Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Gandeng Eurochem, Emiten Pupuk SAMF Jamin Bahan Baku hingga Akhir Tahun

Kamis, 04 Agu 2022 - 11:44 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Gandeng Eurochem, SAMF Jamin Ketersediaan Bahan Baku Pupuk - inilah.com
(Foto: Humas SAMF)

Menggandeng Eurochem, emiten produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk memastikan ketersediaan bahan baku pupuk perseroan terjamin sampai akhir 2022. Emiten yang berkode saham SAMF ini untuk kedua kalinya bermitra dengan Eurochem guna mengamankan pengadaan bahan baku pupuk.

“Kami baru saja menandatangani memorandum of understanding atau MoU dengan Eurochem untuk kontrak pengadaan bahan baku pupuk sebanyak 100 ribu ton hingga akhir 2022,” kata Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik dalam keterangan di Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Ia menyampaikan, kontrak itu mencakup untuk pengiriman (shipment) Juli dan Agustus 2022 sebanyak 50 ribu ton. Lalu, untuk shipment Oktober dan November 2022 sebanyak 50 ribu ton.

“Sehingga, sebagian besar kebutuhan bahan baku tahun ini sudah terpenuhi,” ujar Yahya.

Baca juga
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Erick Thohir Digitalisasi Kios Pupuk Bersubsidi

Menurut dia, kebutuhan bahan baku perseroan sampai dengan akhir 2022 sebanyak 200 ribu ton. Untuk pengadaan bahan baku, sisanya sebanyak 50 ribu ton didatangkan dari Uzbekistan dan 50 ribu ton dari Laos.

“Saat ini, pembayaran importasi bahan baku dari Eurochem memakai sistem tunai, berubah dari semula yang menggunakan letter of credit (L/C),” kata Yahya.

Sekalipun demikian, lanjutnya, pihaknya tidak menemui hambatan atas perubahan sistem pembayaran tersebut karena perseroan dibantu oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

“Kami didukung oleh Bank Mandiri untuk kebutuhan pembayaran yang menggunakan mata uang dolar AS. Kami optimis tidak menghadapi kendala hingga akhir 2022,” ujarnya.

Baca juga
Pemerintah Cari Cara Atasi Kenaikan Harga Pupuk

Sementara itu, untuk pasokan bahan baku 2023, Yahya mengatakan bahwa pihaknya sudah menjajaki kembali pembicaraan dengan Eurochem untuk menyediakan 200 ribu ton, selebihnya diimpor dari Jordan, Uzbekistan dan Laos.

“Harga bahan baku mengikuti pasar, saat ini bila dibandingkan dengan awal 2021 harga sudah naik sekitar 100 persen,” katanya.

Sepanjang semester pertama 2022, perseroan mengantongi penjualan Rp1,45 triliun, melejit 103 persen dibandingkan periode sama 2021 yang sebesar Rp711,88 miliar.

Oleh karena itu, manajemen pun merevisi target penjualan tahun 2022. Perseroan meningkatkan proyeksi penjualan pada 2022 dari awalnya Rp2,4 triliun menjadi Rp2,88 triliun.

Tinggalkan Komentar