Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Gandeng Startup Berisiko, Telkom Koordinasi dengan Penegak Hukum

Jumat, 10 Jun 2022 - 14:12 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Gandeng Startup Berisiko, Telkom Koordinasi dengan Penegak Hukum - inilah.com
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (keempat dari kanan) dalam diskusi di Sleman, Yogyakarta. Foto: Antara/Satyagraha

Mengingat sinergi dengan perusahaan rintisan alias startup saat ini menimbulkan risiko, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memastikan akan terus berkoordinasi dengan para penegak hukum. Langkah ini sebagai upaya untuk memperbesar potensi sinergi dengan berbagai perusahaan rintisan.

“Kita juga mengundang KPK, Kejaksaan, Polri untuk berdiskusi seperti ini,” kata Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam diskusi di Sleman, Yogyakarta, Jumat (10/6/2022).

Ia mengakui upaya untuk bersinergi dengan perusahaan rintisan saat ini menimbulkan risiko mengingat sebagian besar startup tidak mempunyai aset tetap dan belum berpotensi untuk mengincar laba.

Namun, Ririek menegaskan kebijakan investasi ini dilakukan dengan proses standar bisnis yang tepat serta sesuai dengan tata kelola yang tidak melanggar peraturan hukum berlaku.

Baca juga
Bisnis ‘Bakar Duit’ GOTO Dinilai seperti Skema Ponzi

Ia optimistis sinergi tersebut bisa menghasilkan dampak yang positif kedepannya mengingat bisnis di sektor telekomunikasi berkembang pesat, seiring dengan ekosistem pengguna layanan digital di Indonesia yang meningkat tajam.

“Bisnis telekomunikasi kalau hanya diam saja pasti mati. Kalau bergerak, belum tentu berhasil, tetapi ada harapan untuk berhasil,” katanya.

Ia juga memastikan kemungkinan adanya kolaborasi lanjutan antara emiten yang berkode saham TLKM ini dengan perusahaan rintisan lainnya, terutama yang mempunyai bidang usaha serupa seperti BUMN telekomunikasi ini.

“Kita hanya mengejar uang riil, kalau valuasi naik dan sinergi bagus itu menghasilkan, itu bonus. Tetapi seharusnya sinergi jangan hanya di atas kertas saja,” katanya.

Baca juga
Molor! Inilah Jadwal Book Building hingga Pencatatan Saham GoTo di BEI

Sebelumnya, terdapat sejumlah kritikan terkait investasi grup Telkom melalui PT Telkomsel di saham PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), mengingat perusahaan rintisan mengandalkan valuasi yang tidak riil untuk bertumbuh.

Meski demikian, sejumlah analis menilai masuknya Telkomsel di GoTo merupakan investasi strategis yang tidak ditujukan untuk kepentingan jangka pendek, terutama ketika terjadi fluktuasi pada harga saham.

Selain itu, analis juga mengingatkan bahwa investasi di saham teknologi tidak bisa dilakukan sesaat, karena bisnis teknologi memiliki potensi, karakter dan perilaku investor yang berbeda dengan bisnis kebanyakan.

Tinggalkan Komentar