Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Gelar The Special One Masih Layak Disandang Jose Mourinho

Kamis, 26 Mei 2022 - 19:26 WIB
Antarafoto Italy Europaconferenceleague Asromavleicestercity 06052022 (1) - inilah.com
Pelatih AS Roma Jose Mourinho melakukan selebrasi dengan Jordan Veretout usai timnya menang 1-0 melawan Leicester City pada semifinal Liga Konferensi Eropa di Stadio Olimpico, Roma, Italia, Kamis (5/5/2022). Foto: Antara Foto/Reuters/Alberto Lingria

Kemenangan AS Roma di partai puncak UEFA Conference League 2021/2022, Kamis (26/5/2022) dini hari, bak mempertegas gelar The Special One masih layak melekat pada sosok Jose Mourinho. Kendati belakangan, Mourinho tidak ingin lagi dipanggil dengan sebutan The Special One.

Namun, keberhasilan AS Roma menjuarai UEFA Conference League tak dimungkiri hasil polesan Mourinho. Bagaimana tidak, bersama Mourinho, I Giallorossi mampu menutup dahaga puasa gelar sejak terakhir kali naik podium juara 14 tahun lalu.

Saat itu Fransesco Totti yang masih menyandang ban kapten Roma membawa timnya merengkuh titel Coppa Italia musim 2007/2008.

Akhir manis Roma di pentas UEFA Conference League bukan hanya bermakna bagi pendukung klub Ibu Kota Italia itu, tetapi juga untuk sang arsitek, Mourinho.

Baca juga
AC Milan Juara Serie A untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun

Sosok Mourinho lagi-lagi mendapat sorotan tajam ulah prestasi ciamiknya di pentas Eropa. Bahkan catatan Mou lebih mentereng dari tim yang dibesutnya saat ini.

Pelatih berkebangsaan Portugal itu praktis jadi satu-satunya arsitek yang mampu memenangi lima laga final Eropa di tiga ajang berbeda.

Sebelum melenggang ke partai final UEFA Conference League 2022 kontra wakil Belanda, Feyenoord Rotterdam, Mou sudah berbekal empat gelar prestisius Eropa.

Awal Kesuksesan

Kali pertama trofi kompetisi benua biru yang digenggam Mou hadir pada musim 2002/2003. Saat itu, Mou sukses membawa timnya FC Porto menggondol gelar Piala UEFA usai kandaskan perlawanan wakil Scotlandia, Glasgow Celtic di final lewat skor 3-2.

Gelar perdana di FC Porto seakan membuka pintu prestasi Mourinho di Eropa. Selang setahun, pelatih yang sempat menukangi Real Madrid berhasil menghadiahi Porto titel bergengsi Liga Champions Eropa usai mengubur mimpi AS Monaco di partai final lewat keunggulan 3-0.

Baca juga
Felix Gyan Cetak Brace, Mourinho Rogoh Kocek Rp12 Juta

Selanjutnya, titel Liga Champions Eropa menguntit langkah Mou kala menukangi Inter Milan. Saat itu The Special One mempersembahkan trofi si kuping besar pada musim 2010/2011 untuk publik Guissepe Meazza.

Musim 2016/2017 tangan dingin Mou kembali berbuah manis. Resmi didapuk sebagai juru latih Manchester United, Mou sukses membayarnya lewat gelar Europa League yang melipir ke kabinet trofi MU untuk kali perdana.

Rentetan gemilang yang ditorehkan Mourinho di pentas Eropa semakin tak terbendung usai membawa AS Roma menjuarai UEFA Conference League 2022.

Keberhasilan ini sekaligus membuat AS Roma mendapatkan gelar juara kompetisi Eropa pertama mereka. Sebelumnya hanya mampu mencapai partai final Liga Champions musim 1983/84 dan Liga Europa (saat itu Piala UEFA) 1990/91.

Baca juga
Final UEFA Conference League: AS Roma dan Feyenoord Saling Sikut di Kejuaraan Kasta Ketiga

Pada pertandingan final kontra Feyenoord Rotterdam , Nicolo Zaniolo menjadi pahlawan untuk AS Roma. Ia mencetak gol tunggal pada menit ke-32 setelah menerima umpan dari Gianluca Mancini, demikian catatan Liga Conference. [yud]

Tinggalkan Komentar