Formula E Ancol, Sirkuit Jalan Raya Kelas Dunia

Desain Sirkuit Jakarta E Prix Sirkuit - inilah.com
Desain Sirkuit Jakarta E Prix Sirkuit

Kawasan Ancol resmi dipilih sebagai arena balap Formula E Juni tahun depan. Berada dikawasan wisata, ‘sirkuit’ Ancol bakal serupa dengan Singapura dan Monte Carlo dalam gelaran F1.

Karena memiliki konsep sirkuit jalan raya, lintasan balap Jakarta E-Prix 2022 bisa segera dibangun dengan cepat dan tidak perlu banyak melakukan perubahan.

Hanya butuh empat bulan untuk menyulap aspal Ancol yang kini masih tak rusak menjadi layak untuk ajang balap internasional.

“Track E-Prix adalah track jalan raya, jadi spesifikasinya mirip jalan raya. Lokasi pembuatan track sudah relatif padat dan rata sehingga pengerjaan track akan dapat dilakukan dengan cepat,” kata Ketua Organizing Committee Formula E Jakarta 2022 Ahmad Sahroni.

Baca juga  Dissenting Opinion Hakim Mulyono dalam Kasus Asabri Jadi Catatan bagi Pengadilan Banding

Pengerjaan lintasan sirkuit dengan panjang 2,4 kilometer itu dimulai awal Januari 2022 dan ditargetkan bisa selesai April 2022.

Selain lintasan, pengerjaan lokasi pit stop dan tribun penonton juga bisa segera dilengkapi. Namun, untuk pengerjaan lain, kata Sahroni, bisa dilakukan dengan cepat karena bersifat semi permanen. “Paddock, stage dan grandstand sifatnya semi permanen sehingga hanya perlu satu bulan saja untuk bongkar pasang,” ucap Sahroni.

Sebanyak 50.000 kursi untuk penonton bakal disiapkan di setiap titik untuk dapat menyaksikan balapan dari dekat.

Sirkuit yang memiliki bentuk seperti kuda lumping itu akan memiliki lebar lintasan 16 meter dengan 18 tikungan.

Baca juga  Penerapan Ganjil-Genap Jalan Tol Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Lokasi start akan di tempatkan di tempat parkir kendaraan lurus ke arah timur dan berbelok ke kanan melewati restoran Ombak Laut.

Dari restoran Ombak Laut, lintasan engarah ke barat melewati bangunan Mall Ancol Beach City (ABC) yang terlihat sudah tak terawat lagi. Dari Mall ABC, lintasan mengarah ke area kosong yang masih belum dibangun oleh Ancol.

Di area kosong ini, gambaran lintasan belum terlihat karena belum ada aspal yang dibentuk di lahan tersebut. Hanya ada beberapa patok kayu yang menandakan gambaran sirkuit yang akan dibangun di tanah lapang itu.

Dampak Ekonomi
Ahmad Sahroni mengungkapkan, dampak ekonomi dari penyelenggaraan Formula E Jakarta mencapai 78 juta poundsterling Inggris atau setara Rp 1,4 triliun.

Baca juga  Dukung Formula E, Bamsoet: Pidana dan Olahraga Harus Dipisah

Dampak ekonomi bukan hanya sebatas pendapatan untuk pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta, tetapi secara keseluruhan.

“Dampak ekonominya sekitar 78 juta poundsterling, bisa sampai segitu, itu seluruhnya,” ujar Sahroni.

Dampak ekonomi ini juga bukan hanya berasal dari keuntungan penjualan tiket, tetapi juga event-event supporting, seperti balapan lain sebelum penyelenggaraan Formula E.

“Formula E ini akan ditonton sama 170 negara dan miliaran orang dari seluruh dunia juga nonton,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar