Gerakan Kembali Sekolah Dorong Perubahan Paradigma Pendidikan

- inilah.com

Pemerintah melalui kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, telah memulai kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) menggunakan persyaratan khusus seiring dengan berjalannya program vaksinasi nasional kepada tenaga pengajar dan anak didik. Kebijakan PTM harus didukung untuk menyiapkan generasi muda untuk kepentingan jangka panjang.

Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyampaikan, kebijakan PTM harus didukung untuk menyiapkan generasi muda untuk kepentingan jangka panjang pada situasi penuh tantangan di tengah pandemi COVID-19. “Namun, PTM harus tetap dilakukan dengan prinsip kepekaan, kehati-hatian, dan juga penuh kebijaksanaan dari berbagai pihak, mengingat kondisi setiap wilayah khususnya di kota besar dan kecil sangat berbeda,” ujar Gita saat menjadi pembicara dalam konferensi pers yang diselenggarakan Nusantics, Kamis (25/11).

Baca juga  Bea Cukai Fasilitasi Impor Vaksin dan Alkes di Jawa Timur dan Jakarta

Psikolog klinis anak Roslina Verauli mengatakan, orang tua perlu menunjukkan bahwa mereka memahami kebutuhan dan kekhawatiran anak untuk kembali ke sekolah, serta bertemu dengan teman-teman dalam menjalin relasi sosial. “Orang tua juga harus memastikan dapat hadir dan memberikan dukungan dengan melibatkan teknik positive parenting,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Nusantics selaku perusahaan bioteknologi meluncurkan kampanye dan kegiatan nasional Kembali ke Sekolah bersama Nusantics dalam rangka membantu meningkatkan kepercayaan orang tua, tenaga pengajar, serta para siswa untuk melakukan PTM dengan aman dan nyaman.

Nusantics memberikan solusi komprehensif yang terdiri dari surveilans pada warga sekolah dengan PCR gargle (kumur) yang nyaman bagi anak, serta pemeriksaan kandungan virus dan sirkulasi udara di ruang kelas dengan layanan Air Scan.

Baca juga  PPKM Level 1, Sulkarnain: Kuncinya Kedisiplinan Masyarakat

Co-founder dan CEO Nusantics Sharlini Eriza putri mengatakan, 119 ruang kelas terdeteksi aman pada periode sample September hingga Oktober 2021. Demikian hasil penelitian pro-bono Nusantics pada 121 ruang kelas pada SDN di Jakarta.

“Deteksi virus penyebab covid-19 di udara dengan metode PCR dan pengukuran sirkulasi udara sangat penting dilakukan untuk memitigasi risiko penularan dan menentukan langkah strategis dalam memastikan keamanan ruangan kelas dan lingkungan sekolah,” terangnya

Nusantics mengundang semua pihak untuk berkolaborasi dalam kegiatan nasional Kembali ke Sekolah ini.

Karena kondisi pendidikan yang terjadi saat ini berdampak bagi generasi masa depan dan Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang tangguh sebagai modal dasar kemajuan serta meningkatkan daya saing bangsa di tengah kompetisi global yang terus meningkat.

Baca juga  Saat Menteri Nadiem Terpukau dengan Dunia Pesantren di Jawa Timur

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk pihak swasta, baik domestik maupun asing, karena sama-sama memerlukan sumber daya manusia yang unggul. Maka, mari kita berkolaborasi dan bergandengan tangan memastikan sekolah aman untuk semua,”  tutup Sharlin.

Tinggalkan Komentar