie setelah Lock, Stock and Two Smoking Barrels ini sama mengagumkannya dengan pendahulunya. Humornya bahkan lebih baik, dan saya belum pernah melihat penonton bioskop tertawa sekeras dan sesering itu. Vinnie Jones memainkan peran yang mirip seperti Big Chris, di sini sebagai Bullet Tooth Tony. Kemunculannya memang terbatas, tapi benar-benar memberi dampak besar. Bahkan ketika ia tidak muncul di layar, masih banyak yang bisa dinikmati dari Dennis Farina sebagai Avi dan trio pegadaian yang dikirim untuk merampok sebuah tempat taruhan. Brad Pitt melepaskan citra bintang filmnya dan tampil mengesankan sebagai gipsi Irlandia. Berbeda dengan Lock, Stock..., humornya bisa dinikmati semua kalangan, meskipun beberapa slang seperti “Pikey” dan “blag” mungkin sulit dipahami. Akting bagus, karakter luar biasa, dialog tajam, penyutradaraan dan sinematografi hebat, serta humor brilian—Snatch akan membuat Anda tertawa lebih dari film lain tahun ini. Tonton sekarang.
8. F1 The Movie (2025)
- Genre: Drama, Olahraga
- Rating (IMDb): 7.6/10
- Pemain: Brad Pitt, Damson Idris, Javier Bardem, Kerry Condon, Tobias Menzies
- Situs atau platform streaming: Apple TV, Google Play Movies
- Tonton trailer: F1 The Movie (2025)
F1 The Movie (2025) adalah film drama olahraga bertema Formula 1 yang sangat dinantikan, disutradarai oleh Joseph Kosinski (yang sebelumnya sukses dengan Top Gun: Maverick) dan diproduseri oleh Jerry Bruckheimer bersama juara dunia F1 Lewis Hamilton.
Film ini menawarkan pengalaman balap yang sangat realistis karena banyak adegan diambil langsung di sirkuit nyata.
Ceritanya mengikuti Sonny Hayes (Brad Pitt), mantan pembalap Formula 1 dari era 1990-an yang kariernya terhenti akibat kecelakaan tragis.
Tiga dekade kemudian, ia mendapat kesempatan kembali ke dunia balap melalui tim underdog APXGP milik sahabatnya.
Namun, ia tidak hanya kembali sebagai pembalap, melainkan juga sebagai mentor bagi pembalap muda berbakat Joshua “Noah” Pearce (Damson Idris).
Film ini menyoroti perjalanan Sonny dalam menebus masa lalunya, menghadapi kerasnya persaingan dunia F1 modern, serta membimbing timnya keluar dari keterpurukan.
Penampilan Brad Pitt dalam film ini mendapat banyak pujian karena dinilai sangat total. Ia berhasil menghadirkan sosok pembalap veteran yang “cool”, berpengalaman, namun tetap memiliki hasrat besar terhadap kecepatan.
Selain itu, keikutsertaannya dalam adegan balap nyata dan interaksi langsung dengan pembalap F1 sungguhan membuat performanya terasa sangat autentik.
Secara emosional, Pitt juga mampu menyampaikan sisi “redemption story” dengan kuat, menggambarkan perjuangan seseorang yang kembali mengejar makna hidup setelah masa lalu yang kelam.
Review IMDb oleh RajaA-75:
Jika Anda penggemar berat F1, film ini mungkin terasa sedikit kurang memuaskan. Tapi jika Anda hanya punya minat ringan pada mobil dan balapan, Anda kemungkinan akan menikmatinya. Dan jika Anda tidak tahu apa-apa tentang olahraga ini, Anda akan mendapatkan pengalaman terbaik dengan sinematografi yang menakjubkan, cerita penuh twist, dan salah satu soundtrack terbaik untuk film. Film ini menghadirkan beberapa twist yang solid, dengan Brad Pitt berperan sebagai pemimpin sekaligus figur ayah bagi tim yang sedang kesulitan. Menontonnya di IMAX adalah cara terbaik karena sangat visual dan imersif. Dari segi hiburan, film ini mendapat nilai tertinggi. Karakter-karakternya seimbang, dari veteran berpengalaman yang teguh pada prinsip hingga rookie muda penuh adrenalin yang ingin membuktikan diri. Motif mereka berbeda, tetapi semuanya menarik dengan caranya masing-masing.
9. Fury (2014)
- Genre: Drama, Perang
- Rating (IMDb): 7.6/10
- Pemain: Brad Pitt, Shia LaBeouf, Logan Lerman, Michael Peña, Jon Bernthal
- Situs atau platform streaming: Netflix
- Tonton trailer: Fury (2014)
Fury (2014) adalah film drama perang yang ditulis dan disutradarai oleh David Ayer, dikenal karena penggambaran pertempuran tank yang sangat realistis, brutal, dan intens.
Film ini berlatar bulan April 1945, pada minggu-minggu terakhir Perang Dunia II di Eropa.
Cerita berfokus pada Sersan Don “Wardaddy” Collier (Brad Pitt), seorang komandan tank Sherman bernama Fury, yang memimpin kru kecil beranggotakan lima orang.
Bersama timnya, ia menjalankan misi yang nyaris mustahil, menyerang jantung pertahanan Nazi Jerman dengan jumlah personel dan persenjataan yang sangat terbatas.
Film ini tidak hanya menampilkan aksi perang, tetapi juga menggali tema persaudaraan antar prajurit, trauma psikologis akibat perang, serta dilema moral yang harus dihadapi dalam kondisi ekstrem.
Hubungan antar kru menjadi inti emosional cerita, terutama dengan kehadiran Norman Ellison (Logan Lerman), prajurit muda yang belum berpengalaman.
Peran Brad Pitt sebagai Wardaddy mendapat banyak pujian karena karakterisasinya yang kuat. Ia berhasil memerankan sosok pemimpin yang keras, berpengalaman, dan penuh tekanan, namun tetap memiliki sisi kemanusiaan yang rapuh.
Pitt juga menunjukkan keseimbangan antara kekejaman yang diperlukan untuk bertahan hidup dan empati terhadap anak buahnya.
Demi menjaga realisme, ia bersama para pemeran lain menjalani pelatihan militer intensif dan hidup dalam kondisi ekstrem selama produksi.
Review IMDb oleh OzMovieWatcher:
Kesalahan dan ketidakakuratan sejarah di film ini sangat banyak. YouTuber sejarawan perang membedah film ini habis-habisan, dan memang pantas. Ketidakakuratan tersebut sangat jelas bagi siapa pun yang memiliki pengetahuan sejarah militer Perang Dunia II. Sebagai sejarawan militer, saya menemukan kesalahan dalam 5 menit pertama. TAPI, saya tetap menikmati film ini. Ini adalah film perang hiburan semata. Para sejarawan militer benar-benar “menyerang” film ini… ketidakakuratannya sangat banyak… tetapi tetap saja ini film yang sangat bagus. Aktingnya luar biasa, sinematografinya hebat, dan yang saya pribadi suka adalah tank Tiger Jerman dalam film ini adalah tank asli yang direstorasi dan satu-satunya yang masih berfungsi di dunia.
10. World War Z (2013)
- Genre: Aksi, Horor, Post-Apocalyptic
- Rating (IMDb): 7.0/10
- Pemain: Brad Pitt, Mireille Enos, Daniella Kertesz, James Badge Dale, Matthew Fox, David Morse, Peter Capaldi
- Situs atau platform streaming: Vidio, Google Play Movies, Amazon Prime, Apple TV
- Tonton trailer: World War Z (2013)
World War Z (2013) adalah film aksi-horor apokaliptik yang disutradarai oleh Marc Forster dan terinspirasi dari novel karya Max Brooks.
Film ini menghadirkan kisah global tentang wabah zombie yang menyebar dengan sangat cepat dan mengancam kelangsungan umat manusia.
Ceritanya mengikuti Gerry Lane (Brad Pitt), mantan penyelidik PBB yang dipaksa kembali bertugas untuk mencari asal-usul wabah tersebut.
Ia harus melakukan perjalanan lintas negara demi menemukan solusi atau vaksin yang bisa menghentikan pandemi global.
Salah satu keunikan film ini terletak pada penggambaran zombienya yang sangat cepat, agresif, dan bergerak dalam kawanan besar (swarming), bahkan mampu membentuk “menara manusia” untuk melewati rintangan.
Peran Brad Pitt dinilai sangat penting dalam keberhasilan film ini. Ia memerankan Gerry sebagai sosok “relatable hero”, bukan pahlawan aksi biasa, melainkan seorang ayah yang cerdas, tenang, dan penuh perhitungan.
Aktingnya memberikan kedalaman emosional pada cerita, membuat situasi global yang kacau terasa lebih nyata dan menegangkan.
Selain sebagai aktor, Pitt juga berperan sebagai produser, yang turut membantu meningkatkan kualitas film ini menjadi blockbuster yang lebih berkelas.
Meski beberapa kritik menyebutkan bahwa pengembangan karakter Gerry terasa kurang mendalam, performa Pitt tetap dianggap kuat dan memikat sepanjang film.
Review IMDb oleh tkdlifemagazine:
Saya melewatkan film ini saat rilis karena sudah bosan dengan tema zombie. Saya tertarik menontonnya karena ditulis oleh putra Mel Brooks, Max Brooks, tetapi tetap tidak langsung menontonnya. Saya salah. Film ini bagus karena merupakan film aksi terlebih dahulu, dan film zombie kedua. Brad Pitt sangat bagus sebagai agen yang menjalani kehidupan normal sampai krisis memanggilnya kembali dari masa pensiunnya. Sinematografinya terlalu goyang bagi saya, dan itu menjadi kritik utama terhadap visual film ini. Namun naskah, dialog, alur, akting, dan penyutradaraan semuanya sangat bagus. Film ini menonjol di antara banyaknya film zombie lainnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.