Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

Gala Dinner KTT G20 Tanpa Pawang Hujan, Andalkan BMKG Rekayasa Cuaca

Jumat, 18 Nov 2022 - 13:45 WIB
Whatsapp Image 2022 11 16 At 17.29.45 - inilah.com
Para pemimpin dan delegasi G20 menikmati santap malam yang disuguhkan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di GWK, Bali, Selasa (15/11/2022). (Foto: Antara)

Gelaran gala dinner ajang KTT G20 di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, diperbincangkan banyak pihak karena berlangsung megah dalam ruang terbuka dan tidak turun hujan. Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam sebuah pertemuan di Hotel Apurva Kempinski, Bali, Kamis (17/11/2022), mengungkapkan pelaksanaan makan malam Kepala Negara anggota G20 digelar tanpa pawang hujan, tetapi menggunakan metode rekayasa cuaca oleh BMKG.

Menurutnya, persiapan gala dinner yang akhirnya digelar pada Selasa (15/11/2022) malam, sudah disiapkan dengan baik, dan dieksekusi dengan lancar. Termasuk memprediksi musim hujan di Bali pada rangkaian perhelatan KTT G20 yang dihadiri sedikitnya 17 Kepala Negara, selain Indonesia.

“Kita menggunakan BMKG dan kita menyiapkan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca),” kata Jokowi, yang mengakui prakiraan BMKG pada giat gala dinner, Bali, bakal diguyur hujan.

Baca juga
Jokowi ke Belgia Hadiri KTT ASEAN-EU

Jokowi mengaku menerima laporan potensi hujan yang terjadi sebelum acara jamuan makan malam itu. Urusan cuaca ini, termasuk yang menjadi fokus panitia untuk memastikan kegiatan KTT G20 dengan Indonesia pemegang Presidensi berjalan lancar tanpa hambatan.

“Saya sudah putuskan gala dinner di GWK, disiapkan ‘lighting-nya’ dengan baik, dan prakiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) pada hari itu akan hujan,” ujar Kepala Negara.

Dia menepis jamuan makan malam berlangsung lancara dengan kondisi cuaca mendukung dengan pelibatan pawang hujan. “Enggak, kita ini ilmiah sekali. Setiap ada gumpalan awan yang menimbulkan potensi hujan langsung disergap tim TMC,” ujarnya.

Baca juga
Jokowi Sudah Teken Perpres Wamen ESDM, Ahok Sebut Itu Hoaks

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengonfirmasi penjelasan Jokowi itu. BMKG berkoordinasi dengan adan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan TNI AU dengan didukung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, melakukan rekayasa cuaca mendukung gelaran jamuan makam malam.

“Biasanya garamnya 1,6 ton yang ditabur dengan 2 kali sorti (penerbangan), kemarin 15 November 2022, kita menggunakan garamnya 11,2 ton dengan 11 kali sorti (penerbangan),” kata Dwikorita, membeberkan teknis rekayasa cuaca.

Menurutnya, tim TMC mulai bekerja sejak 10 November 2022 pagi hingga 16 November 2022 pukul 16.00 WITA dengan menggunakan total 29 ton garam yang ditabur melalui 28 sorti penerbangan. “Tujuannya, awan segera dihalau, segera diturunkan sebagai hujan sebelum memasuki area perhelatan, dan yang terjadi kemarin awan yang sudah terlanjur menutup merata di atas area perhelatan segera diturunkan sebagai hujan beberapa jam sebelum acara dimulai. Kita menggunakan empat pesawat terbang,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar