Kamis, 30 Juni 2022
01 1444

Ganjar Pranowo Tolak Dicapreskan NasDem

Kamis, 16 Jun 2022 - 20:24 WIB
D3e11d73 4aae 428c 90d1 F4bff730c730 - inilah.com
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menolak dicapreskan NasDem. Foto: Antara

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menolak untuk diusung sebagai calon presiden (capres) oleh Partai NasDem. Ganjar menegaskan dirinya merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP) dan tidak tertarik menjadi kutu loncat karena pindah partai.

Ganjar menyatakan hal itu ketika disinggung adanya usulan DPW NasDem untuk mencapreskannya pada Pilpres 2024. “Saya terima kasih mendapatkan kehormatan itu, tapi saya PDI Perjuangan,” kata Ganjar saat menghadiri rapat koordinasi kepala dan wakil kepala daerah terkait konsolidasi partai menjelang Pemilu 2024, di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Dia memastikan masih kader PDIP dan tidak tertarik membahas agenda politik lain. Kehadirannya di Sekolah Partai PDIP dianggap sebagai bukti loyalitasnya kepada partai.

Baca juga
Pigai Langganan Rasis Pendukung Jokowi

“Ini seluruh Indonesia. Kepala daerah disiapkan karena tahapan pemilu kan sudah dimulai ya, semua harus sudah siaplah mendukung partai menyiapkan diri dalam pemilu besok,” tutur Ganjar.

Ketika disinggung wartawan adanya partai lain yang mendukungnya nyapres, Ganjar kembali menegaskan dirinya kader Banteng. “Saya itu PDI Perjuangan.”

Menyikapi munculnya nama Ganjar dalam Rakernas NasDem, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan partainya tidak ikut campur urusan partai lain, “Tentu saja kita tidak campur tangan rumah tangga partai lain,” ujarnya.

Nama Ganjar muncul dalam tiga besar kandidat capres usulan DPW-DPW NasDem. Ganjar kalah dari Anies Baswedan namun berada di atas Erick Thohir.

Baca juga
Taufik Gabung Nasdem, Suara Gerindra di DKI Tergerus

Hasto menegaskan, penentuan capres PDIP merupakan domain ketum, Megawati Soekarnoputri. Seluruh kader diminta untuk tegak lurus mengikuti disiplin partai.

“Pak Ganjar tadi sudah menegaskan bahwa dia adalah PDI Perjuangan, tegak lurus pada disiplin partai, dan terkait dengan calon presiden dan wakil presiden itu kewenangan ketua umum,” kata Hasto.

Tinggalkan Komentar