Gagal di Liga 3 Jateng, Manajer Persiku Diberhentikan

Gagal di Liga 3 Jateng, Manajer Persiku Diberhentikan

Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memberhentikan Ferdaus Ardyansyah Purnomo sebagai manajer Persiku karena dinilai gagal dalam babak penyisian kompetisi Liga 3 Jateng.

“Pemberhentian secara hormat terhadap Ferdaus Ardyansyah Purnomo sebagai manajer Persiku terhitung mulai 21 Desember 2021,” kata Ketua Askab PSSI Kudus Daniel Budi Sampurna, di Kudus, Selasa (21/12/2021).

Keputusan pemberhentian tersebut, kata dia, diambil setelah digelar rapat pengurus Askab PSSI Kudus pada Senin (20/12) dengan agenda evaluasi kinerja Persiku Kudus pada tahun 2021.

Dari hasil rapat tersebut, disimpulkan bahwa penampilan Persiku selama bertanding pada babak penyisihan grup Liga 3 Jateng memang tidak pernah menang. Bahkan posisi terakhir Persiku berada di dasar klasemen.

Baca juga  Chelsea Menang Dramatis 3-2 Atas Leeds United

“Kami juga menilai manajemen tidak berhasil membangun sebuah tim sepak bola yang mampu menjawab harapan masyarakat, yakni prestasi kemenangan meskipun belum juara,” ujarnya.

Atas kinerja manajemen Persiku tersebut, kata dia, masyarakat pecinta bola di Kudus juga menyampaikan tuntutan adanya perombakan pengurus dengan mengganti manajer dengan yang baru.

Dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dan desakan masyarakat pecinta bola, akhirnya forum rapat memutuskan untuk memberhentikan manajer Persiku. Sedangkan Ferdaus diberi kesempatan sepekan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban Persiku.

“Semua hak-hak pemain, pelatih dan ofisial harus segera diselesaikan. Sepanjang laporannya benar tentunya nanti Askab PSSI Kudus akan memenuhi semua biaya selama Persiku mengikuti kompetisi,” ujarnya.

Baca juga  Bigmatch di Semifinal Piala Liga Inggris: Chelsea vs Tottenham, Liverpool vs Arsenal

Anggaran untuk Persiku senior, kata dia, diusulkan pada tahun anggaran 2022, karena usulan anggaran tahun ini tidak bisa diakomodir karena tidak ada APBD Perubahan 2021 sehingga penganggarannya melalui peraturan kepala daerah sehingga alokasi anggarannya berdasarkan kebutuhan mendesak.

Tinggalkan Komentar