Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Gempa Cianjur, Warga Kampung Pasir Ipis Alami Gagal Panen

Sabtu, 26 Nov 2022 - 13:12 WIB
Daerah Cugenang yang aksesnya tertutup longsor imbas gempa Cianjur yang terjadi Senin (21/11/2022). (Foto: Inilah.com/ Agus Priatna)
Daerah Cugenang yang aksesnya tertutup longsor imbas gempa Cianjur yang terjadi Senin (21/11/2022). (Foto: Inilah.com/ Agus Priatna)

Warga Kampung Pasir Ipis, Desa Sukamulya, Cugenang, Bogor mengalami gagal panen imbas bencana gempa berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Warga yang mayoritas menggantungkan hidup sebagai petani harus gigit jari karena sawah dan kebunnya rusak. Apalagi, hasil tani yang sudah bisa dipanen juga tak bisa dijual karena dijadikan bahan makanan untuk menyambung hidup di tempat pengungsian. Sebab, logistik baru tiba ke Kampung Pasir Ipis 2 hari usai tragedi gempa mengguncang Cianjur.

“Enggak ada apa-apa di sini, logistik baru datang hari Rabu. Soalnya kan sudah diambil warga kampung lain, sudah dicegat duluan, jadi kita enggak kebagian,” kata salah seorang warga, Rohmat (31) kepada inilah.com, Kamis (24/11/2022).

Baca juga
Breaking News: Gempa Bumi Guncang Banten, Terasa hingga Jakarta

Pria yang akrab disapa Amat ini mengatakan, gempa bumi begitu berdampak pada ekonomi mayoritas masyarakat di Kampung Pasir Ipis karena lahan sawah atau kebunnya juga terpaksa dipakai menjadi tempat pengungsian warga yang terdampak gempa bumi.

“Ekonomi ancur banget gara-gara gagal panen dan rusak tanahnya sebagian. Terus dipake makan juga selama dua hari. Sebelum bantuan datang (Logistik & Tenda) kita bikin tenda sendiri, ada yang dari terpal bekas, terus ada yang di gudang pupuk,” ujarnya.

Untuk itu, meski ia pasrah dengan bantuan yang terbatas, tetapi ia masih berupaya secara mandiri dan tetap berharap ada bantuan datang untuk memenuhi kebutuhan warga Kampung Pasir Ipis.

Baca juga
Longsor Hambat Penyaluran Bantuan Korban Gempa Pasaman

“Kita kan tani di sini, di bawah gunung langsung. Makanya pas gempa itu kita kebanyakan lagi tani. Ya insya Allah seadanya mah bisa makan, tapi kalau mau ada bantuan ke warga juga alhamdulillah,” sambung dia.

Selain itu, ia sempat mendengar cerita bahwa sebenarnya banyak logistik yang mengarah ke kampungnya, tetapi karena kampungnya itu terletak di ujung menuju gunung, logistik diambil terlebih dahulu kampung-kampung yang dilintasi sejak dari Pusat Kota hingga Kampung yang berdekatan dengan Pasir Ipis.

“Iya katanya mah banyak diambilin dulu, dicegat di perjalanan. Tapi kasihan mungkin karena lapar, kita mah insya Allah seadanya di sini. Cesim ditumis ge tiasa dituang (sawi ditumis juga bisa dimakan), jadi alhamdulillah,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar