Gerak Cepat Muhammadiyah, Respon Letusan Gunung Semeru

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir - inilah.com
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir

Gunung Semeru erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu (4/12). Dalam musibah ini, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan 41 orang mengalami luka bakar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan duka mendalam atas korban dan warga yang meninggal akibat letusan Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur.

“Semoga yang meninggal ditempatkan sebagai syahid dan diterima di sisi Allah. Sementara korban luka atau lainnya dapat tertangani dengan baik. Kepada para pengungsi agar sabar dan memperoleh pelayanan yang baik,” kata Haedar Nashir melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Sabtu malam.

Haedar juga berpesan kepada segenap komponen Muhammadiyah khususnya Lembaga Penanggulangan Bencana atau MDMC sebagaimana peran yang selama ini dijalankan diharapkan dapat meringankan masyarakat yang tertimpa musibah Semeru.

“Kami berharap pemerintah pusat, provinsi, dan daerah setempat dengan sigap dapat melakukan langkah-langkah mitigasi yang seksama. Kepada semua warga di Lumajang dan sekitar Semeru agar tetap waspada dan saling menggalang kebersamaan,” ujar Haedar.

Baca juga  Sumber Pendanaan IKN Sebesar Rp501 Triliun belum Jelas

Haedar juga berpesan agar seluruh komponen bangsa semakin memperkuat solidaritas dan saling membantu. Para elite dituntut keprihatinannya dan sikap empati atas banyak musibah di negeri ini.

“Semoga bangsa Indonesia dilindungi Allah dalam menjalani kehidupan yang tidak ringan saat ini, sehingga dapat mengatasi pandemi, musibah, dan masalah yang dihadapi,” tutur Haedar.

Bantuan Dampingi Warga Terdampak

Merespon kejadian itu, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan langsung memberikan instruksi kepada Divisi Tanggap Darurat Rehabillitasi dan Rekonstruksi (TDRR) MDMC untuk melakukan koordinasi respon tanggap darurat.

Khusus kepada MDMC Kabupaten Lumajang, Budi Setiawan mengamanatkan untuk membentuk Pos Koordinasi (Poskor) dan melakukan assesmen kebutuhan warga terdampak.

Baca juga  Tesla Recall Model 3 dan S Produksi Tahun 2014 Sampai 2021

“Saya sudah menghubungi Saudara Anggit, Ketua MDMC Lumajang untuk segera membentuk Poskor (Pos Koordinasi) di PDM Lumajang. Demikian juga saya sudah menghubungi Ketua MDMC Jawa Timur,” kata Budi Setiawan dalam video singkatnya dikutip dari suaramuhammadiyah.id, Minggu (05/12).

Kepada para relawan MDMC di Jawa Timur, Budi Setiawan menginstruksikan untuk segera melaksanakan tindakan kesiapsiagaan dibawah koordinasi Ketua MDMC Jawa Timur, Rofii. Sedangkan kepada para relawan MDMC di luar Jawa Timur, dia meminta mereka untuk siaga menunggu perintah jika dibutuhkan.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, MDMC Kabupaten Lumajang langsung menetapkan Poskor relawan Muhammadiyah untuk tanggap darurat erupsi Gunung Semeru di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lumajang, Jalan Imam Sujai No. 17, Jogotrunan.

Para personil MDMC Kabupaten Lumajang juga berkoordinasi dengan BPBD setempat dan menerjukan personil ke kawasan terdampak untuk melaksanakan assesmen situasi di lapangan. Sementara MDMC Jawa Timur mengkosolidasi semua sumber daya terdekat yang bisa dikerahkan untuk melaksanakan respon tanggap darurat.

Baca juga  Foto: Suasana Bundaran Hotel Indonesia saat Crowd Free Night

Relawan Muhammadiyah dari Angkatan Muda Muda Muhammadiyah, Rumah Sakit Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di sekitar Semeru dan Jawa Timur merupakan tim – tim yang sudah terlatih dan berpengalaman dalam pendampingan warga terdampak bencana. Juga profesionalisme Lazismu di area Jawa Timur yg sudah sangat siap dalam mendukung operasi tanggap darurat bencana.

Persiapan mendukung respon tanggap darurat erupsi Gunung Semeru juga dilakukan oleh MDMC Jawa Tengah. Naibul Umam, Ketua MDMC Jawa Tengah sudah memberi instruksi kepada MDMC di kawasan Solo Raya untuk menyiapkan tim respon tanggap darurat dan akan melakukan koordinasi malam ini juga. (Tim Media MDMC).

 

Tinggalkan Komentar