Kamis, 08 Desember 2022
14 Jumadil Awwal 1444

Gembar-gembor Krisis, JK Telepon Sri Mulyani Jangan Bikin Takut Rakyat

Sabtu, 29 Okt 2022 - 00:42 WIB
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Ferry Baldan. Almarhum sempat menemani JK dalam acara PMI pada Kamis (1/12/2022) atau sehari sebelum Ferry ditemukan tak bernyawa di mobil pribadi. (Foto: Arsip/Inilah.com)

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku langsung menelpon Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyaniyang menghembuskan narasi resesi ekonomi.

Dalam komunikasi telepon itu, Jusuf Kalla mengingatkan Sri Mulyani agar tidak menakut-nakuti masyarakat dengan mengembangkan narasi krisis ekonomi bakal mengganggu perekonomian Indonesia. Sebagian krisis ekonomi menjadi permasalahan rakyat, namun sebagian tidak.

“Saya telepon dan langsung bilang ke Sri Mulyani. Jangan sering beri takut-takut, tahun depan akan kiamat’. Jangan kasih takut ke semua orang, ini negeri luas,” kata Jusuf Kalla dalam Gala Dinner 70th Kalla di Hotel Kempinski Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Dia mengatakan, masyarakat akan menghadapi bersama-sama jika terjadi krisis. Ia menilai tidak ada krisis energi dan pangan di Indonesia. “Tidak ada krisis energi dan pangan. Di mana krisis energi dan krisis pangan di Indonesia? Kita punya beras masih cukup, berbeda dengan negara lain,” ujarnya.

Baca juga
SKK Migas Bak Bebek Lumpuh, AEPI: Sri Mulyani Harus Beri Teguran Keras

Selanjutnya, politisi senior Partai Golkar ini, berharap, masyarakat tetap optimistis dalam menghadapi berbagai masalah di masa depan. Ia pun merasa bangga bahwa bisnis yang digeluti yakni Kalla sempat melewati krisis ekonomi pada 1996. “Krisis di Jawa (tahun 1996) justru yang naik. Cokelat dan kopi naik, harga Rp 16.000-17.000. Di luar Jawa seperti Kalimantan dan Sulawesi, industrinya justru menarik,” katanya.

Jusuf menyebut, bisnis saat ini masih didominasi oleh China termasuk smelter dan teknologi. Ia optimistis smelter akan beroperasi di Indonesia tahun depan. “Smelter dari sumber yang bersih karena hydro. Eropa tidak mau beli kalau PLTA dan PLTU tidak memenuhi syarat,” pungkasnya.

Baca juga
Shinzo Abe Ditembak, Jusuf Kalla Ajak Publik Indonesia Mendoakan

 

Tinggalkan Komentar