Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Gegara Jokowi Naikin BBM, Biaya Pengiriman Barang Makin Mahal

Sabtu, 10 Sep 2022 - 21:26 WIB
Tarif jasa pengiriman barang naik 20 persen.

Bagi pedagang online yang biasa berhubungan dengan jasa pengiriman barang atau kargo, jangan kaget kalau tarif logistik naik. Semua gara-gara BBM naik.Bagi pedagang online yang biasa berhubungan dengan jasa pengiriman barang atau kargo, jangan kaget kalau tarif logistik naik. Semua gara-gara BBM naik.

Berapa besar kenaikannya? Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara (IPCN), berencana menaikkan biaya pengiriman barang hingga minimal 20 persen, merespons penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ketua IPCN, Beni Syarifudin mengatakan, kenaikan harga BBM tersebut membuat pengusaha harus menyesuaikan kebijakan baru terkait biaya pengiriman kepada pelanggan.

“Kami membuat rencana kenaikan cost ongkos kirim sebesar minimal 20 persen, angka ini merupakan angka aman untuk kargo dan pelanggan. Terlebih kami adalah kargo yang berorientasi pada harga murah untuk pelanggan,” kata Beni, Jakarta, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga
Moeldoko Kirim Staf Pantau Demo di Patung Kuda, Keberadaan Jokowi Dipertanyakan

Meski demikian, IPCN memproyeksikan kenaikan biaya pengiriman berpotensi menurunkan permintaan dari pelanggan sebesar 30 persen hingga 40 persen.

Dia pun mengharapkan pemerintah dapat lebih memikirkan para pelaku usaha kargo maupun logistik, terutama yang masih merintis bisnis, melalui pemberian skema subsidi bahan bakar tertentu.

IPCN juga mengharapkan adanya kebijakan yang tepat sasaran kepada para pengusaha kargo dan masyarakat agar penyesuaian harga BBM dapat disikapi secara baik oleh semua pihak.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM jenis pertalite, solar dan pertamax untuk mengurangi beban subsidi energi yang berpotensi mencapai Rp698 triliun.

Baca juga
Kalau Tak Ada Sanggahan, PTPP Teken Kontrak Istana Presiden IKN Pekan Ini

Meski bisa mengurangi beban APBN, kenaikan harga ini bisa mengerek laju inflasi nasional, mengingat harga-harga barang maupun logistik yang terkait dengan BBM akan ikut naik.

Bank Indonesia (BI) bahkan memperkirakan inflasi pada September 2022, mencapai 0,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya

 

Tinggalkan Komentar