Genjot Ekspor ke Amerika Latin dan Karibia, Mendag Lutfi Jajaki Kerja Sama Dagang

Genjot Ekspor ke Amerika Latin dan Karibia, Mendag Lutfi Jajaki Kerja Sama Dagang - inilah.com

Saat pembukaan Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, langsung gerak cepat alias gercep. Penjajakan kerja sama perdagangan dilakukannya.  

Mendag Lutfi mengajak negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia meningkatkan hubungan perdagangan. Mengingat besarnya potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Mendag Lutfi menyebutkan, pangsa pasar Indonesia hanya 0,5 persen dari total impor di kawasan Amerika Latin dan Karibia dengan dunia. Masih di bawah Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Singapura.  “Oleh karena itu, saya mengharapkan kerja sama yang lebih konstruktif dan komprehensif, termasuk antara Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia,” tutur Mendag Lutfi dalam INA-LAC Business Forum yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Menurut dia, ada banyak sektor yang bisa dikerjasamakan, mengacu pada lingkup ekonomi Indonesia dan kawasan Amerika Latin yang saling melengkapi. Indonesia membutuhkan pasokan produk pertanian, produk berbasis sumber daya alam, produk manufaktur, serta jasa dari Amerika Latin dan Karibia.

Baca juga  Bea Cukai Soetta Fasilitasi Kedatangan Vaksin Pfizer Tahap ke-2

Di sisi lain, dikatakan Mendag Lutfi, Indonesia dapat menyediakan berbagai produk makanan olahan, barang setengah jadi, dan barang manufaktur untuk pasar di kawasan tersebut. “Kami percaya bahwa untuk memperkuat kerja sama perdagangan, kami tidak hanya perlu menjual lebih banyak, tetapi juga perlu membeli lebih banyak,” tutur dia.

Hingga kuartal III-2021, Kemendag mencatat pertumbuhan positif ekspor Indonesia ke negara-negara Amerika Latin dan Karibia. Nilainya mencapai US$1,7 miliar (sekitar Rp23,9 triliun), atau meningkat 54,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara, impor Indonesia dari kawasan itu, menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,17 persen year on year. “Ini pertanda positif, dan saya berharap (perdagangan) bisa terus berkembang secara progresif seiring dengan kerja sama kita,” ujar Mendag Lutfi.

Baca juga  Perdagangan Digital Jadi Tren Masa Depan, Mendag Lutfi Optimis Kontribusi Indonesia Terbesar

Peningkatan hubungan ekonomi dengan Amerika Latin juga didukung dengan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chile (IC-CEPA) yang telah berlaku sejak 2019.

Saat ini, Indonesia sedang dalam proses pranegosiasi pembentukan CEPA dengan blok perdagangan Mercosur, yang beranggotakan lima negara yaitu Argentina, Brazil, Paraguay, Uruguay, dan Venezuela.

Di akhir sambutannya, Mendag RI menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam perdagangan, khususnya untuk mengatasi kendala geografis seperti yang dihadapi oleh Indonesia dan Amerika Latin serta Karibia. “Kita perlu bekerja sama sebagai mitra untuk mengembangkan bisnis kita di masa depan,” ujar dia.

Asal tahu saja, Forum Bisnis INA-LAC diselenggaran setiap tahun sejak 2019. Forum ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan kawasan Amerika Latin serta Karibia—yang merupakan pasar non tradisional bagi Indonesia.

Baca juga  Mendag Lutfi Pastikan Ada Rekor Baru Surplus Neraca Perdagangan

Mengingat pandemi COVID-19 yang masih membatasi pergerakan lintas negara, Forum Bisnis INA-LAC 2021 diselenggarakan secara gabungan, yaitu melalui pertemuan secara tatap muka dan virtual.

Tahun ini, lebih dari 500 peserta dari kalangan bisnis serta pembuat kebijakan dari Indonesia dan Amerika Latin serta Karibia berpartisipasi dalam forum tersebut.

Para peserta dapat saling berinteraksi melalui platform digital ina-access.com yang khusus dikembangkan Kemlu RI untuk pameran produk perdagangan, investasi, dan pariwisata secara virtual.

Tinggalkan Komentar