GAIKINDO: Industri Otomotif Bertahan di Tengah Pandemi Berkat Dukungan Pemerintah

GAIKINDO: Industri Otomotif Bertahan di Tengah Pandemi Berkat Dukungan Pemerintah - inilah.com
Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi (inilah.com)

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) merasa bangga industri otomotif nasional mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19, salah satunya berkat kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.

“Semua orang bilang bahwa dalam kondisi ekonomi yang sangat terpuruk, maka yang pasti akan mati adalah industri otomotif. Dengan bangga saya katakan bahwa industri otomotif bisa bertahan,” ujar Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi saat konferensi pers persiapan GIIAS 2021 di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Nangoi mengapresiasi dukungan pemerintah yang menghadirkan sejumlah kebijakan tepat sasaran untuk menyelematkan industri otomotif, termasuk dengan tidak melarang operasional pabrik selama pandemi.

“Luar biasa support dari pemerintah karena selama masa pandemi pabrik mobil tidak ditutup, tetapi kita jalankan secara bersenggang, sementara di beberapa negara lain diliburkan dua minggu, tiga minggu, itu yang membuat dampak negatif. Tapi di Indonesia luar biasa, pabrik kita tetap jalan meskipun kapasitas kita tekan,” kata dia.

Baca juga  Oktober 2021, Premi Jasindo Tumbuh Signifikan

Namun, Nangoi tidak memungkiri dampak penekanan kapasitas produksi tersebut telah menimbulkan inden untuk sejumlah kendaraan. Dia pun meminta maaf kepada publik terkait lamanya antrian produksi kendaraan yang terjadi saat ini.

“Oleh sebab itu mungkin bapak ibu sekalian masih merasa ada yang lagi beli mobil tapi belum bisa dapat karena masih harus ngantre, mohon maaf segera akan kita bereskan,” ucap Nangoi.

Selain itu, tambah dia, program insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DPT) juga telah berhasil menggeliatkan kembali industri otomotif.

Nangoi mengatakan, pada tahun lalu sebelum adanya insentif dari pemerintah, jumlah penjualan kendaraan pernah terpuruk dengan hanya membukukan penjualan sebanyak 5.000 unit per bulan.

Baca juga  GAIKINDO: GIIAS 2021 Mampu Penuhi Ekspektasi Semua Pihak

Namun, setelah adanya kebijakan tersebut, roda industri perlahan mulai bergerak laju, dengan angka penjualan berada di sekitar 85.000 unit pada Agustus dan September tahun ini.

“Hal tersebut adalah luar biasa sekali, dan itu menjadi sorotan karena Thailand terpuruk, Vietnam terpuruk, Malaysia juga terpuruk, kita yang justru bangkit duluan,” ujar dia.

Nangoi menyebut industri otomotif merupakan industri lokomotif yang menarik cukup banyak gerbong, mulai dari komponen suku cadang hingga pembiayaan, sehingga keberadaannya menjadi sangat penting.

Dia juga menyebut meski pandemi melanda, namun tidak ada industri otomotif Indonesia yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal, kecuali para pekerja kontrak yang telah habis masa kerja dan tidak diperpanjang.

Baca juga  Belum Mau Miliki Mobil Listrik Secara Permanen, VW Punya Solusinya

“Tapi secara overall tidak ada PHK massal ataupun PHK di industri otomotif,” kata Nangoi.

Tinggalkan Komentar