Selasa, 24 Mei 2022
23 Syawal 1443

Gara-gara Anggaran Dipangkas, PUPR Ancam Bakal Banyak Lubang di Jalanan

Gara-gara Anggaran Dipangkas, PUPR Ancam Banyak Lubang di Jalanan

Gara-gara anggaran Kementerian PUPR dipangkas habis, jangan kaget kalau banyak lubang di jalanan. Pengendara kendaraan musti ekstra hati-hati, kalau tidak bisa celaka.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahardian mengkhawatirkan, jalanan di Indonesia semakin banyak yang rusak pada tahun ini. Alasannya ya itu tadi, anggaran di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, dipangkas signfikan.

Tercatat, anggaran Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR 2022 ditetapkan sebesar Rp39,70 triliun. Atau jauh di bawah pagu indikatif anggaran 2021 sebesar Rp68,10 triliun. “Ada beberapa hal yang perlu kami informasikan dan cukup penting, adalah target kemantapan jalan kita turun tahun depan, menjadi 90,71%, ini jauh dari target 94%,” kata Hedy saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR, Selasa (15/2/2022).

Baca juga
Foto: Lakukan Verifikasi Faktual, Komisi I DPR Sambangi Rumah Andika Perkasa

Hedy menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penurunan tersebut. Pertama adalah masalah backlog kumulatif yang mencapai Rp50,868 triliun. “Untuk reservasi jalan sendiri, yang memang anggaran utama untuk mempertahankan dan meningkatkan pemantapan itu ada backlog sebesar Rp14,9 triliun, jadi ini kita akan mengalami penurunan lebih dari 1% kemantapan, artinya jalan yang rusak akan bertambah pada 2022,” kata Hedy.

Hedy menambahkan, berdasarkan hitungan dari aset management system, untuk mempertahankan kemantapan jalan, itu membutuhkan dana sebesar Rp22 triliun. “Tapi kenyataannya kita kurang dari Rp20 triliun,” kata Hedy.

Menurutnya Hedy, perbedaan antara target dan anggaran cukup jauh, baik untuk mempertahankan ataupun untuk meningkatkan. Karena menurut Hedy anggaran yang tersedia untuk reservasi jalan itu hanya Rp18 triliun.

Baca juga
Ingin Produk Lokal Naik Kelas, Menteri Erick Sinergikan dengan BUMN

“Ini perlu kami sampaikan kenapa sampai terjadi penurunan ini, karena pertama jalan dan jembatan kita sudah banyak yang usia layaknya tinggal sedikit,” ujarnya.

Saat ini, kondisi jalan dan jembatan di Indonesia, jika telat dilakukan penanganan dikhawatirkan justru memakan biaya yang jauh lebih besar lagi “Perlu kami sampaikan juga keterlambatan untuk penanganan ini akan menimbulkan biaya yang jauh lebih besar lagi apabila kita tunda,” kata Hedy.

Selain itu, menurutnya terdapat hampir sepanjang 3.000 KM, jalan yang hampir rusak yang membutuhkan penanganan segera. “Ini yang belum banyak bisa tangani di tahun ini,” katanya.

Tinggalkan Komentar