Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Gibran Belum Layak Maju jadi Cagub DKI 2024

Jumat, 07 Jan 2022 - 20:38 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Gibran Belum Layak Maju jadi Cagub DKI 2024

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka belum layak maju jadi calon gubernur atau cagub DKI Jakarta 2024. Gibran belum layak maju karena masih perlu membuktikan kepemimpinannya di Solo dulu.

“Gibran masih perlu membuktikan kepemimpinannya di Solo,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Jumat (7/1/2022).

Hasto mengatakan, PDIP memiliki kader yang sudah matang dan siap maju dalam Pilgub DKI Jakarta 2024 nanti. Kader yang sudah matang tersebut adalah Menteri Sosial Tri Risma Harini atau Risma.

Kematangan Risma ini terlibat dari kepemimpinannya di Surabaya saat menjadi Wali Kota selama dua periode. Dalam kepemimpinan Risma, sudah banyak perubahan signifikan secara kultur di Surabaya.

“Sehingga masyarakat Surabaya, kita lihat sekarang merawat lingkungan dengan baik, melakukan tata kota yang mencerminkan keindahan kota Surabaya,” kata Hasto.

Baca juga
Gerindra-PKB Berkoalisi, PDIP Belum Mau Merapat

Menurutnya, Gibran bisa belajar banyak dari Risma dalam memimpin sebuah daerah. Risma juga selalu memberikan bimbingan kedapa kader khususnya Gibran untuk memimpin kota agar lebih manusiawi.

Risma juga mengajarkan cara agar setiap warganya bergotong royong dengan penuh kesadaran, memperindah kota, dan kemudian membawa kemajuan bagi setiap warganya.

“Mas Gibran, beliau sudah terpilih sebagai Wali Kota Solo tentu saja harus juga membuktikan bagaimana kepemimpinan yang ideologis yang mengedepankan juga kultur Nusantara,” kata Hasto.

Sebalumnya, Partai Nasdem dorong Bendara Umumnya Ahmad Sahroni jadi calon gubernur atau cagub DKI di Pilkada 2024. Pasalnya Ahmad Sahroni punya kapasitas tersebut.

Baca juga
PDIP Minta Medagri Tito Tegur Apdesi Pendukung Jokowi 3 Periode

Ketua Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Wilayah Jakarta-Banten, Effendi Choirie mengatakan, pihaknya sudah punya nama pasangan cagub-cawagub DKI. .

“Saya kira Sahroni-Airin figur yang mendamaikan. Jangan kita kembali ke yang lalu, Ahok lagi, dibenturkan Anies karena orang cinta Ahok terlalu fanatik, kemudian terus menerus memusuhi anies. Ini enggak sehat,” kata Effendy, Jumat (7/1/2022).

Tinggalkan Komentar