Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Food Estate Senilai Rp2,3 Triliun Jadi Proyek Mangkrak

Selasa, 29 Nov 2022 - 14:34 WIB
Proyek food estate menelan anggaran Rp2,3 triliun terancam mangkrak, Jakarta, Selasa (29/11/2022). (Foto: Green Peace).

Satu lagi, proyek berpotensi mangkrak di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namanya food estate atau lumbung pangan yang dianggarkan Rp2,3 triliun.

Pengamat anggaran dari Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengkritisi perkembangan proyek food estate yang digagas Presiden Jokowi. Proyek lumbung pangan yang dirancang di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga Papua ini, dianggarkan Rp2,3 triliun.

“Proyek food estate ini, bagus tujuannya, harus dikawal betul. Apalagi anggarannya triliunan. Ini saya baca informasinya sudah tidak ada semangat lagi. Bisa-bisa mangkrak ini proyek,” ungkapnya kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Aktivis era 98 ini, lantas mempertanyakan, dana pembangunan infrastruktur untuk progam food estate harus akuntabel. Setiap dana yang keluar harus ada yang bertanggung jawab.

Baca juga
Dukung UMKM Naik Kelas, Bank DKI Salurkan KUR Rp1,15 Triliun

“Baik Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian harus terbuka. Sudah sejauh mana peembangunannya? Kalau ada kendala, apa? Ingat, tahun depan masuk tahun politik. Para elit sibuk berpolitik,” kata Uchok.

Selanjutnya, Uchok mempertanyakan pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Dia mengatakan, pembangunan food estate di Kalteng terpaksa dihentikan. “Kalau alasannya tidak ada orang, dulu perencanaannya bagaimana? Kok ujug-ujug Menteri PUPR bilang begitu. Ini serius, atau gimana,” ungkapnya.

Dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi V DPR, Jakarta, Senin (28/11), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengakui, proyek food estate di Kalteng sudah bisa ditanami, namun terpaksa disetop.

“Di sana (Kalteng), lahannya 43.500 hektare. Sudah siap ditanami padi, dan tanaman pangan lain, termasuk singkong. Karena tidak ada orang, kita setop,” kata Menteri Basuki.

Baca juga
Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Infrastruktur Dasar di Kawasan Industri Batang

Head of Indonesia Forest Campaign Green Peace Indonesia, Kiki Taufik, membagikan program food estate mangkrak, sehingga menyebabkan rusaknya lingkungan di sekitar lokasi. Khususnya Kalteng dan Papua.

“Kira-kira hutan alam yang luasnya 700-an hektare yang sudah dibabat habis untuk program Food Estate Kementerian Pertahanan ini, siapa yang akan melakukan restorasi & pemulihan? @jokowi. Sementara masyarakat di desa-desa yang berada di hilir sejak area tersebut dibuka mengalami kebanjiran yang berulang,” dikutip dari akun twitter @k1k1taufik, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Green Peace juga merilis laporan studi kasus yang terjadi di dua wilayah tersebut pada 10 November 2022, hasilnya bukan food estate namun kerusakan hutan dan lahan gambut.

Baca juga
Jelang Jokowi Pensiun, Ekonom Senior Sindir Ketimpangan Ekonomi Naik

“Alat-alat berat menjadi rongsokan menjadi tempat tumbuhnya belukar. Kira-kira berapa duit negara yang habis untuk proram yang tidak berfaedah. Program food estate atau lumbung pangan ini, dimaksudkan untuk mengatasi masalah, namun dijawab dengan masalah,” ujar Kiki.

Tinggalkan Komentar