Kamis, 30 Juni 2022
01 1444

Gandeng Empat Instansi, Bea Cukai Bantu Pelaku UMKM Galakkan Ekspor

Kamis, 02 Jun 2022 - 19:47 WIB
bea cukai

Untuk mendorong peningkatan ekspor nasional, Bea Cukai saat ini masih terus membidik UMKM berpotensi ekspor di berbagai daerah. Mengoptimalkan hal tersebut, kantor-kantor pelayanan Bea Cukai menggandeng instansi lainnya dalam mengasistensi para pelaku UMKM untuk menggalakkan ekspor produknya.

Empat instansi yang telah berkontribusi aktif dalam mendorong ekspor UMKM bersama Bea Cukai, di antaranya BKIPM, Surveyor Indonesia, Rumah BUMN Tegal, dan Universitas Jember.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana, pada Kamis (2/6/2022) mengatakan sebagai bentuk dukungan kepada Bea Cukai dalam menyukseskan ekspor komoditas daerah melalui UMKM, keempat instansi tersebut bersedia membuka ruang diskusi dan konsultasi ekspor bagi para pelaku UMKM.

“Sebenarnya banyak sekali potensi luar biasa yang dimiliki oleh para UMKM, dengan kualitas produk yang mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun nasional. Hanya saja mungkin selama ini untuk ke pasar internasional masih banyak pelaku usaha yang belum memahami ekspor impor. Kami berharap dengan dukungan instansi lainnya dan masyarakat luas, produk-produk UMKM tidak hanya dikenal dalam pasar domestik melainkan dapat berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya.

Baca juga
Leburkan 3 BUMN, Menteri Erick Bentuk Holding Jasa Survei

Hatta menyebutkan, di Merauke Bea Cukai menggandeng Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melaksanakan asistensi ekspor ke beberapa UMKM berpotensi ekspor, seperti Mitra Timur Rayatama, CV. Bintang Fahri Internasional, dan CV. Papua Bintang Mahkota Utama. Kedua pihak membahas prosedur ekspor dan beberapa kendala yang dihadapi perusahaan, seperti pencarian calon pembeli hingga proses pengiriman barang.

Kerja sama serupa juga dijalin Bea Cukai Tegal dan Rumah BUMN Tegal dalam memberikan sosialisasi digital marketing (membuat website dan media sosial), dan tata laksana ekspor. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memicu para pelaku UMKM untuk dapat membuka peluang pasar di luar negeri. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para pelaku UMKM paham dan mampu melakukan ekspor atas nama bisnis masing-masing.

Tak hanya mengasistensi para pelaku UMKM di daerah, Bea Cukai juga menyelenggarakan program dan menyediakan fasilitas yang mendukung pemberdayaan UMKM. Di Jember, Bea Cukai bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember meresmikan Export Import (Exim) Corner.

Baca juga
Kenangan Erick Thohir di Stasiun Tebet

“Kami ingin memberdayakan UMKM di wilayah Jember dan sekitarnya bersama para mahasiswa yang tergabung dalam Sahabat Bea Cukai Jember, para dosen, hingga seluruh masyarakat di Besuki Raya. Di Exim Corner ini akan terselenggara berbagai kegiatan, seperti sosialisasi prosedur ekspor, pelayanan fasilitas kepabeanan, serta asistensi bagi pelaku usaha,” rinci Hatta.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengubah mindset para pelaku usaha, yang selama ini menganggap prosedur ekspor itu sulit dan berbelit, karena pada kenyataannya prosedur ekspor itu mudah.

Program lainnya yang diinisiasi Bea Cukai untuk meningkatkan ekspor daerah adalah klinik ekspor. Melalui program ini, Bea Cukai Tanjungpandan bersinergi dengan PT Surveyor Indonesia, PT Sucofindo, dan PT Carsurin cabang wilayah pulau Belitung dalam rencana ekspor produk pertambangan.

Klinik ekspor tersebut menjadi sarana asistensi dan konsultasi bagi calon eksportir sebelum memulai proses eksportasi agar dalam prosesnya tidak ada kendala. Harapan ke depannya, kegiatan seperti itu dapat terlaksana secara rutin sebagai wadah diskusi dan berbagi informasi untuk kelancaran proses kepabeanan dan penyelesaian permasalahan di lapangan, upaya mendukung bangkitnya perekonomian, serta memperkuat sinergi antar instansi.

Baca juga
Mantap Pak Erick, LHKPN Kementerian BUMN Capai 100 Persen!

“Kami berkomitmen untuk membangun wadah komunikasi dalam bentuk konsultasi, edukasi, dan asistensi kepada para pengguna jasa terkait ekspor, sehingga diharapkan dapat memetakan potensi dan kendala yang dihadapi oleh para pengusaha UMKM, meningkatkan produksi dan volume ekspor, serta dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional,” harapnya.

Tinggalkan Komentar